<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6 Fakta BBM Subsidi hingga Pertamax Ternyata Kotor seperti Pertalite</title><description>BBM subsidi yakni Pertalite hingga Pertamax memiliki kandungan sulfur yang tinggi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/23/320/3065295/6-fakta-bbm-subsidi-hingga-pertamax-ternyata-kotor-seperti-pertalite</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/23/320/3065295/6-fakta-bbm-subsidi-hingga-pertamax-ternyata-kotor-seperti-pertalite"/><item><title>6 Fakta BBM Subsidi hingga Pertamax Ternyata Kotor seperti Pertalite</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/23/320/3065295/6-fakta-bbm-subsidi-hingga-pertamax-ternyata-kotor-seperti-pertalite</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/23/320/3065295/6-fakta-bbm-subsidi-hingga-pertamax-ternyata-kotor-seperti-pertalite</guid><pubDate>Senin 23 September 2024 07:15 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/20/320/3065295/6-fakta-bbm-subsidi-hingga-pertamax-ternyata-kotor-seperti-pertalite-SG7iPQzohG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Fakta BBM Subsidi dan Pertamax ternyata kotor (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/20/320/3065295/6-fakta-bbm-subsidi-hingga-pertamax-ternyata-kotor-seperti-pertalite-SG7iPQzohG.jpg</image><title>Fakta BBM Subsidi dan Pertamax ternyata kotor (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - BBM subsidi yakni Pertalite hingga Pertamax memiliki kandungan sulfur yang tinggi. Kandungan sulfur yang tinggi ini bisa berdampak pada kendaraan bermotor.
Hal ini diakui oleh Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Rachmat Kaimuddin. Dia mengatakan kandungan sulfur Pertalite ada di angka 500 ppm. Sementara standar yang dianjurkan dalam aturan adalah 50 ppm. Karena itu, pemerintah ingin meningkatkan kualitas BBM subsidi, tanpa menaikkan harganya.
Berikut fakta BBM subsidi hingga Pertama, kotor, dirangkum Okezone, Senin (23/9/2024).

BACA JUGA:
Pertamax Disebut Tinggi Sulfur dan BBM Kotor seperti Pertalite, Ini Penjelasan Pertamina


1. Pertamax Kotor
Tak hanya Pertalite, ternyata Pertamax yang memiliki RON 92 juga memiliki kandungan sulfur cukup tinggi. Berdasarkan laman resmi Pertamina, kandungan sulfur di Pertamax mencapai 130 ppm. Padahal, Pertamina mengklaim Pertamax merupakan jenis BBM berkualitas yang dapat membuat mesin lebih bersih dan pembakaran lebih baik

BACA JUGA:
BBM Subsidi Dibatasi, Hanya Motor dan Transportasi Umum yang Boleh Beli Pertalite 


2. Bikin Mesin Rusak
Kandungan sulfur yang tinggi pada bahan bakar bisa menyebabkan mesin mengalami kerusakan. Melansir Tutorchase, Selasa (17/9/2024), kualitas bahan bakar sangat dipengaruhi oleh kandungan sulfurnya. Sulfur merupakan unsur alami dalam minyak mentah, sering kali terdapat dalam bahan bakar dalam jumlah yang bervariasi.
Bahan bakar dengan kandungan sulfur tinggi yang dibakar akan menghasilkan sulfur dioksida (SO2), gas berbahaya yang berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan. Hal ini sangat memprihatinkan karena sulfur dioksida merupakan penyebab utama hujan asam.
Kandungan tersebut dapat merusak ekosistem, merusak bangunan dan infrastruktur, serta menimbulkan risiko kesehatan bagi manusia dan hewan.
3. Bikin Kendaraan Boros
Kandungan sulfur pada bahan bakar dapat mempengaruhi efisiensinya.  Bahan bakar dengan sulfur tinggi cenderung menghasilkan energi panas  yang lebih sedikit ketika dibakar dibandingkan bahan bakar dengan sulfur  rendah.
Artinya, kendaraan atau mesin yang menggunakan bahan bakar sulfur  tinggi mungkin memerlukan lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan  jumlah energi yang sama. Hal ini membuat konsumsi bahan bakar menjadi  boros.
4. Pencemaran Lingkungan
Kandungan sulfur dalam bahan bakar berperan penting dalam menentukan  kualitasnya. Bahan bakar belerang tinggi dapat menyebabkan pencemaran  lingkungan, kerusakan mesin, dan penurunan efisiensi, sehingga kurang  diminati dibandingkan bahan bakar belerang rendah.
Oleh karena itu, mengurangi kandungan sulfur dalam bahan bakar  merupakan langkah penting menuju peningkatan kualitas bahan bakar dan  mendorong kelestarian lingkungan.
5. Bantahan Pertamina
PT Pertamina menengaskan bahwa sulfur pada BBM Pertamax sudah  memenuhi ketentuan Kementerian ESDM. Di mana sebelumnya, kandungan  sulfur pada BBM dengan RON 92 tersebut dinilai bahaya bagi kendaraan.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari  mengatakan, batas maksimal kandungan sulfur dalam BBM RON 92 yang  ditetapkan Ditjen Migas adalah 400 ppm. Ketetapan ini berlaku untuk  semua BBM RON 92 yang dijual di Indonesia, baik oleh Pertamina maupun  badan usaha lain.
&amp;ldquo;Kami pastikan seluruh produk BBM Pertamina memenuhi ketentuan yang  berlaku. Bahkan kandungan sulfur Pertamax masih jauh di bawah 400 ppm,  masyarakat tidak perlu khawatir dengan kualitas Pertamax,&amp;rdquo; tegas Heppy.
6. Hasil Uji BBM
Heppy melanjutkan, hasil kandungan sulfur Pertamax tersebut diperoleh  dari hasil uji kualitas yang pernah dilakukan Balai Besar Pengujian  Minyak dan Gas Bumi (BBPMGB) Lemigas Ditjen Migas Kementerian ESDM.
&amp;ldquo;Pengujian dilakukan untuk BBM RON 92 baik dari Pertamina maupun  badan usaha lainnya. Untuk Pertamax, hasilnya kandungan sulfurnya masih  jauh dibawah batas maksimal yang ditetapkan Ditjen Migas,&amp;rdquo; ujar Heppy.</description><content:encoded>JAKARTA - BBM subsidi yakni Pertalite hingga Pertamax memiliki kandungan sulfur yang tinggi. Kandungan sulfur yang tinggi ini bisa berdampak pada kendaraan bermotor.
Hal ini diakui oleh Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Rachmat Kaimuddin. Dia mengatakan kandungan sulfur Pertalite ada di angka 500 ppm. Sementara standar yang dianjurkan dalam aturan adalah 50 ppm. Karena itu, pemerintah ingin meningkatkan kualitas BBM subsidi, tanpa menaikkan harganya.
Berikut fakta BBM subsidi hingga Pertama, kotor, dirangkum Okezone, Senin (23/9/2024).

