<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kontrak Bayar Tol Tanpa Berhenti Bakal Dirombak, Kenapa?</title><description>Triono Junoasmono menyatakan pihaknya tengah melakukan pembahasan ulang terkait kontrak investasi penerapan tol nir sentuh.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/19/320/3064994/kontrak-bayar-tol-tanpa-berhenti-bakal-dirombak-kenapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/19/320/3064994/kontrak-bayar-tol-tanpa-berhenti-bakal-dirombak-kenapa"/><item><title>Kontrak Bayar Tol Tanpa Berhenti Bakal Dirombak, Kenapa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/19/320/3064994/kontrak-bayar-tol-tanpa-berhenti-bakal-dirombak-kenapa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/19/320/3064994/kontrak-bayar-tol-tanpa-berhenti-bakal-dirombak-kenapa</guid><pubDate>Kamis 19 September 2024 15:22 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/19/320/3064994/kontrak-bayar-tol-tanpa-berhenti-bakal-dirombak-kenapa-OCRVcj1sns.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jalan Tol Nir Sentuh (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/19/320/3064994/kontrak-bayar-tol-tanpa-berhenti-bakal-dirombak-kenapa-OCRVcj1sns.jpg</image><title>Jalan Tol Nir Sentuh (Foto: PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Triono Junoasmono menyatakan pihaknya tengah melakukan pembahasan ulang terkait kontrak investasi penerapan tol nir sentuh atau MLFF (Multi Lane Free Flow).
Triono menjelaskan Kementerian PUPR bersama Badan Usaha Pelaksana (BUP) PT RITS (Roatex Indonesia Tollroad System) tengah melakukan penyesuaian kontrak terkait kewajiban untuk menjalani masa transisi sebelum sistem pembayaran baru itu diterapkan secara penuh.

BACA JUGA:
Jaringan Jalan Tol IKN Ditargetkan Rampung Juni 2025

&quot;Kita mau negosiasi ulang nilai kontraknya lagi, harapan kita sekarang perbaikan dulu apa yang tertuang dalam kontrak nanti, ya mudah-mudahan tahun depan bisa kita laksanakan,&quot; ujarnya saat ditemui MNC di Kompleks DPR RI dikutip, Kamis (19/9/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOS8xOS80LzE4NTM1Ny8zL1pScE5BTUU0WlNv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Masa transisi yang direkomendasikan oleh Kementerian PUPR yakni dengan mencoba teknologi MLFF di satu lajur terlebih dahulu untuk beberapa ruas jalan tol. Sehingga masa transisi tersebut masuk dalam biaya investasi yang dikeluarkan PT RITS Indonesia sekitar Rp4,5 triliun.

BACA JUGA:
Buruh Siap Turun ke Jalan Tolak PP Kesehatan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Nanti ada konsep transisi atau bertahap sebelum ke full MLFF, dalam kontrak yang mau disesuaikan,&quot; tambahnya.Triono menambahkan jangka waktu periode masa transisi itu juga termasuk dalam pembahasan ulang kontrak investasi bersama RITS. Sebab, hal ini berkaitan langsung dengan imbal hasil yang akan diterima oleh BUP.
Triono menargetkan pada Bulan Desember mendatang penyesuaian kontrak tersebut rampung dikerjakan dan kembali dilakukan uji coba kembali untuk penerapan SLFF di beberapa ruas tol di seluruh Indonesia.
&quot;Mudah-mudahan bulan Desember nanti kita akan lakukan uji coba lagi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Triono Junoasmono menyatakan pihaknya tengah melakukan pembahasan ulang terkait kontrak investasi penerapan tol nir sentuh atau MLFF (Multi Lane Free Flow).
Triono menjelaskan Kementerian PUPR bersama Badan Usaha Pelaksana (BUP) PT RITS (Roatex Indonesia Tollroad System) tengah melakukan penyesuaian kontrak terkait kewajiban untuk menjalani masa transisi sebelum sistem pembayaran baru itu diterapkan secara penuh.

BACA JUGA:
Jaringan Jalan Tol IKN Ditargetkan Rampung Juni 2025

&quot;Kita mau negosiasi ulang nilai kontraknya lagi, harapan kita sekarang perbaikan dulu apa yang tertuang dalam kontrak nanti, ya mudah-mudahan tahun depan bisa kita laksanakan,&quot; ujarnya saat ditemui MNC di Kompleks DPR RI dikutip, Kamis (19/9/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOS8xOS80LzE4NTM1Ny8zL1pScE5BTUU0WlNv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Masa transisi yang direkomendasikan oleh Kementerian PUPR yakni dengan mencoba teknologi MLFF di satu lajur terlebih dahulu untuk beberapa ruas jalan tol. Sehingga masa transisi tersebut masuk dalam biaya investasi yang dikeluarkan PT RITS Indonesia sekitar Rp4,5 triliun.

BACA JUGA:
Buruh Siap Turun ke Jalan Tolak PP Kesehatan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Nanti ada konsep transisi atau bertahap sebelum ke full MLFF, dalam kontrak yang mau disesuaikan,&quot; tambahnya.Triono menambahkan jangka waktu periode masa transisi itu juga termasuk dalam pembahasan ulang kontrak investasi bersama RITS. Sebab, hal ini berkaitan langsung dengan imbal hasil yang akan diterima oleh BUP.
Triono menargetkan pada Bulan Desember mendatang penyesuaian kontrak tersebut rampung dikerjakan dan kembali dilakukan uji coba kembali untuk penerapan SLFF di beberapa ruas tol di seluruh Indonesia.
&quot;Mudah-mudahan bulan Desember nanti kita akan lakukan uji coba lagi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
