<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Realisasi Belanja Pemerintah Pusat Rp1.368,5 Triliun di Akhir Agustus 2024, Buat Apa Saja?</title><description>Kementerian Keuangan mencatat realisasi belanja pemerintah pusat (BPP) mencapai Rp1.368,5 triliun pada Agustus 2024</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/23/320/3066541/realisasi-belanja-pemerintah-pusat-rp1-368-5-triliun-di-akhir-agustus-2024-buat-apa-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/23/320/3066541/realisasi-belanja-pemerintah-pusat-rp1-368-5-triliun-di-akhir-agustus-2024-buat-apa-saja"/><item><title>Realisasi Belanja Pemerintah Pusat Rp1.368,5 Triliun di Akhir Agustus 2024, Buat Apa Saja?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/23/320/3066541/realisasi-belanja-pemerintah-pusat-rp1-368-5-triliun-di-akhir-agustus-2024-buat-apa-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/23/320/3066541/realisasi-belanja-pemerintah-pusat-rp1-368-5-triliun-di-akhir-agustus-2024-buat-apa-saja</guid><pubDate>Senin 23 September 2024 15:43 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/23/320/3066541/realisasi-belanja-pemerintah-pusat-rp1-368-5-triliun-di-akhir-agustus-2024-buat-apa-saja-Kp51wCpCPb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Realisasi Belanja Pemerintah Pusat hingga Akhir Agustus 2024. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/23/320/3066541/realisasi-belanja-pemerintah-pusat-rp1-368-5-triliun-di-akhir-agustus-2024-buat-apa-saja-Kp51wCpCPb.jpg</image><title>Realisasi Belanja Pemerintah Pusat hingga Akhir Agustus 2024. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan mencatat realisasi belanja pemerintah pusat (BPP) mencapai Rp1.368,5 triliun pada Agustus 2024.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, 55,5% dari pagu anggaran sudah dibelanjakan Juli 2024 atau naik 16,9% secara tahunan (yoy).

BACA JUGA:
Sri Mulyani: APBN Defisit Rp153,7 Triliun per Akhir Agustus 2024

&quot;Ini 55,5% dari pagu, pagunya itu Rp2.467,5 triliun, dan realisasi ini 16,9% tumbuh di atas realisasi belanja pemerintah pusat tahun lalu,&quot; ungkap Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi September 2024 di Jakarta, Senin (23/9/2024).
Untuk belanja dari K/L mencapai Rp703,3 triliun atau 64,5% dari pagu, dipengaruhi oleh penyaluran berbagai program bansos, pembangunan infrastruktur, sarpras hankam dan dukungan pelaksanaan pemilu.

BACA JUGA:
Kisah Ibunda Sri Mulyani   Dibuat Repot, Kerap Diminta Sumbangan Lantaran sang Anak Kelola Ribuan Triliun APBN

Sedangkan Belanja Non K/L Rp665,2 triliun artinya 48,3% dari pagu, dipengaruhi oleh realisasi subsidi energi dan pembayaran manfaat pensiun.Menurut paparan Suahasil, untuk realisasi manfaat langsung belanja pemerintah pusat kepada masyarakat sudah mencapai Rp1.030,6 triliun atau 75,3% dari pagu Rp1.368,5 triliun tadi.
Dalam APBN 2024, Menteri Keuangan Sri Mulyani merencanakan belanja negara senilai Rp3.325,1 triliun yang terdiri dari belanja K/L sebesar Rp1.090,8 triliun, belanja non-K/L sebesar Rp1.376,7 triliun, serta Transfer ke Daerah (TKD) sejumlah Rp857,6 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan mencatat realisasi belanja pemerintah pusat (BPP) mencapai Rp1.368,5 triliun pada Agustus 2024.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, 55,5% dari pagu anggaran sudah dibelanjakan Juli 2024 atau naik 16,9% secara tahunan (yoy).

BACA JUGA:
Sri Mulyani: APBN Defisit Rp153,7 Triliun per Akhir Agustus 2024

&quot;Ini 55,5% dari pagu, pagunya itu Rp2.467,5 triliun, dan realisasi ini 16,9% tumbuh di atas realisasi belanja pemerintah pusat tahun lalu,&quot; ungkap Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi September 2024 di Jakarta, Senin (23/9/2024).
Untuk belanja dari K/L mencapai Rp703,3 triliun atau 64,5% dari pagu, dipengaruhi oleh penyaluran berbagai program bansos, pembangunan infrastruktur, sarpras hankam dan dukungan pelaksanaan pemilu.

BACA JUGA:
Kisah Ibunda Sri Mulyani   Dibuat Repot, Kerap Diminta Sumbangan Lantaran sang Anak Kelola Ribuan Triliun APBN

Sedangkan Belanja Non K/L Rp665,2 triliun artinya 48,3% dari pagu, dipengaruhi oleh realisasi subsidi energi dan pembayaran manfaat pensiun.Menurut paparan Suahasil, untuk realisasi manfaat langsung belanja pemerintah pusat kepada masyarakat sudah mencapai Rp1.030,6 triliun atau 75,3% dari pagu Rp1.368,5 triliun tadi.
Dalam APBN 2024, Menteri Keuangan Sri Mulyani merencanakan belanja negara senilai Rp3.325,1 triliun yang terdiri dari belanja K/L sebesar Rp1.090,8 triliun, belanja non-K/L sebesar Rp1.376,7 triliun, serta Transfer ke Daerah (TKD) sejumlah Rp857,6 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
