<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>73% Pendapatan PGN (PGAS) Disumbang Bisnis Niaga Gas dan Transmisi</title><description>PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mencatat pendapatan sebesar USD1,839 miliar pada semester I-2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/17/320/3064012/73-pendapatan-pgn-pgas-disumbang-bisnis-niaga-gas-dan-transmisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/17/320/3064012/73-pendapatan-pgn-pgas-disumbang-bisnis-niaga-gas-dan-transmisi"/><item><title>73% Pendapatan PGN (PGAS) Disumbang Bisnis Niaga Gas dan Transmisi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/17/320/3064012/73-pendapatan-pgn-pgas-disumbang-bisnis-niaga-gas-dan-transmisi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/17/320/3064012/73-pendapatan-pgn-pgas-disumbang-bisnis-niaga-gas-dan-transmisi</guid><pubDate>Selasa 17 September 2024 15:27 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Akbar Malik</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/17/320/3064012/73-pendapatan-pgn-pgas-disumbang-bisnis-niaga-gas-dan-transmisi-R3FgZm3Hv3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">73% pendapatan PGN disumbang bisnis niaga gas dan transmisi (Foto: PGN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/17/320/3064012/73-pendapatan-pgn-pgas-disumbang-bisnis-niaga-gas-dan-transmisi-R3FgZm3Hv3.jpg</image><title>73% pendapatan PGN disumbang bisnis niaga gas dan transmisi (Foto: PGN)</title></images><description>JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mencatat pendapatan sebesar USD1,839 miliar pada semester I-2024. Pendapatan PGN meningkat 3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Year on Year/YoY).
Pada saat yang sama beban pokok pendapatan meningkat hanya 1% menjadi USD1,432 miliar pada semester-I 2024 dibandingkan USD1,415 miliar pada semester 1 2023 sehingga laba kotor tercatat naik 11% menjadi sebesar USD407 juta dibandingkan USD 368 juta YoY.

BACA JUGA:
PGN (PGAS) Raup Laba Rp2,8 Triliun di Semester I-2024


Lini bisnis niaga gas dan transmisi memberikan kontribusi sebesar 73% terhadap pendapatan perusahaan. Sebesar 11% dikontribusikan dari lini bisnis hulu (Upstream) dan sebesar 16% sisanya adalah kontribusi dari lini bisnis lainnya.
&quot;Secara keseluruhan, Perseroan telah menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan profitabilitas yang meningkat. Kami percaya dengan terus menjalankan strategi bisnis yang telah ditetapkan, melakukan pengelolaan operasional secara optimal dan efisien serta penerapan Manajemen keuangan dan Manajemen risiko yang prudent, Perseroan akan mampu menghadapi tantangan dan peluang,&quot; ujar Direktur Utama PGN Arief Setiawan Handoko, Selasa (17/9/2024).

