<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kembangkan B50, RI Bisa Kendalikan Harga Sawit Dunia</title><description>Sudaryono menegaskan pengembangan sawit menjadi bahan bakar biodiesel B50 merupakan langkah maju yang dilakukan pemerintah Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/21/320/3065778/kembangkan-b50-ri-bisa-kendalikan-harga-sawit-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/21/320/3065778/kembangkan-b50-ri-bisa-kendalikan-harga-sawit-dunia"/><item><title>Kembangkan B50, RI Bisa Kendalikan Harga Sawit Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/21/320/3065778/kembangkan-b50-ri-bisa-kendalikan-harga-sawit-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/21/320/3065778/kembangkan-b50-ri-bisa-kendalikan-harga-sawit-dunia</guid><pubDate>Sabtu 21 September 2024 10:31 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Akbar Malik</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/21/320/3065778/kembangkan-b50-ri-bisa-kendalikan-harga-sawit-dunia-RJh0T4PsMJ.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Wamentan Sudaryono Soal Harga Sawit (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/21/320/3065778/kembangkan-b50-ri-bisa-kendalikan-harga-sawit-dunia-RJh0T4PsMJ.jfif</image><title>Wamentan Sudaryono Soal Harga Sawit (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan pengembangan sawit menjadi bahan bakar biodiesel B50 merupakan langkah maju yang dilakukan pemerintah Indonesia selama ini. Menurutnya, sawit adalah komoditas yang paling siap untuk dipasarkan ke berbagai penjuru dunia.
&quot;Saya kira dari semua komoditi perkebunan, sawit ini yang paling siap untuk kita pasarkan. Misalnya dikonversi menjadi B50 sebagai bagian dari bargaining kita kepada dunia,&quot; ujar Wamentan, Sabtu (21/9/2024).

BACA JUGA:
Siapkan B50, Produksi Minyak Sawit RI Sudah Aman?


Wamentan Sudaryono optimis Indonesia dapat mengendalikan harga komoditas sawit dunia apabila konversi terus dilakukan secara cepat. Apalagi, kata dia, 60 persen sawit dunia dikuasai Indonesia dengan lahan perkebunan yang sangat luas.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOS8xMy80LzE4NTExOC8zL21tS0xwVy1FUExJ&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Artinya kalau produktivitas kita tinggi tetapi harga jatuh, kita konversi sebagian untuk B50. Jadi kita ada bandulan. Sama seperti Brazil melakukan bandulan antara gula sama bioetanol. Jadi saat harga gula tinggi, dia produksi di gula supaya harga gula turun,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Ini Hasil Uji Coba Biodiesel B50, RI Bisa Jadi Pengekspor 


&quot;Sawit itu kita produsen terbesar, terus rata-rata pengusaha petani sawit kita ini kalau dalam dia berusaha itu ada kekhawatiran apakah laku atau tidak produknya. Sekarang ini kita sudah punya substitusi, jadi kalau misalnya negara tujuan ekspor mempersulit dan lain-lain, kita bisa substitusi menjadi energi,&quot; tambahnya.Mengenai hal ini, kata Wamentan Sudaryo, Sudaryono pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan biodiesel dari komoditas sawit. Bahkan ke depan, pemrograman sudah melakukan upaya pengembangan dari B50 ke B100.
&quot;Jadi ini akan terus ditingkatkan dari B50, bahkan secara teknologi B100 sudah berhasil,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan pengembangan sawit menjadi bahan bakar biodiesel B50 merupakan langkah maju yang dilakukan pemerintah Indonesia selama ini. Menurutnya, sawit adalah komoditas yang paling siap untuk dipasarkan ke berbagai penjuru dunia.
&quot;Saya kira dari semua komoditi perkebunan, sawit ini yang paling siap untuk kita pasarkan. Misalnya dikonversi menjadi B50 sebagai bagian dari bargaining kita kepada dunia,&quot; ujar Wamentan, Sabtu (21/9/2024).

BACA JUGA:
Siapkan B50, Produksi Minyak Sawit RI Sudah Aman?


Wamentan Sudaryono optimis Indonesia dapat mengendalikan harga komoditas sawit dunia apabila konversi terus dilakukan secara cepat. Apalagi, kata dia, 60 persen sawit dunia dikuasai Indonesia dengan lahan perkebunan yang sangat luas.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOS8xMy80LzE4NTExOC8zL21tS0xwVy1FUExJ&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Artinya kalau produktivitas kita tinggi tetapi harga jatuh, kita konversi sebagian untuk B50. Jadi kita ada bandulan. Sama seperti Brazil melakukan bandulan antara gula sama bioetanol. Jadi saat harga gula tinggi, dia produksi di gula supaya harga gula turun,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Ini Hasil Uji Coba Biodiesel B50, RI Bisa Jadi Pengekspor 


&quot;Sawit itu kita produsen terbesar, terus rata-rata pengusaha petani sawit kita ini kalau dalam dia berusaha itu ada kekhawatiran apakah laku atau tidak produknya. Sekarang ini kita sudah punya substitusi, jadi kalau misalnya negara tujuan ekspor mempersulit dan lain-lain, kita bisa substitusi menjadi energi,&quot; tambahnya.Mengenai hal ini, kata Wamentan Sudaryo, Sudaryono pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan biodiesel dari komoditas sawit. Bahkan ke depan, pemrograman sudah melakukan upaya pengembangan dari B50 ke B100.
&quot;Jadi ini akan terus ditingkatkan dari B50, bahkan secara teknologi B100 sudah berhasil,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
