<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Di Hadapan Jokowi, Bahlil Prediksi Investasi Panas Bumi RI Tembus Rp134,8 Triliun</title><description>Bahlil Lahadalia memprediksi pertumbuhan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) selama 10 tahun terakhir mencapai dua kali lipat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/18/320/3064363/di-hadapan-jokowi-bahlil-prediksi-investasi-panas-bumi-ri-tembus-rp134-8-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/18/320/3064363/di-hadapan-jokowi-bahlil-prediksi-investasi-panas-bumi-ri-tembus-rp134-8-triliun"/><item><title>Di Hadapan Jokowi, Bahlil Prediksi Investasi Panas Bumi RI Tembus Rp134,8 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/18/320/3064363/di-hadapan-jokowi-bahlil-prediksi-investasi-panas-bumi-ri-tembus-rp134-8-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/18/320/3064363/di-hadapan-jokowi-bahlil-prediksi-investasi-panas-bumi-ri-tembus-rp134-8-triliun</guid><pubDate>Rabu 18 September 2024 11:58 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/18/320/3064363/di-hadapan-jokowi-bahlil-prediksi-investasi-panas-bumi-ri-tembus-rp134-8-triliun-DpmVDmenI2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri ESDM Bahlil Lahadalia soal Panas Bumi. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/18/320/3064363/di-hadapan-jokowi-bahlil-prediksi-investasi-panas-bumi-ri-tembus-rp134-8-triliun-DpmVDmenI2.jpg</image><title>Menteri ESDM Bahlil Lahadalia soal Panas Bumi. (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memprediksi pertumbuhan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) selama 10 tahun terakhir mencapai dua kali lipat.
Menurutnya kapasitas listrik PLTP itu mencakup 18,5% dari total listrik energi baru terbarukan nasional atau 3% dari total 93 GW.

BACA JUGA:
Jokowi Heran Proyek Pembangkit Listrik Panas Bumi Tak Berjalan Cepat, Urus Izin hingga 6 Tahun

&quot;Dalam 10 tahun terakhir akumulasi investasi pembangunan PLTP juga tumbuh signifikan, yaitu naik hingga 8 kali lipat. Sehingga 2024 diperkirakan investasi di geothermal sebesar USD8,7 miliar atau setara Rp134,8 triliun,&quot; ujarnya di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara pembukaan The 10th Indonesia International Geothermal Convention &amp;amp; Exhibition (IIGCE) 2024 di Jakarta, Rabu (18/9/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOS8xOC8xLzE4NTMwNi8zL2N4UTB2N19qUWdz&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Bahlil menyebut pembangunan PLTP juga menciptakan lapangan kerja kurang lebih sekitar 900 ribu dan memberikan kontribusi kepada negara kurang lebih Rp16 triliun.

BACA JUGA:
Kisruh Kadin, Bos Buruh Sebut Jokowi Tak Akan Terbitkan Keppres

Tidak hanya dampak ekonomi, lanjut Bahlil, PLTP juga berkontribusi untuk mengurangi 17,4 juta ton emisi co2 per tahun di indonesia.&quot;Semua capaian itu tidak lepas dari arahan dan komitmen bapak presiden untuk mendorong EBT termasuk energi panas bumi di tanah air,&quot; tegas Bahlil.
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga mengungkapkan Indonesia memiliki potensi panas bumi atau geothermal sebesar 40% dari total energi panas bumi di dunia atau setara dengan 24 Gigawatt (GW).
&amp;ldquo;Saat ini kapasitas pembangkit listrik panas bumi di Indonesia mencapai 2,6 GW atau terbesar nomor dua di dunia,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memprediksi pertumbuhan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) selama 10 tahun terakhir mencapai dua kali lipat.
Menurutnya kapasitas listrik PLTP itu mencakup 18,5% dari total listrik energi baru terbarukan nasional atau 3% dari total 93 GW.

BACA JUGA:
Jokowi Heran Proyek Pembangkit Listrik Panas Bumi Tak Berjalan Cepat, Urus Izin hingga 6 Tahun

&quot;Dalam 10 tahun terakhir akumulasi investasi pembangunan PLTP juga tumbuh signifikan, yaitu naik hingga 8 kali lipat. Sehingga 2024 diperkirakan investasi di geothermal sebesar USD8,7 miliar atau setara Rp134,8 triliun,&quot; ujarnya di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara pembukaan The 10th Indonesia International Geothermal Convention &amp;amp; Exhibition (IIGCE) 2024 di Jakarta, Rabu (18/9/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOS8xOC8xLzE4NTMwNi8zL2N4UTB2N19qUWdz&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Bahlil menyebut pembangunan PLTP juga menciptakan lapangan kerja kurang lebih sekitar 900 ribu dan memberikan kontribusi kepada negara kurang lebih Rp16 triliun.

BACA JUGA:
Kisruh Kadin, Bos Buruh Sebut Jokowi Tak Akan Terbitkan Keppres

Tidak hanya dampak ekonomi, lanjut Bahlil, PLTP juga berkontribusi untuk mengurangi 17,4 juta ton emisi co2 per tahun di indonesia.&quot;Semua capaian itu tidak lepas dari arahan dan komitmen bapak presiden untuk mendorong EBT termasuk energi panas bumi di tanah air,&quot; tegas Bahlil.
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga mengungkapkan Indonesia memiliki potensi panas bumi atau geothermal sebesar 40% dari total energi panas bumi di dunia atau setara dengan 24 Gigawatt (GW).
&amp;ldquo;Saat ini kapasitas pembangkit listrik panas bumi di Indonesia mencapai 2,6 GW atau terbesar nomor dua di dunia,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
