<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Optimistis Pemerintahan Prabowo-Gibran, Anindya Bakrie: Fokus Peningkatan Nilai Tambah Ekonomi</title><description>Ketua Kadin Anindya Bakrie mengaku optimistis dengan pemerintahan Prabowo-Gibran.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/19/320/3064800/optimistis-pemerintahan-prabowo-gibran-anindya-bakrie-fokus-peningkatan-nilai-tambah-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/19/320/3064800/optimistis-pemerintahan-prabowo-gibran-anindya-bakrie-fokus-peningkatan-nilai-tambah-ekonomi"/><item><title>Optimistis Pemerintahan Prabowo-Gibran, Anindya Bakrie: Fokus Peningkatan Nilai Tambah Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/19/320/3064800/optimistis-pemerintahan-prabowo-gibran-anindya-bakrie-fokus-peningkatan-nilai-tambah-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/19/320/3064800/optimistis-pemerintahan-prabowo-gibran-anindya-bakrie-fokus-peningkatan-nilai-tambah-ekonomi</guid><pubDate>Kamis 19 September 2024 09:34 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/19/320/3064800/optimistis-pemerintahan-prabowo-gibran-anindya-bakrie-fokus-peningkatan-nilai-tambah-ekonomi-HQb1nhURFO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketum Kadin Anindya Bakrie optimistis dengan pemerintahan Prabowo-Gibran (Foto: Kadin)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/19/320/3064800/optimistis-pemerintahan-prabowo-gibran-anindya-bakrie-fokus-peningkatan-nilai-tambah-ekonomi-HQb1nhURFO.jpg</image><title>Ketum Kadin Anindya Bakrie optimistis dengan pemerintahan Prabowo-Gibran (Foto: Kadin)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ketua Kadin Anindya Bakrie mengaku optimistis dengan pemerintahan Prabowo-Gibran. Anindya menambahkan, hal baik mengenai pemerintahan Prabowo ke depan merupakan kesinambungan dari Presiden Joko Widodo.
&quot;Dan fokus Pak Prabowo sebagai presiden adalah pada reformasi struktural, infrastruktur digital, dan transisi energi serta peningkatan nilai tambah ekonomi,&amp;rdquo; kata dia, Kamis (19/9/2024).

BACA JUGA:
Arsjad vs Anindya Bakrie Berebut Kursi Ketum Kadin Bisa Ganggu Investasi di RI


Anindya selaku CEO Bakrie Brothers berharap pemerintahan Prabowo&amp;ndash;Gibran juga memfokuskan pada hilirisasi critical minerals.
&quot;Indonesia memiliki banyak critical minerals seperti nikel, tembaga, dan timah yang termasuk lima teratas di dunia, serta potensi energi terbarukan hingga 500 gigawatt. Kita juga memiliki keanekaragaman hayati yang dapat dilindungi dan dikapitalisasi untuk mendukung pertumbuhan industri,&quot; ungkapnya.

BACA JUGA:
 Presiden Jokowi Sentil Anindya Bakrie dan Arsjad Rasjid yang Rebutan Kursi Ketum Kadin


Ketika ditanya mengenai tanggapannya terhadap potensi kebijakan Pemerintahan Prabowo &amp;ndash; Gibran terkait perdagangan bebas (FTA) dengan Amerika Serikat, Anindya Bakrie mengaku optimistis.
&amp;ldquo;Saya pikir Pak Prabowo akan memperkuat FTA dengan AS. Karena apa yang kita lihat, Presiden Prabowo memiliki kesempatan&amp;mdash;secara geopolitik&amp;mdash;untuk menunjukkan Indonesia sebagai pemimpin Global South, tak hanya sebagai pemimpin Asia Tenggara, tetapi juga sebagai faktor penyeimbang antara &amp;ldquo;Timur&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;Barat&amp;rdquo; yang justru dibutuhkan dunia. Dan melihat rekam jejak beliau (Prabowo) dalam membangun diplomasi di masa lalu, termasuk sebagai Menteri Pertahanan saat ini, kita tidak bisa mengatakan hal lain selain optimis tentang apa yang bisa Indonesia lakukan ke depan,&amp;rdquo; ucap Anindya.
Dalam kesempatan tersebut, Anindya Bakrie memenuhi undangan dari  Milken Institute membawa misi bisnis dan investasi di Indonesia dalam  Milken Asia Summit di Hotel Four Seasons, Singapura. Dalam undangan kali  ini, Anindya Bakrie hadir sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri  (Kadin) Indonesia sekaligus sebagai CEO Bakrie Brothers dan Presiden  Komisaris VKTR. Anindya diundang dalam diskusi Sesi Publik bertema  &quot;Mendorong Transisi Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan&quot;.
Selain Anindya, turut hadir sebagai narasumber Menteri Sumber Daya  Alam dan Keberlanjutan Lingkungan Malaysia Nik Nasmi Nik Ahmad, Presiden  Boeing Asia Tenggara Penny Burtt dan CEO Alat, Amit Mudha. Diskusi ini  dimoderatori oleh Meghan Morris, Deputi Kepala Biro dari media Business  Insider.
Dalam diskusi tersebut, Anindya menjelaskan semakin banyaknya dunia  usaha yang beralih ke green-shoring yang berbasis pada prioritas  tanggung jawab terhadap lingkungan. Dalam hal ini Grup Bakrie menyadari  perlunya memindahkan produksi ke daerah yang memprioritaskan tanggung  jawab lingkungan yang juga membuka peluang investasi besar terutama di  Indonesia.
Anindya menambahkan, Indonesia memimpin dengan potensi energi  terbarukan dari biofuel, solar, dan geothermal dan menargetkan untuk  memproduksi 23% energinya dari sumber terbarukan pada tahun 2025, demi  mendukung strategi net-zero jangka Panjang.
Anindya juga berpendapat di antara tantangan beralih ke green-shoring  adalah memerlukan investasi signifikan dalam infrastruktur, teknologi  hijau, dan kepatuhan ESG (Environmental, Social, and Governance), dengan  pengembalian funding yang mungkin tertunda.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ketua Kadin Anindya Bakrie mengaku optimistis dengan pemerintahan Prabowo-Gibran. Anindya menambahkan, hal baik mengenai pemerintahan Prabowo ke depan merupakan kesinambungan dari Presiden Joko Widodo.
&quot;Dan fokus Pak Prabowo sebagai presiden adalah pada reformasi struktural, infrastruktur digital, dan transisi energi serta peningkatan nilai tambah ekonomi,&amp;rdquo; kata dia, Kamis (19/9/2024).

