<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Chief Talk Okezone: Bos Taman Safari Ungkap Tantangan Kelola Bisnis Kebun Binatang</title><description>Board of Director Taman Safari Indonesia Group Aswin Sumampau membagikan kisahnya menjalani bisnis kebun binatang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/18/455/3064388/chief-talk-okezone-bos-taman-safari-ungkap-tantangan-kelola-bisnis-kebun-binatang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/18/455/3064388/chief-talk-okezone-bos-taman-safari-ungkap-tantangan-kelola-bisnis-kebun-binatang"/><item><title>Chief Talk Okezone: Bos Taman Safari Ungkap Tantangan Kelola Bisnis Kebun Binatang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/18/455/3064388/chief-talk-okezone-bos-taman-safari-ungkap-tantangan-kelola-bisnis-kebun-binatang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/18/455/3064388/chief-talk-okezone-bos-taman-safari-ungkap-tantangan-kelola-bisnis-kebun-binatang</guid><pubDate>Rabu 18 September 2024 12:45 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Akbar Malik</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/18/455/3064388/chief-talk-okezone-bos-taman-safari-ungkap-tantangan-kelola-bisnis-kebun-binatang-33GQds2WEh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Chief Talk Okezone bersama Board of Director Taman Safari Indonesia Group Aswin Sumampau (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/18/455/3064388/chief-talk-okezone-bos-taman-safari-ungkap-tantangan-kelola-bisnis-kebun-binatang-33GQds2WEh.jpg</image><title>Chief Talk Okezone bersama Board of Director Taman Safari Indonesia Group Aswin Sumampau (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Board of Director Taman Safari Indonesia Group Aswin Sumampau membagikan kisahnya menjalani bisnis kebun binatang. Menurutnya bisnis ini sangat sulit karena banyak hal yang mesti disiapkan.
Pertama, harus mempelajari lebih dulu asal-usul hewannya. Kedua, membuat keaslian tempat untuk genetik dari satu hewan.

BACA JUGA:
Chief Talk Okezone : Alva Optimis Penjualan Motor Listrik Tembus Ratusan Ribu Unit Tahun Depan

&quot;Jadi kalau di kebun binatang itu disiapkan program-program. Enggak bisa begitu saja kita taruh hewannya. Itulah kalau mendalami bisnis kebun binatang itu lebih sulit dibanding yang kita lihat,&quot; ujarnya dalam acara Chief Talk Okezone, Rabu (18/9/2024).
Meski demikian, Aswin mengaku, bahwa bisnis ini akan terus berkembang. Pasalnya, potensi wisata alam di Indonesia masih sangat besar kebutuhannya.

BACA JUGA:
Chief Talk Okezone: AI Bak Pisau Bermata Dua di Dunia Pendidikan

&quot;Kalau kita melihat sebenarnya wisata alam itu masih sangat dibutuhkan semua masyarakat. Jadi aku melihat orang tua ingin memiliki opsi khususnya wisata berhubungan dengan alam. Nah kita di Taman Safari memastikan itu agar para wisatawan bisa sampai di tempat kita dengan baik,&quot; ujarnya.
Taman Safari Indonesia pertama kali didirikan pada tahun 1980 di Cisarua, Bogor. Pembangunannya diinisiasi oleh Grup Oriental Sirkus Indonesia, yang melihat potensi besar dalam mengembangkan wisata berbasis satwa.Aswin mengatakan bahwa Taman Safari memegang tiga pilar penting dalam  perkembangannya sampai sekarang. Pertama soal rekreasi, kedua edukasi  dan ketiga ada konservasi.
&quot;Kita mau mengedukasi semua yang datang tahu ini binatang apa, makan  apa, apakah langka atau tidak. Dan ada juga sisi konservasi. Di Taman  Safari banyak program konservasi yang berhasil seperti elang jawa,  harimau, badak. Kita juga sudah sempat melepas kembali komodo, burung  jalak,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Board of Director Taman Safari Indonesia Group Aswin Sumampau membagikan kisahnya menjalani bisnis kebun binatang. Menurutnya bisnis ini sangat sulit karena banyak hal yang mesti disiapkan.
Pertama, harus mempelajari lebih dulu asal-usul hewannya. Kedua, membuat keaslian tempat untuk genetik dari satu hewan.

BACA JUGA:
Chief Talk Okezone : Alva Optimis Penjualan Motor Listrik Tembus Ratusan Ribu Unit Tahun Depan

&quot;Jadi kalau di kebun binatang itu disiapkan program-program. Enggak bisa begitu saja kita taruh hewannya. Itulah kalau mendalami bisnis kebun binatang itu lebih sulit dibanding yang kita lihat,&quot; ujarnya dalam acara Chief Talk Okezone, Rabu (18/9/2024).
Meski demikian, Aswin mengaku, bahwa bisnis ini akan terus berkembang. Pasalnya, potensi wisata alam di Indonesia masih sangat besar kebutuhannya.

BACA JUGA:
Chief Talk Okezone: AI Bak Pisau Bermata Dua di Dunia Pendidikan

&quot;Kalau kita melihat sebenarnya wisata alam itu masih sangat dibutuhkan semua masyarakat. Jadi aku melihat orang tua ingin memiliki opsi khususnya wisata berhubungan dengan alam. Nah kita di Taman Safari memastikan itu agar para wisatawan bisa sampai di tempat kita dengan baik,&quot; ujarnya.
Taman Safari Indonesia pertama kali didirikan pada tahun 1980 di Cisarua, Bogor. Pembangunannya diinisiasi oleh Grup Oriental Sirkus Indonesia, yang melihat potensi besar dalam mengembangkan wisata berbasis satwa.Aswin mengatakan bahwa Taman Safari memegang tiga pilar penting dalam  perkembangannya sampai sekarang. Pertama soal rekreasi, kedua edukasi  dan ketiga ada konservasi.
&quot;Kita mau mengedukasi semua yang datang tahu ini binatang apa, makan  apa, apakah langka atau tidak. Dan ada juga sisi konservasi. Di Taman  Safari banyak program konservasi yang berhasil seperti elang jawa,  harimau, badak. Kita juga sudah sempat melepas kembali komodo, burung  jalak,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