BACA JUGA:
IAF 2024, PGN Buka Peluang Kerjasama Low Carbon Business


Sepanjang enam bulan pertama tahun 2024, volume gas bumi yang mayoritas berasal dari gas pipa atau sebesar 99,6% kontribusi masih menjadi penopang utama kinerja PGN. Sedangkan untuk komersialisasi LNG regasifikasi sebesar 0,4%. Berdasarkan sumber gas, sebesar 38% berasal dari Pertamina Grup dan sisanya dari gas supplier lainnya termasuk Coridor Block.
Demikian juga laba operasi naik 3% menjadi USD 293 juta dibandingkan USD 284 juta (YoY). Di pos bottom line, laba bersih PGN berhasil tumbuh sebesar 28% menjadi USD 187 juta pada semester 1 2024 dibandingkan USD 145 juta pada semester 1 2023. Pada periode Semester 1-2024, pencapaian EBITDA cukup stabil yaitu sebesar USD 578 juta dikontribusikan dari penurunan laba selisih kurs dan beban penyusutan. Pencapaian EBITDA dikontribusikan 75% dari segmen niaga gas, transmisi gas dan lainnya, serta 25% dikontribusikan dari segmen hulu.
Untuk saat ini dan ke depannya, infrastruktur pipa dengan  infrastruktur gas bumi beyond pipeline akan menjadi skema andalan PGN  dalam optimalisasi pemanfaatan gas bumi. Lantaran dari sisi operasional,  secara umum pencapaian segmen niaga gas bumi juga dipengaruhi oleh  ketidakseimbangan supply dan demand. Terdapat penurunan volume pasokan  gas pipa akibat natural decline (penurunan alami kondisi sumur) dari  pemasok di wilayah Sumatera dan Jawa serta adanya libur Lebaran di  kuartal 2 2024. Tantangan pasokan tersebut perlu diantisipasi dengan  mulai menambah pasokan gas dari LNG.
&amp;ldquo;Perusahaan terus menjalankan strategi yang terukur dan sejalan  dengan rencana pemerintah untuk terus mengoptimalkan pemanfataan gas  bumi sebagai energi transisi. Untuk itu perusahaan melakukan sejumlah  inisiatif di antaranya dengan membangun dan menambah infrastruktur gas  bumi yang terintegrasi untuk mendorong perluasan segmen pengguna,&amp;rdquo; ujar  Arief.
Arief menambahkan sejumlah inisiatif tersebut akan mendorong  kehandalan bisnis utama Perusahaan secara berkelanjutan dan jangka  panjang. Pada saat yang sama, PGN tetap mengedepankan inovasi dan solusi  untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan para pelanggan termasuk salah  satunya menghadirkan LNG di tengah menurunnya pasokan alami (natural  decline) gas bumi di sejumlah sumur eksisting.
Pengembangan Infrastruktur Utama tahun 2025-2027 yang telah disiapkan  oleh Perseroan untuk memastikan pertumbuhan bisnis Perseroan. Di tengah  situasi yang menantang, mengambil momentum perbaikan ekonomi,  percepatan transisi energi, serta kebutuhan untuk mengembangkan segmen  bisnis/ produk turunan di masa depan yang mendukung penurunan emisi  karbon (low carbon business).
Peningkatan penggunaan LNG telah tercermin dari pencapaian  regasifikasi gas LNG melalui Terminal Use Agreement (TUA) FSRU Lampung.  Seiring dengan pemenuhan kebutuhan pelanggan dan optimasi FSRU Lampung,  volume penyaluran gas mencapai 65 BBTUD atau meningkat 76% dibandingkan  dengan periode Januari-Juni 2023.
&amp;ldquo;PGN akan tetap mengembangkan core business yang sudah melekat yaitu  pengembangan proyek transmisi dan distribusi gas bumi. Meski begitu PGN  juga akan tetap adaptif dan bertumbuh dengan sejumlah inisiatif baru  seperti peningkatan bisnis LNG dengan menitikberatkan pada efisiensi  serta efektivitas biaya logistik dalam penyaluran gas bumi,&amp;rdquo; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mencatat pendapatan sebesar USD1,839 miliar pada semester I-2024. Pendapatan PGN meningkat 3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Year on Year/YoY).
Pada saat yang sama beban pokok pendapatan meningkat hanya 1% menjadi USD1,432 miliar pada semester-I 2024 dibandingkan USD1,415 miliar pada semester 1 2023 sehingga laba kotor tercatat naik 11% menjadi sebesar USD407 juta dibandingkan USD 368 juta YoY.

BACA JUGA:
PGN (PGAS) Raup Laba Rp2,8 Triliun di Semester I-2024


Lini bisnis niaga gas dan transmisi memberikan kontribusi sebesar 73% terhadap pendapatan perusahaan. Sebesar 11% dikontribusikan dari lini bisnis hulu (Upstream) dan sebesar 16% sisanya adalah kontribusi dari lini bisnis lainnya.
&quot;Secara keseluruhan, Perseroan telah menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan profitabilitas yang meningkat. Kami percaya dengan terus menjalankan strategi bisnis yang telah ditetapkan, melakukan pengelolaan operasional secara optimal dan efisien serta penerapan Manajemen keuangan dan Manajemen risiko yang prudent, Perseroan akan mampu menghadapi tantangan dan peluang,&quot; ujar Direktur Utama PGN Arief Setiawan Handoko, Selasa (17/9/2024).