BACA JUGA:
Arsjad vs Anindya Bakrie Berebut Kursi Ketum Kadin Bisa Ganggu Investasi di RI


Anindya selaku CEO Bakrie Brothers berharap pemerintahan Prabowo&amp;ndash;Gibran juga memfokuskan pada hilirisasi critical minerals.
&quot;Indonesia memiliki banyak critical minerals seperti nikel, tembaga, dan timah yang termasuk lima teratas di dunia, serta potensi energi terbarukan hingga 500 gigawatt. Kita juga memiliki keanekaragaman hayati yang dapat dilindungi dan dikapitalisasi untuk mendukung pertumbuhan industri,&quot; ungkapnya.

BACA JUGA:
 Presiden Jokowi Sentil Anindya Bakrie dan Arsjad Rasjid yang Rebutan Kursi Ketum Kadin


Ketika ditanya mengenai tanggapannya terhadap potensi kebijakan Pemerintahan Prabowo &amp;ndash; Gibran terkait perdagangan bebas (FTA) dengan Amerika Serikat, Anindya Bakrie mengaku optimistis.
&amp;ldquo;Saya pikir Pak Prabowo akan memperkuat FTA dengan AS. Karena apa yang kita lihat, Presiden Prabowo memiliki kesempatan&amp;mdash;secara geopolitik&amp;mdash;untuk menunjukkan Indonesia sebagai pemimpin Global South, tak hanya sebagai pemimpin Asia Tenggara, tetapi juga sebagai faktor penyeimbang antara &amp;ldquo;Timur&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;Barat&amp;rdquo; yang justru dibutuhkan dunia. Dan melihat rekam jejak beliau (Prabowo) dalam membangun diplomasi di masa lalu, termasuk sebagai Menteri Pertahanan saat ini, kita tidak bisa mengatakan hal lain selain optimis tentang apa yang bisa Indonesia lakukan ke depan,&amp;rdquo; ucap Anindya.
Dalam kesempatan tersebut, Anindya Bakrie memenuhi undangan dari  Milken Institute membawa misi bisnis dan investasi di Indonesia dalam  Milken Asia Summit di Hotel Four Seasons, Singapura. Dalam undangan kali  ini, Anindya Bakrie hadir sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri  (Kadin) Indonesia sekaligus sebagai CEO Bakrie Brothers dan Presiden  Komisaris VKTR. Anindya diundang dalam diskusi Sesi Publik bertema  &quot;Mendorong Transisi Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan&quot;.
Selain Anindya, turut hadir sebagai narasumber Menteri Sumber Daya  Alam dan Keberlanjutan Lingkungan Malaysia Nik Nasmi Nik Ahmad, Presiden  Boeing Asia Tenggara Penny Burtt dan CEO Alat, Amit Mudha. Diskusi ini  dimoderatori oleh Meghan Morris, Deputi Kepala Biro dari media Business  Insider.
Dalam diskusi tersebut, Anindya menjelaskan semakin banyaknya dunia  usaha yang beralih ke green-shoring yang berbasis pada prioritas  tanggung jawab terhadap lingkungan. Dalam hal ini Grup Bakrie menyadari  perlunya memindahkan produksi ke daerah yang memprioritaskan tanggung  jawab lingkungan yang juga membuka peluang investasi besar terutama di  Indonesia.
Anindya menambahkan, Indonesia memimpin dengan potensi energi  terbarukan dari biofuel, solar, dan geothermal dan menargetkan untuk  memproduksi 23% energinya dari sumber terbarukan pada tahun 2025, demi  mendukung strategi net-zero jangka Panjang.
Anindya juga berpendapat di antara tantangan beralih ke green-shoring  adalah memerlukan investasi signifikan dalam infrastruktur, teknologi  hijau, dan kepatuhan ESG (Environmental, Social, and Governance), dengan  pengembalian funding yang mungkin tertunda.</content:encoded></item></channel></rss>
