<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Ibunda Sri Mulyani   Dibuat Repot, Kerap Diminta Sumbangan Lantaran sang Anak Kelola Ribuan Triliun APBN</title><description>Sri Mulyani mengungkapkan bahwa sang ibunda dibuat repot karena dimintai sumbangan dengan berbagai macam alasan seperti biaya perkawinan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/21/320/3065847/kisah-ibunda-sri-mulyani-dibuat-repot-kerap-diminta-sumbangan-lantaran-sang-anak-kelola-ribuan-triliun-apbn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/21/320/3065847/kisah-ibunda-sri-mulyani-dibuat-repot-kerap-diminta-sumbangan-lantaran-sang-anak-kelola-ribuan-triliun-apbn"/><item><title>Kisah Ibunda Sri Mulyani   Dibuat Repot, Kerap Diminta Sumbangan Lantaran sang Anak Kelola Ribuan Triliun APBN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/21/320/3065847/kisah-ibunda-sri-mulyani-dibuat-repot-kerap-diminta-sumbangan-lantaran-sang-anak-kelola-ribuan-triliun-apbn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/21/320/3065847/kisah-ibunda-sri-mulyani-dibuat-repot-kerap-diminta-sumbangan-lantaran-sang-anak-kelola-ribuan-triliun-apbn</guid><pubDate>Sabtu 21 September 2024 14:30 WIB</pubDate><dc:creator>Ayunda Yauminissa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/21/320/3065847/kisah-ibunda-sri-mulyani-dibuat-repot-kerap-diminta-sumbangan-lantaran-sang-anak-kelola-ribuan-triliun-apbn-OipEzySxZN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Sri Mulyani berfoto Kenang Perjuangan Ibunya (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/21/320/3065847/kisah-ibunda-sri-mulyani-dibuat-repot-kerap-diminta-sumbangan-lantaran-sang-anak-kelola-ribuan-triliun-apbn-OipEzySxZN.jpg</image><title>Menkeu Sri Mulyani berfoto Kenang Perjuangan Ibunya (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan bahwa sang ibunda dibuat repot karena dimintai sumbangan dengan berbagai macam alasan seperti biaya perkawinan, khitanan hingga kerap kali dimintai untuk membantu biaya sekolah.
Hal ini terjadi lantaran sang Ibunda dan sang ayah bekerja sebagai dosen dan dianggap berlimpah harta.

BACA JUGA:
Buku Sri Mulyani No Limits, Canda Menko Airlangga: Kode Keras Jadi Menteri Lagi



&amp;ldquo;Nduk (Nak), kok banyak ya, orang yang datang ke rumah sekarang?&amp;rdquo; Ucap sang ibunda Retno Sriningsih Satmoko Saat suatu kali sedang bertanya kepada Anaknya.
Bahkan, Sri Mulyani dibuat bingung juga karena dirinya pun mengatakan hanya menerima gaji dan tunjangan kinerja setiap bulannya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOS8yMC82OC8xODU0MzIvMy9MVjA3V2FhbHJncw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Hingga pada suatu hari, ketika sang ibunda baru saja menerima honorarium yang nominal nya hanya Rp25 ribu, datang seseorang yang ingin meminta bantuan untuk membiayai khitanan anaknya. Dan tanpa pikir panjang, sang ibunda langsung saja memberikan uang tersebut kepada orang yang sedang membutuhkannya itu.