BACA JUGA:
IAF 2024, PGN Buka Peluang Kerjasama Low Carbon Business


Sepanjang enam bulan pertama tahun 2024, volume gas bumi yang mayoritas berasal dari gas pipa atau sebesar 99,6% kontribusi masih menjadi penopang utama kinerja PGN. Sedangkan untuk komersialisasi LNG regasifikasi sebesar 0,4%. Berdasarkan sumber gas, sebesar 38% berasal dari Pertamina Grup dan sisanya dari gas supplier lainnya termasuk Coridor Block.
Demikian juga laba operasi naik 3% menjadi USD 293 juta dibandingkan USD 284 juta (YoY). Di pos bottom line, laba bersih PGN berhasil tumbuh sebesar 28% menjadi USD 187 juta pada semester 1 2024 dibandingkan USD 145 juta pada semester 1 2023. Pada periode Semester 1-2024, pencapaian EBITDA cukup stabil yaitu sebesar USD 578 juta dikontribusikan dari penurunan laba selisih kurs dan beban penyusutan. Pencapaian EBITDA dikontribusikan 75% dari segmen niaga gas, transmisi gas dan lainnya, serta 25% dikontribusikan dari segmen hulu.
Untuk saat ini dan ke depannya, infrastruktur pipa dengan  infrastruktur gas bumi beyond pipeline akan menjadi skema andalan PGN  dalam optimalisasi pemanfaatan gas bumi. Lantaran dari sisi operasional,  secara umum pencapaian segmen niaga gas bumi juga dipengaruhi oleh  ketidakseimbangan supply dan demand. Terdapat penurunan volume pasokan  gas pipa akibat natural decline (penurunan alami kondisi sumur) dari  pemasok di wilayah Sumatera dan Jawa serta adanya libur Lebaran di  kuartal 2 2024. Tantangan pasokan tersebut perlu diantisipasi dengan  mulai menambah pasokan gas dari LNG.
&amp;ldquo;Perusahaan terus menjalankan strategi yang terukur dan sejalan  dengan rencana pemerintah untuk terus mengoptimalkan pemanfataan gas  bumi sebagai energi transisi. Untuk itu perusahaan melakukan sejumlah  inisiatif di antaranya dengan membangun dan menambah infrastruktur gas  bumi yang terintegrasi untuk mendorong perluasan segmen pengguna,&amp;rdquo; ujar  Arief.
Arief menambahkan sejumlah inisiatif tersebut akan mendorong  kehandalan bisnis utama Perusahaan secara berkelanjutan dan jangka  panjang. Pada saat yang sama, PGN tetap mengedepankan inovasi dan solusi  untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan para pelanggan termasuk salah  satunya menghadirkan LNG di tengah menurunnya pasokan alami (natural  decline) gas bumi di sejumlah sumur eksisting.
Pengembangan Infrastruktur Utama tahun 2025-2027 yang telah disiapkan  oleh Perseroan untuk memastikan pertumbuhan bisnis Perseroan. Di tengah  situasi yang menantang, mengambil momentum perbaikan ekonomi,  percepatan transisi energi, serta kebutuhan untuk mengembangkan segmen  bisnis/ produk turunan di masa depan yang mendukung penurunan emisi  karbon (low carbon business).
Peningkatan penggunaan LNG telah tercermin dari pencapaian  regasifikasi gas LNG melalui Terminal Use Agreement (TUA) FSRU Lampung.  Seiring dengan pemenuhan kebutuhan pelanggan dan optimasi FSRU Lampung,  volume penyaluran gas mencapai 65 BBTUD atau meningkat 76% dibandingkan  dengan periode Januari-Juni 2023.
&amp;ldquo;PGN akan tetap mengembangkan core business yang sudah melekat yaitu  pengembangan proyek transmisi dan distribusi gas bumi. Meski begitu PGN  juga akan tetap adaptif dan bertumbuh dengan sejumlah inisiatif baru  seperti peningkatan bisnis LNG dengan menitikberatkan pada efisiensi  serta efektivitas biaya logistik dalam penyaluran gas bumi,&amp;rdquo; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
