<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anak Buah Luhut Sebut Harga Kendaraan Listrik di RI Harus Terjangkau</title><description>Kemenkomarves menyebut transisi kendaraan listrik di Indonesia bisa menjadi peluang  pertumbuhan ekonomi RI.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/18/320/3064365/anak-buah-luhut-sebut-harga-kendaraan-listrik-di-ri-harus-terjangkau</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/18/320/3064365/anak-buah-luhut-sebut-harga-kendaraan-listrik-di-ri-harus-terjangkau"/><item><title>Anak Buah Luhut Sebut Harga Kendaraan Listrik di RI Harus Terjangkau</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/18/320/3064365/anak-buah-luhut-sebut-harga-kendaraan-listrik-di-ri-harus-terjangkau</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/18/320/3064365/anak-buah-luhut-sebut-harga-kendaraan-listrik-di-ri-harus-terjangkau</guid><pubDate>Rabu 18 September 2024 12:02 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Akbar Malik</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/18/320/3064365/anak-buah-luhut-sebut-harga-kendaraan-listrik-di-ri-harus-terjangkau-1k0g8DqyMV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga kendaraan listrik harus terjangkau (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/18/320/3064365/anak-buah-luhut-sebut-harga-kendaraan-listrik-di-ri-harus-terjangkau-1k0g8DqyMV.jpg</image><title>Harga kendaraan listrik harus terjangkau (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) menyebut transisi kendaraan listrik di Indonesia bisa menjadi peluang pertumbuhan ekonomi RI.  Pemerintah menargetkan 13 juta kendaraan roda dua dan 2 juta kendaraan roda empat pada 2030.
&amp;ldquo;Untuk mewujudkan EV di Indonesia, kita perlu membuatnya tersedia, terjangkau, serta menyediakan infrastruktur yang baik dan kendaraan yang andal. Ini akan berdampak positif pada kualitas udara, mengurangi emisi karbon, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat secara luas,&quot; ujar Deputi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Transportasi di Kemenkomarves Rachmat Kaimuddin, Rabu (18/9/2024).

BACA JUGA:
Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik, Asosiasi Dukung Penerapan Pelebaran Golongan Tarif Listrik PLN


Untuk mendorong kendaraan listrik massal pada 2030, Kemenkomarves menggelar pertemuan tertutup para pemangku kepentingan. Pertemuan melibatkan Kemenkomarves, lembaga nirlaba global RMI, Enhancing Readiness for the Transition to Electric Vehicles (ENTREV), the Indonesia Environment Fund (IEF), and the Electric Mobility Ecosystem Association (AEML).
Pertemuan tertutup ini mempertemukan para pemangku kepentingan utama untuk membahas strategi yang dapat dilakukan guna mempercepat penggunaan kendaraan listrik (EV) di Indonesia, seiring dengan progres negara menuju target ambisius untuk memiliki 13 juta kendaraan roda dua listrik (e-2W) dan 2 juta kendaraan roda empat listrik (e-4W) di jalan raya pada tahun 2030.

BACA JUGA:
Kendaraan Listrik Diminta Diperbanyak, Luhut: Rp38 Triliun Habis untuk Biaya Pengobatan