BACA JUGA:
Pertamax Disebut Tinggi Sulfur dan BBM Kotor seperti Pertalite, Ini Penjelasan Pertamina


1. Pertamax Kotor
Tak hanya Pertalite, ternyata Pertamax yang memiliki RON 92 juga memiliki kandungan sulfur cukup tinggi. Berdasarkan laman resmi Pertamina, kandungan sulfur di Pertamax mencapai 130 ppm. Padahal, Pertamina mengklaim Pertamax merupakan jenis BBM berkualitas yang dapat membuat mesin lebih bersih dan pembakaran lebih baik

BACA JUGA:
BBM Subsidi Dibatasi, Hanya Motor dan Transportasi Umum yang Boleh Beli Pertalite 


2. Bikin Mesin Rusak
Kandungan sulfur yang tinggi pada bahan bakar bisa menyebabkan mesin mengalami kerusakan. Melansir Tutorchase, Selasa (17/9/2024), kualitas bahan bakar sangat dipengaruhi oleh kandungan sulfurnya. Sulfur merupakan unsur alami dalam minyak mentah, sering kali terdapat dalam bahan bakar dalam jumlah yang bervariasi.
Bahan bakar dengan kandungan sulfur tinggi yang dibakar akan menghasilkan sulfur dioksida (SO2), gas berbahaya yang berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan. Hal ini sangat memprihatinkan karena sulfur dioksida merupakan penyebab utama hujan asam.
Kandungan tersebut dapat merusak ekosistem, merusak bangunan dan infrastruktur, serta menimbulkan risiko kesehatan bagi manusia dan hewan.
3. Bikin Kendaraan Boros
Kandungan sulfur pada bahan bakar dapat mempengaruhi efisiensinya.  Bahan bakar dengan sulfur tinggi cenderung menghasilkan energi panas  yang lebih sedikit ketika dibakar dibandingkan bahan bakar dengan sulfur  rendah.
Artinya, kendaraan atau mesin yang menggunakan bahan bakar sulfur  tinggi mungkin memerlukan lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan  jumlah energi yang sama. Hal ini membuat konsumsi bahan bakar menjadi  boros.
4. Pencemaran Lingkungan
Kandungan sulfur dalam bahan bakar berperan penting dalam menentukan  kualitasnya. Bahan bakar belerang tinggi dapat menyebabkan pencemaran  lingkungan, kerusakan mesin, dan penurunan efisiensi, sehingga kurang  diminati dibandingkan bahan bakar belerang rendah.
Oleh karena itu, mengurangi kandungan sulfur dalam bahan bakar  merupakan langkah penting menuju peningkatan kualitas bahan bakar dan  mendorong kelestarian lingkungan.
5. Bantahan Pertamina
PT Pertamina menengaskan bahwa sulfur pada BBM Pertamax sudah  memenuhi ketentuan Kementerian ESDM. Di mana sebelumnya, kandungan  sulfur pada BBM dengan RON 92 tersebut dinilai bahaya bagi kendaraan.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari  mengatakan, batas maksimal kandungan sulfur dalam BBM RON 92 yang  ditetapkan Ditjen Migas adalah 400 ppm. Ketetapan ini berlaku untuk  semua BBM RON 92 yang dijual di Indonesia, baik oleh Pertamina maupun  badan usaha lain.
&amp;ldquo;Kami pastikan seluruh produk BBM Pertamina memenuhi ketentuan yang  berlaku. Bahkan kandungan sulfur Pertamax masih jauh di bawah 400 ppm,  masyarakat tidak perlu khawatir dengan kualitas Pertamax,&amp;rdquo; tegas Heppy.
6. Hasil Uji BBM
Heppy melanjutkan, hasil kandungan sulfur Pertamax tersebut diperoleh  dari hasil uji kualitas yang pernah dilakukan Balai Besar Pengujian  Minyak dan Gas Bumi (BBPMGB) Lemigas Ditjen Migas Kementerian ESDM.
&amp;ldquo;Pengujian dilakukan untuk BBM RON 92 baik dari Pertamina maupun  badan usaha lainnya. Untuk Pertamax, hasilnya kandungan sulfurnya masih  jauh dibawah batas maksimal yang ditetapkan Ditjen Migas,&amp;rdquo; ujar Heppy.</content:encoded></item></channel></rss>
