<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Emiten Kecipratan Cuan Imbas Perang Tarif AS-China</title><description>Emiten kecipratan cuan imbas perang tarif impor antara Amerika Serikat (AS) dan China.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/19/278/3064784/emiten-kecipratan-cuan-imbas-perang-tarif-as-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/19/278/3064784/emiten-kecipratan-cuan-imbas-perang-tarif-as-china"/><item><title>Emiten Kecipratan Cuan Imbas Perang Tarif AS-China</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/19/278/3064784/emiten-kecipratan-cuan-imbas-perang-tarif-as-china</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/19/278/3064784/emiten-kecipratan-cuan-imbas-perang-tarif-as-china</guid><pubDate>Kamis 19 September 2024 08:36 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/19/278/3064784/emiten-kecipratan-cuan-imbas-perang-tarif-as-china-UTI6UuHbLl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Emiten kecipratan cuan dari perang tarif AS-China (Foto: Freeepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/19/278/3064784/emiten-kecipratan-cuan-imbas-perang-tarif-as-china-UTI6UuHbLl.jpg</image><title>Emiten kecipratan cuan dari perang tarif AS-China (Foto: Freeepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Emiten kecipratan cuan imbas perang tarif impor antara Amerika Serikat (AS) dan China. PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mengantisipasi dampak positif pada permintaan setelah pengumuman terbaru oleh US Trade Representative (USTR) yang akan secara signifikan menaikkan tarif pada sarung tangan medis dan bedah buatan China.
Tarif baru tersebut akan naik menjadi 50% pada 2025 dan 100% pada 2026, yang diharapkan akan menggeser permintaan menuju produsen sarung tangan Malaysia, yang merupakan pelanggan utama Mark Dynamics.

BACA JUGA:
Saham Meroket, Berikut 10 Emiten Terkuat di Minggu Ini


Produsen sarung tangan besar Malaysia, seperti Hartalega Holdings, Top Glove Corporation, dan Kossan Rubber Industries, diperkirakan akan meningkatkan produksi untuk menangkap permintaan yang bergeser dari China ke pasar AS. Perkembangan ini diperkirakan akan mendorong volume produksi yang lebih tinggi di antara produsen sarung tangan Malaysia, sehingga meningkatkan permintaan untuk cetakan keramik tangan dari Mark Dynamics, demikian dilansir dari keterangan tertulis, Kamis (19/9/2024).

BACA JUGA:
Emiten yang Terapkan ESG Diburu Investor Saham, Kok Bisa?


Dengan meningkatnya produksi sarung tangan dunia terutama di Malaysia, ini merupakan katalis positif Peningkatan produksi sarung tangan dunia, khususnya di Malaysia. Pasalnya, dapat mendorong penjualan produk MARK yang sebagian besar diekspor ke negara jiran tersebut.
Pada tahun 2024, hampir 50% dari total penjualan cetakan sarung tangan MARK didistribusikan ke Malaysia, sementara sisanya diekspor ke negara-negara lain. Hal ini memperkuat posisi MARK sebagai pemasok utama cetakan sarung tangan di pasar global.
Malaysian Rubber Glove Manufacturers Association (MARGMA) Dalam  presentasinya, menyebutkan bahwa penggunaan sarung tangan disposibel  diperkirakan akan meningkat 12%-15% setiap tahun, dengan penjualan  mencapai 307 miliar pasang pada tahun 2023.
Hal ini menandakan produsen sarung tangan Malaysia mampu memenuhi  peningkatan permintaan sarung tangan yang diperkirakan akibat wabah  monkeypox (mpox). Permintaan yang lebih tinggi diantisipasi setelah  deklarasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada bulan Agustus bahwa mpox  merupakan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian  internasional.
Pertumbuhan permintaan ini sudah mulai terihat dalam kinerja  perseoran di 2024, berdasarkan pada laporan keuangan semester 1 2024  pertumbuhan penjualan naik menjadi Rp455 miliar sebesar 173%  dibandingkan YoY, laba bersih perseroan juga ikut meningkat 233% menjadi  Rp147 miliar dari laba bersih tahun lalu Rp63 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Emiten kecipratan cuan imbas perang tarif impor antara Amerika Serikat (AS) dan China. PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mengantisipasi dampak positif pada permintaan setelah pengumuman terbaru oleh US Trade Representative (USTR) yang akan secara signifikan menaikkan tarif pada sarung tangan medis dan bedah buatan China.
Tarif baru tersebut akan naik menjadi 50% pada 2025 dan 100% pada 2026, yang diharapkan akan menggeser permintaan menuju produsen sarung tangan Malaysia, yang merupakan pelanggan utama Mark Dynamics.

BACA JUGA:
Saham Meroket, Berikut 10 Emiten Terkuat di Minggu Ini


Produsen sarung tangan besar Malaysia, seperti Hartalega Holdings, Top Glove Corporation, dan Kossan Rubber Industries, diperkirakan akan meningkatkan produksi untuk menangkap permintaan yang bergeser dari China ke pasar AS. Perkembangan ini diperkirakan akan mendorong volume produksi yang lebih tinggi di antara produsen sarung tangan Malaysia, sehingga meningkatkan permintaan untuk cetakan keramik tangan dari Mark Dynamics, demikian dilansir dari keterangan tertulis, Kamis (19/9/2024).

BACA JUGA:
Emiten yang Terapkan ESG Diburu Investor Saham, Kok Bisa?


Dengan meningkatnya produksi sarung tangan dunia terutama di Malaysia, ini merupakan katalis positif Peningkatan produksi sarung tangan dunia, khususnya di Malaysia. Pasalnya, dapat mendorong penjualan produk MARK yang sebagian besar diekspor ke negara jiran tersebut.
Pada tahun 2024, hampir 50% dari total penjualan cetakan sarung tangan MARK didistribusikan ke Malaysia, sementara sisanya diekspor ke negara-negara lain. Hal ini memperkuat posisi MARK sebagai pemasok utama cetakan sarung tangan di pasar global.
Malaysian Rubber Glove Manufacturers Association (MARGMA) Dalam  presentasinya, menyebutkan bahwa penggunaan sarung tangan disposibel  diperkirakan akan meningkat 12%-15% setiap tahun, dengan penjualan  mencapai 307 miliar pasang pada tahun 2023.
Hal ini menandakan produsen sarung tangan Malaysia mampu memenuhi  peningkatan permintaan sarung tangan yang diperkirakan akibat wabah  monkeypox (mpox). Permintaan yang lebih tinggi diantisipasi setelah  deklarasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada bulan Agustus bahwa mpox  merupakan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian  internasional.
Pertumbuhan permintaan ini sudah mulai terihat dalam kinerja  perseoran di 2024, berdasarkan pada laporan keuangan semester 1 2024  pertumbuhan penjualan naik menjadi Rp455 miliar sebesar 173%  dibandingkan YoY, laba bersih perseroan juga ikut meningkat 233% menjadi  Rp147 miliar dari laba bersih tahun lalu Rp63 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
