<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belanja Negara Prabowo di 2025 Dipatok Rp3.621,3 Triliun</title><description>Pemerintah dan Badan Anggaran DPR RI menetapkan postur anggaran sementara</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/17/320/3064027/belanja-negara-prabowo-di-2025-dipatok-rp3-621-3-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/17/320/3064027/belanja-negara-prabowo-di-2025-dipatok-rp3-621-3-triliun"/><item><title>Belanja Negara Prabowo di 2025 Dipatok Rp3.621,3 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/17/320/3064027/belanja-negara-prabowo-di-2025-dipatok-rp3-621-3-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/17/320/3064027/belanja-negara-prabowo-di-2025-dipatok-rp3-621-3-triliun</guid><pubDate>Selasa 17 September 2024 15:56 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/17/320/3064027/belanja-negara-prabowo-di-2025-dipatok-rp3-621-3-triliun-jWjzVjLjOt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banggar Tetapkan Postur Sementara APBN 2025. (Foto: Okezone.com/YouTube DPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/17/320/3064027/belanja-negara-prabowo-di-2025-dipatok-rp3-621-3-triliun-jWjzVjLjOt.jpg</image><title>Banggar Tetapkan Postur Sementara APBN 2025. (Foto: Okezone.com/YouTube DPR)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah dan Badan Anggaran DPR RI menetapkan postur anggaran sementara dalam Rancangan Undang-Undang APBN 2025. Hal ini masih pada pembahasan Tingkat I.
Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah menyampaikan postur anggaran terdiri dari pendapatan negara Rp3.005,12 triliun, dengan rincian penerimaan pajak Rp2.490,91 triliun dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp513,63 triliun, serta hibah Rp581,1 triliun.

BACA JUGA:
DPR Tolak Usulan Kaji Ulang Dana Pendidikan 20% dari APBN

Kemudian belanja negara ditetapkan Rp3.621,31 triliun. Adapun, belanja pemerintah pusat Rp2.701,44 triliun.
Belanja ini terdiri dari belanja kementerian dan lembaga (K/L) Rp1.094,55 triliun dan belanja non-K/L Rp1.606,78 triliun dan Transfer ke Daerah (TKD) Rp919,87 triliun.

BACA JUGA:
Butuh Rp4.000 Triliun, Transisi Energi Tak Cukup Hanya Andalkan APBN

&quot;Keseimbangan primer (Rp633,31 triliun), defisit Rp 616,86 triliun alias 2,53 persen terhadap PDB, pembiayaan anggaran Rp616,18 triliun,&quot; lanjut Said, Selasa (17/9/2024).Turut hadir dalam raker bersama Banggar tersebut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti.

</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah dan Badan Anggaran DPR RI menetapkan postur anggaran sementara dalam Rancangan Undang-Undang APBN 2025. Hal ini masih pada pembahasan Tingkat I.
Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah menyampaikan postur anggaran terdiri dari pendapatan negara Rp3.005,12 triliun, dengan rincian penerimaan pajak Rp2.490,91 triliun dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp513,63 triliun, serta hibah Rp581,1 triliun.

BACA JUGA:
DPR Tolak Usulan Kaji Ulang Dana Pendidikan 20% dari APBN

Kemudian belanja negara ditetapkan Rp3.621,31 triliun. Adapun, belanja pemerintah pusat Rp2.701,44 triliun.
Belanja ini terdiri dari belanja kementerian dan lembaga (K/L) Rp1.094,55 triliun dan belanja non-K/L Rp1.606,78 triliun dan Transfer ke Daerah (TKD) Rp919,87 triliun.

BACA JUGA:
Butuh Rp4.000 Triliun, Transisi Energi Tak Cukup Hanya Andalkan APBN

&quot;Keseimbangan primer (Rp633,31 triliun), defisit Rp 616,86 triliun alias 2,53 persen terhadap PDB, pembiayaan anggaran Rp616,18 triliun,&quot; lanjut Said, Selasa (17/9/2024).Turut hadir dalam raker bersama Banggar tersebut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti.

</content:encoded></item></channel></rss>
