<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Sepekan Melemah Lawan Dolar AS, Ini Penyebabnya</title><description>Nilai tukar Rupiah (kurs) mengalami pelemahan pada perdagangan sepekan 9-13 September 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/16/320/3063441/rupiah-sepekan-melemah-lawan-dolar-as-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/16/320/3063441/rupiah-sepekan-melemah-lawan-dolar-as-ini-penyebabnya"/><item><title>Rupiah Sepekan Melemah Lawan Dolar AS, Ini Penyebabnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/16/320/3063441/rupiah-sepekan-melemah-lawan-dolar-as-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/16/320/3063441/rupiah-sepekan-melemah-lawan-dolar-as-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Senin 16 September 2024 06:26 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/16/320/3063441/rupiah-sepekan-melemah-lawan-dolar-as-ini-penyebabnya-S9uzQp34n5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nilai tukar Rupiah melemah dalam sepekan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/16/320/3063441/rupiah-sepekan-melemah-lawan-dolar-as-ini-penyebabnya-S9uzQp34n5.jpg</image><title>Nilai tukar Rupiah melemah dalam sepekan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah (kurs) mengalami pelemahan pada perdagangan sepekan 9-13 September 2024. Rupiah bergerak dalam tren cenderung melemah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS).
Mengutip data Bloomberg, Senin (16/9/2024), rupiah spot pekan ini ditutup menguat 0,24% pada level Rp15.401 per dolar AS. Namun, dalam sepekan rupiah melemah 0,16% dibandingkan penutupan di awal pekan di Rp15.378.

BACA JUGA:
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp15.439 per Dolar AS


Sementara itu, rupiah Jisdor Bank Indonesia (BI) ditutup pada level Rp15.405 per dolar AS, Jumat (13/9). Secara mingguan, rupiah jisdor juga melemah ke 0,21%.
Sebelumnya, BI mencatat terjadi aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan Tanah Air mencapai Rp1,31 triliun dalam sepekan ini.
&quot;Berdasarkan data transaksi 9-12 September 2024, nonresiden tercatat jual neto Rp1,31 triliun,&quot; kata Asisten Gubernur Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono dalam keterangan resminya.

BACA JUGA:
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp15.455 per Dolar AS 


Di sisi lain, jika dilihat sepanjang pekan ini rupiah cenderung melemah, terutama pada awal pekan akibat kekhawatiran prospek ekonomi global dari AS dan China.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan sentimen dari Asia juga membuat Indeks dolar melemah. Serangkaian komentar agresif dari pejabat BOJ mendorong pergerakan mata uang minggu ini.
&quot;Jajak pendapat Reuters yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan para analis memposisikan diri untuk pembacaan inflasi konsumen yang kuat minggu depan,&quot; kata Ibrahim dalam risetnya.
Adapun Ibrahim melihat ekonomi Indonesia tengah berada di  persimpangan jalan yang penuh tantangan. Serangkaian data terbaru  menunjukkan sinyal-sinyal pelemahan yang semakin mengkhawatirkan.
Deflasi yang terjadi selama empat bulan berturut-turut, penurunan  Purchasing Managers Index (PMI) di bawah ambang batas ekspansi, dan  peningkatan angka pengangguran menjadi bukti melambatnya pertumbuhan  ekonomi.
Oleh sebab itu Indonesia juga membutuhkan stimulus. Jika The Fed  menurunkan suku bunga, maka akan mendorong Bank Indonesia untuk memotong  suku bunga juga.
Dengan demikian berdampak ke mata uang rupiah kembali menguat,  inflasi terkendali, perekonomian kembali tumbuh itu dibarengi dengan  lowongan kerja yang terus meningkat.
Pada pekan depan, Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah masih  bergerak fluktuatif namun akan ditutup menguat di rentang Rp15.350 -  Rp15.420.</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah (kurs) mengalami pelemahan pada perdagangan sepekan 9-13 September 2024. Rupiah bergerak dalam tren cenderung melemah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS).
Mengutip data Bloomberg, Senin (16/9/2024), rupiah spot pekan ini ditutup menguat 0,24% pada level Rp15.401 per dolar AS. Namun, dalam sepekan rupiah melemah 0,16% dibandingkan penutupan di awal pekan di Rp15.378.

BACA JUGA:
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp15.439 per Dolar AS


Sementara itu, rupiah Jisdor Bank Indonesia (BI) ditutup pada level Rp15.405 per dolar AS, Jumat (13/9). Secara mingguan, rupiah jisdor juga melemah ke 0,21%.
Sebelumnya, BI mencatat terjadi aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan Tanah Air mencapai Rp1,31 triliun dalam sepekan ini.
&quot;Berdasarkan data transaksi 9-12 September 2024, nonresiden tercatat jual neto Rp1,31 triliun,&quot; kata Asisten Gubernur Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono dalam keterangan resminya.

BACA JUGA:
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp15.455 per Dolar AS 


Di sisi lain, jika dilihat sepanjang pekan ini rupiah cenderung melemah, terutama pada awal pekan akibat kekhawatiran prospek ekonomi global dari AS dan China.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan sentimen dari Asia juga membuat Indeks dolar melemah. Serangkaian komentar agresif dari pejabat BOJ mendorong pergerakan mata uang minggu ini.
&quot;Jajak pendapat Reuters yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan para analis memposisikan diri untuk pembacaan inflasi konsumen yang kuat minggu depan,&quot; kata Ibrahim dalam risetnya.
Adapun Ibrahim melihat ekonomi Indonesia tengah berada di  persimpangan jalan yang penuh tantangan. Serangkaian data terbaru  menunjukkan sinyal-sinyal pelemahan yang semakin mengkhawatirkan.
Deflasi yang terjadi selama empat bulan berturut-turut, penurunan  Purchasing Managers Index (PMI) di bawah ambang batas ekspansi, dan  peningkatan angka pengangguran menjadi bukti melambatnya pertumbuhan  ekonomi.
Oleh sebab itu Indonesia juga membutuhkan stimulus. Jika The Fed  menurunkan suku bunga, maka akan mendorong Bank Indonesia untuk memotong  suku bunga juga.
Dengan demikian berdampak ke mata uang rupiah kembali menguat,  inflasi terkendali, perekonomian kembali tumbuh itu dibarengi dengan  lowongan kerja yang terus meningkat.
Pada pekan depan, Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah masih  bergerak fluktuatif namun akan ditutup menguat di rentang Rp15.350 -  Rp15.420.</content:encoded></item></channel></rss>
