<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketika Jokowi Kaget Izin Investasi Bangun Pembangkit Listrik Panas Bumi Sampai 6 Tahun</title><description>Presiden Jokowi kaget baru mengetahui konstruksi dan perizinan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/19/320/3065112/ketika-jokowi-kaget-izin-investasi-bangun-pembangkit-listrik-panas-bumi-sampai-6-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/19/320/3065112/ketika-jokowi-kaget-izin-investasi-bangun-pembangkit-listrik-panas-bumi-sampai-6-tahun"/><item><title>Ketika Jokowi Kaget Izin Investasi Bangun Pembangkit Listrik Panas Bumi Sampai 6 Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/19/320/3065112/ketika-jokowi-kaget-izin-investasi-bangun-pembangkit-listrik-panas-bumi-sampai-6-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/19/320/3065112/ketika-jokowi-kaget-izin-investasi-bangun-pembangkit-listrik-panas-bumi-sampai-6-tahun</guid><pubDate>Kamis 19 September 2024 18:03 WIB</pubDate><dc:creator>Dwi Fitria Ningsih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/19/320/3065112/ketika-jokowi-kaget-izin-investasi-bangun-pembangkit-listrik-panas-bumi-sampai-6-tahun-8t43RoToI9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi Kaget Izin Membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Sampai 6 Tahun. (Foto: Okezone.com/Setpres) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/19/320/3065112/ketika-jokowi-kaget-izin-investasi-bangun-pembangkit-listrik-panas-bumi-sampai-6-tahun-8t43RoToI9.jpg</image><title>Jokowi Kaget Izin Membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Sampai 6 Tahun. (Foto: Okezone.com/Setpres) </title></images><description>JAKARTA - Presiden Jokowi kaget baru mengetahui konstruksi dan perizinan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi memakan waktu 5-6 tahun.
Padahal, banyak investor yang mencari energi hijau di Indonesia. Di mana potensi energi terbarukan mencapai 24 ribu megawatt (Mw). Namun sayangnya, proses pengembangannya tidak berjalan dengan cepat.

BACA JUGA:
Potensi 24 Ribu MW, Jokowi Ngeluh RI Baru Manfaatkan 11% Panas Bumi sejak 1980

&amp;ldquo;Seingat saya sudah pergi ke tiga lokasi pembangkit listrik tenaga panas bumi yang saya kira saat itu peluangnya besar artinya banyak investor yg mencari energi hijau EBT dan potensinya ada 24 ribu megawatt sudah kita kerjakan tapi kok tidak berjalan secara cepat,&amp;rdquo; ujar Jokowi, Kamis (19/9/2024).
Mengingat baru 11% dari total potensi yang dikerjakan, Jokowi menyarankan untuk mempercepat proses ini supaya investasi dan pembangkit listrik yang segera dibangun menjadi lebih banyak dan dapat segera menyelesaikan 24 ribu potensi yang sudah ada. Jika menunggu 5-6 tahun untuk memulai konstruksi, dikhawatirkan para investor tidak sabar.

BACA JUGA:
Bahlil Pamer Harta Karun Panas Bumi RI Terbesar di Dunia

&amp;ldquo;Kalau saya, gak kuat saya, meskipun banyak yang menyampaikan saya sabar tapi untuk menunggu 6 tahun gak kuat,&amp;rdquo; ungkapnya.Untuk memaksimalkan potensi energi hijau, maka akan dilakukan percepatan proses perizinan. Dengan begitu, Indonesia tidak hanya akan meningkatkan kapasitas listrik hijau saja, tetapi akan berkontribusi juga pada keberlanjutan serta ketahanan energi nasional.
Hal tersebut dikarenakan Indonesia berkomitmen untuk menjadi bagian bagian penting dari langkah-langkah dunia dalam membangun ekonomi hijau seperti dalam mengembangkan industri hijau dan melakukan transisi ke energi hijau. Komitmen ini sudah sering disampaikan oleh Jokowi.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Jokowi kaget baru mengetahui konstruksi dan perizinan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi memakan waktu 5-6 tahun.
Padahal, banyak investor yang mencari energi hijau di Indonesia. Di mana potensi energi terbarukan mencapai 24 ribu megawatt (Mw). Namun sayangnya, proses pengembangannya tidak berjalan dengan cepat.

BACA JUGA:
Potensi 24 Ribu MW, Jokowi Ngeluh RI Baru Manfaatkan 11% Panas Bumi sejak 1980

&amp;ldquo;Seingat saya sudah pergi ke tiga lokasi pembangkit listrik tenaga panas bumi yang saya kira saat itu peluangnya besar artinya banyak investor yg mencari energi hijau EBT dan potensinya ada 24 ribu megawatt sudah kita kerjakan tapi kok tidak berjalan secara cepat,&amp;rdquo; ujar Jokowi, Kamis (19/9/2024).
Mengingat baru 11% dari total potensi yang dikerjakan, Jokowi menyarankan untuk mempercepat proses ini supaya investasi dan pembangkit listrik yang segera dibangun menjadi lebih banyak dan dapat segera menyelesaikan 24 ribu potensi yang sudah ada. Jika menunggu 5-6 tahun untuk memulai konstruksi, dikhawatirkan para investor tidak sabar.

BACA JUGA:
Bahlil Pamer Harta Karun Panas Bumi RI Terbesar di Dunia

&amp;ldquo;Kalau saya, gak kuat saya, meskipun banyak yang menyampaikan saya sabar tapi untuk menunggu 6 tahun gak kuat,&amp;rdquo; ungkapnya.Untuk memaksimalkan potensi energi hijau, maka akan dilakukan percepatan proses perizinan. Dengan begitu, Indonesia tidak hanya akan meningkatkan kapasitas listrik hijau saja, tetapi akan berkontribusi juga pada keberlanjutan serta ketahanan energi nasional.
Hal tersebut dikarenakan Indonesia berkomitmen untuk menjadi bagian bagian penting dari langkah-langkah dunia dalam membangun ekonomi hijau seperti dalam mengembangkan industri hijau dan melakukan transisi ke energi hijau. Komitmen ini sudah sering disampaikan oleh Jokowi.</content:encoded></item></channel></rss>
