<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utang Luar Negeri RI Tembus Rp6.421,6 Triliun</title><description>ULN Indonesia pada Juli 2024 tercatat sebesar USD414,3 miliar atau setara Rp6.421,6 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/20/320/3065129/utang-luar-negeri-ri-tembus-rp6-421-6-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/20/320/3065129/utang-luar-negeri-ri-tembus-rp6-421-6-triliun"/><item><title>Utang Luar Negeri RI Tembus Rp6.421,6 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/20/320/3065129/utang-luar-negeri-ri-tembus-rp6-421-6-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/20/320/3065129/utang-luar-negeri-ri-tembus-rp6-421-6-triliun</guid><pubDate>Jum'at 20 September 2024 07:15 WIB</pubDate><dc:creator>Dwi Fitria Ningsih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/19/320/3065129/utang-luar-negeri-ri-tembus-rp6-421-6-triliun-aOyyXmQGHk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Utang luar negeri Indonesia naik. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/19/320/3065129/utang-luar-negeri-ri-tembus-rp6-421-6-triliun-aOyyXmQGHk.jpg</image><title>Utang luar negeri Indonesia naik. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Juli 2024 tercatat sebesar USD414,3 miliar atau setara Rp6.421,6 triliun tumbuh sebesar 4,1% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Juni 2024.
&quot;Perkembangan ULN tersebut bersumber dari sektor publik, baik Pemerintah maupun Bank Sentral. Posisi ULN pada Juli 2024 juga dipengaruhi oleh faktor pelemahan mata uang dolar AS terhadap mayoritas mata uang global, termasuk Rupiah,&quot; ujar Asisten Gubernur Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangannya.

BACA JUGA:
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi Jadi Rp6.421,6 Triliun

Menurut Erwin, ULN pemerintah kembali mencatat kontraksi pertumbuhan. Posisi ULN pemerintah pada Juli 2024 sebesar USD194,3 miliar, atau mencatat kontraksi pertumbuhan 0,8 persen (yoy).

Perkembangan ULN tersebut dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri dan peningkatan aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN), seiring dengan tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.&quot;Sebagai salah satu instrumen pembiayaan APBN, pemanfaatan ULN terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan sektor produktif serta belanja prioritas guna melanjutkan momentum pertumbuhan ekonomi,&quot; jelasnya.
Baca Selengkapnya: Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi Jadi Rp6.421,6 Triliun</description><content:encoded>JAKARTA - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Juli 2024 tercatat sebesar USD414,3 miliar atau setara Rp6.421,6 triliun tumbuh sebesar 4,1% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Juni 2024.
&quot;Perkembangan ULN tersebut bersumber dari sektor publik, baik Pemerintah maupun Bank Sentral. Posisi ULN pada Juli 2024 juga dipengaruhi oleh faktor pelemahan mata uang dolar AS terhadap mayoritas mata uang global, termasuk Rupiah,&quot; ujar Asisten Gubernur Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangannya.

BACA JUGA:
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi Jadi Rp6.421,6 Triliun

Menurut Erwin, ULN pemerintah kembali mencatat kontraksi pertumbuhan. Posisi ULN pemerintah pada Juli 2024 sebesar USD194,3 miliar, atau mencatat kontraksi pertumbuhan 0,8 persen (yoy).

Perkembangan ULN tersebut dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri dan peningkatan aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN), seiring dengan tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.&quot;Sebagai salah satu instrumen pembiayaan APBN, pemanfaatan ULN terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan sektor produktif serta belanja prioritas guna melanjutkan momentum pertumbuhan ekonomi,&quot; jelasnya.
Baca Selengkapnya: Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi Jadi Rp6.421,6 Triliun</content:encoded></item></channel></rss>