BACA JUGA:
Buku Sri Mulyani No Limits, Kilas Balik Perjalan Satu Koper hingga Menkeu Terlama Setelah Ali Wardhana


&amp;ldquo;Yo uwis iki rejekine kowe (yasudah, ini rezeki kamu),&amp;rdquo; ujarnya.
Meskipun begitu, sang ibunda tetap memberikan sebagian rezekinya untuk membantu orang yang membutuhkan, dan Sri Mulyani pun belajar harus tetap semangat meski hidup dalam kesederhanaan.
Hingga pada akhir hayatnya pun, sang ibunda memiliki tabungan tidak lebih dari Rp16 juta. Kata Sri Mulyani, sang ibunda sudah merasa sangat kaya. &amp;ldquo;Aku punya duit Rp16 juta, mau aku wariskan ke siapa, ya?&amp;rdquo; ujarnya sebelum wafat.
Hal tersebut hampir serupa dialami oleh sang kakek Sri Mulyani yang tinggal di Gombong, Jawa Tengah. Sang kakek pun sering kali di datangi oleh masyarakat di daerah nya tersebut pada saat menjelang peringatan lebaran Idul Adha.
Sri Mulyani mengatakan &amp;ldquo;Eyang saya dibilang &amp;lsquo;katanya cucunya menteri keuangan masa cuma (potong) kambing? Harus sapi, dong&amp;rsquo;,&amp;rdquo; ujar Sri tergelak.
&amp;ldquo;Dan kalau tidak melakukannya, langsung saja dianggap pelit, tidak mau berbagi rezeki,&amp;rdquo; tambahnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan bahwa sang ibunda dibuat repot karena dimintai sumbangan dengan berbagai macam alasan seperti biaya perkawinan, khitanan hingga kerap kali dimintai untuk membantu biaya sekolah.
Hal ini terjadi lantaran sang Ibunda dan sang ayah bekerja sebagai dosen dan dianggap berlimpah harta.

BACA JUGA:
Buku Sri Mulyani No Limits, Canda Menko Airlangga: Kode Keras Jadi Menteri Lagi



&amp;ldquo;Nduk (Nak), kok banyak ya, orang yang datang ke rumah sekarang?&amp;rdquo; Ucap sang ibunda Retno Sriningsih Satmoko Saat suatu kali sedang bertanya kepada Anaknya.
Bahkan, Sri Mulyani dibuat bingung juga karena dirinya pun mengatakan hanya menerima gaji dan tunjangan kinerja setiap bulannya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOS8yMC82OC8xODU0MzIvMy9MVjA3V2FhbHJncw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Hingga pada suatu hari, ketika sang ibunda baru saja menerima honorarium yang nominal nya hanya Rp25 ribu, datang seseorang yang ingin meminta bantuan untuk membiayai khitanan anaknya. Dan tanpa pikir panjang, sang ibunda langsung saja memberikan uang tersebut kepada orang yang sedang membutuhkannya itu.

BACA JUGA:
Buku Sri Mulyani No Limits, Kilas Balik Perjalan Satu Koper hingga Menkeu Terlama Setelah Ali Wardhana


&amp;ldquo;Yo uwis iki rejekine kowe (yasudah, ini rezeki kamu),&amp;rdquo; ujarnya.
Meskipun begitu, sang ibunda tetap memberikan sebagian rezekinya untuk membantu orang yang membutuhkan, dan Sri Mulyani pun belajar harus tetap semangat meski hidup dalam kesederhanaan.
Hingga pada akhir hayatnya pun, sang ibunda memiliki tabungan tidak lebih dari Rp16 juta. Kata Sri Mulyani, sang ibunda sudah merasa sangat kaya. &amp;ldquo;Aku punya duit Rp16 juta, mau aku wariskan ke siapa, ya?&amp;rdquo; ujarnya sebelum wafat.
Hal tersebut hampir serupa dialami oleh sang kakek Sri Mulyani yang tinggal di Gombong, Jawa Tengah. Sang kakek pun sering kali di datangi oleh masyarakat di daerah nya tersebut pada saat menjelang peringatan lebaran Idul Adha.
Sri Mulyani mengatakan &amp;ldquo;Eyang saya dibilang &amp;lsquo;katanya cucunya menteri keuangan masa cuma (potong) kambing? Harus sapi, dong&amp;rsquo;,&amp;rdquo; ujar Sri tergelak.
&amp;ldquo;Dan kalau tidak melakukannya, langsung saja dianggap pelit, tidak mau berbagi rezeki,&amp;rdquo; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