Lokakarya yang diselenggarakan bersamaan dengan Indonesia Sustainable Forum (ISF) ini membahas hambatan penting dalam penggunaan EV di Indonesia, termasuk pengembangan kebijakan, solusi pembiayaan, infrastruktur pengisian daya, serta keterlibatan korporasi dan konsumen. Melalui diskusi kolaboratif, para peserta mengidentifikasi langkah-langkah strategis untuk mempercepat transisi mobilitas listrik di negara ini, yang selaras dengan Strategi Nasional Dekarbonisasi Sektor Transportasi yang dipimpin oleh Kemenkomarves.
Melalui upaya kolaboratif ini, acara tersebut menghasilkan pemahaman  yang komprehensif tentang cara meningkatkan keterlibatan korporasi dan  konsumen di sektor mobilitas listrik. Acara ini juga menyaksikan  penandatanganan MOU antara RMI dan IEF untuk berkolaborasi dalam tujuan  transisi energi bersih Indonesia. Keterlibatan ini penting untuk  mendorong perubahan kebijakan dan mendukung tujuan Indonesia menjadi  pasar mobilitas listrik dan energi bersih terdepan di Asia Tenggara.
Dalam acara tersebut, Wakil Ketua AEML Patrick Adhiatmaja mengatakan  transisi menuju mobilitas listrik membutuhkan kerja sama dari semua  pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, mitra sektor swasta, mitra  pembangunan, dan masyarakat.
&amp;ldquo;Transisi ini sangat penting untuk mengurangi emisi dan mempromosikan  mobilitas bersih, berkontribusi pada masa depan yang lebih  berkelanjutan bagi semua,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) menyebut transisi kendaraan listrik di Indonesia bisa menjadi peluang pertumbuhan ekonomi RI.  Pemerintah menargetkan 13 juta kendaraan roda dua dan 2 juta kendaraan roda empat pada 2030.
&amp;ldquo;Untuk mewujudkan EV di Indonesia, kita perlu membuatnya tersedia, terjangkau, serta menyediakan infrastruktur yang baik dan kendaraan yang andal. Ini akan berdampak positif pada kualitas udara, mengurangi emisi karbon, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat secara luas,&quot; ujar Deputi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Transportasi di Kemenkomarves Rachmat Kaimuddin, Rabu (18/9/2024).

BACA JUGA:
Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik, Asosiasi Dukung Penerapan Pelebaran Golongan Tarif Listrik PLN


Untuk mendorong kendaraan listrik massal pada 2030, Kemenkomarves menggelar pertemuan tertutup para pemangku kepentingan. Pertemuan melibatkan Kemenkomarves, lembaga nirlaba global RMI, Enhancing Readiness for the Transition to Electric Vehicles (ENTREV), the Indonesia Environment Fund (IEF), and the Electric Mobility Ecosystem Association (AEML).
Pertemuan tertutup ini mempertemukan para pemangku kepentingan utama untuk membahas strategi yang dapat dilakukan guna mempercepat penggunaan kendaraan listrik (EV) di Indonesia, seiring dengan progres negara menuju target ambisius untuk memiliki 13 juta kendaraan roda dua listrik (e-2W) dan 2 juta kendaraan roda empat listrik (e-4W) di jalan raya pada tahun 2030.

BACA JUGA:
Kendaraan Listrik Diminta Diperbanyak, Luhut: Rp38 Triliun Habis untuk Biaya Pengobatan


Lokakarya yang diselenggarakan bersamaan dengan Indonesia Sustainable Forum (ISF) ini membahas hambatan penting dalam penggunaan EV di Indonesia, termasuk pengembangan kebijakan, solusi pembiayaan, infrastruktur pengisian daya, serta keterlibatan korporasi dan konsumen. Melalui diskusi kolaboratif, para peserta mengidentifikasi langkah-langkah strategis untuk mempercepat transisi mobilitas listrik di negara ini, yang selaras dengan Strategi Nasional Dekarbonisasi Sektor Transportasi yang dipimpin oleh Kemenkomarves.
Melalui upaya kolaboratif ini, acara tersebut menghasilkan pemahaman  yang komprehensif tentang cara meningkatkan keterlibatan korporasi dan  konsumen di sektor mobilitas listrik. Acara ini juga menyaksikan  penandatanganan MOU antara RMI dan IEF untuk berkolaborasi dalam tujuan  transisi energi bersih Indonesia. Keterlibatan ini penting untuk  mendorong perubahan kebijakan dan mendukung tujuan Indonesia menjadi  pasar mobilitas listrik dan energi bersih terdepan di Asia Tenggara.
Dalam acara tersebut, Wakil Ketua AEML Patrick Adhiatmaja mengatakan  transisi menuju mobilitas listrik membutuhkan kerja sama dari semua  pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, mitra sektor swasta, mitra  pembangunan, dan masyarakat.
&amp;ldquo;Transisi ini sangat penting untuk mengurangi emisi dan mempromosikan  mobilitas bersih, berkontribusi pada masa depan yang lebih  berkelanjutan bagi semua,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
