<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Setoran Pajak Terkumpul Rp1.196,5 Triliun, Setara 60,1% dari Target 2024</title><description>Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak mencapai Rp1.196,54 triliun sampai Agustus 2024</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/23/320/3066568/setoran-pajak-terkumpul-rp1-196-5-triliun-setara-60-1-dari-target-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/23/320/3066568/setoran-pajak-terkumpul-rp1-196-5-triliun-setara-60-1-dari-target-2024"/><item><title>Setoran Pajak Terkumpul Rp1.196,5 Triliun, Setara 60,1% dari Target 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/23/320/3066568/setoran-pajak-terkumpul-rp1-196-5-triliun-setara-60-1-dari-target-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/23/320/3066568/setoran-pajak-terkumpul-rp1-196-5-triliun-setara-60-1-dari-target-2024</guid><pubDate>Senin 23 September 2024 16:22 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/23/320/3066568/setoran-pajak-terkumpul-rp1-196-5-triliun-setara-60-1-dari-target-2024-vhlpVUhraA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Setoran Pajak Terkumpul Rp1.196 Triliun. (Foto: Okezone.com/Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/23/320/3066568/setoran-pajak-terkumpul-rp1-196-5-triliun-setara-60-1-dari-target-2024-vhlpVUhraA.jpg</image><title>Setoran Pajak Terkumpul Rp1.196 Triliun. (Foto: Okezone.com/Antara)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak mencapai Rp1.196,54 triliun sampai Agustus 2024. Penerimaan pajak mencapai 60,16% dari target APBN 2024.
&quot;Terdapat berita positif bahwa penerimaan bulan ini mampu menjaga momentum pertumbuhan yang sudah tercipta selama 2 bulan sebelumnya dan diharapkan tren positif tetap terjaga dibulan-bulan selanjutnya,&quot; jelas Wakil Menteri Keuangan II Thomas Dwijandono dalam konferensi pers APBN KiTA periode September 2024 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (23/9/2024).

BACA JUGA:
Sri Mulyani: APBN Defisit Rp153,7 Triliun per Akhir Agustus 2024

Pria yang akrab disapa Tommy itu menuturkan PPh Non migas realisasinya sebesar Rp665,52 triliun atau 62,58 persen dari target APBN dengan pertumbuhan bruto negatif 2,46 persen.
&quot;Meskipun masih mengalami kontraksi namun kinerja sektor ini menunjukkan perbaikan yang terlihat dari negatif growth melandai dibandingkan bulan-bulan sebelumnya,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
Kisah Ibunda Sri Mulyani   Dibuat Repot, Kerap Diminta Sumbangan Lantaran sang Anak Kelola Ribuan Triliun APBN

Kemudian PPN dan PPnBM realiasasinya sebesar Rp470,81 triliun atau 58,03 persen dari target APBN dengan pertumbuhan bruto 7,36 persen. Menurutnya, pertumbuhan bruto ini menunjukan sinyal ekonomi Indonesia yang juga sedang mengalami pertumbuhan.Selanjutnya PBB dan Pajak lainnya sebesar Rp15,76 triliun atau 41,78 persen dari target APBN dengan pertumbuhan bruto 34,18 persen.
&quot;PPh Migas realisasinya Rp44,45 triliun atau 58,20 persen dari target dengan pertumbuhan brtuto minus 10,23 peren yang terkontraksi akibat penurunan lifting minyak bumi,&quot; pungkas Tommy.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak mencapai Rp1.196,54 triliun sampai Agustus 2024. Penerimaan pajak mencapai 60,16% dari target APBN 2024.
&quot;Terdapat berita positif bahwa penerimaan bulan ini mampu menjaga momentum pertumbuhan yang sudah tercipta selama 2 bulan sebelumnya dan diharapkan tren positif tetap terjaga dibulan-bulan selanjutnya,&quot; jelas Wakil Menteri Keuangan II Thomas Dwijandono dalam konferensi pers APBN KiTA periode September 2024 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (23/9/2024).

BACA JUGA:
Sri Mulyani: APBN Defisit Rp153,7 Triliun per Akhir Agustus 2024

Pria yang akrab disapa Tommy itu menuturkan PPh Non migas realisasinya sebesar Rp665,52 triliun atau 62,58 persen dari target APBN dengan pertumbuhan bruto negatif 2,46 persen.
&quot;Meskipun masih mengalami kontraksi namun kinerja sektor ini menunjukkan perbaikan yang terlihat dari negatif growth melandai dibandingkan bulan-bulan sebelumnya,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
Kisah Ibunda Sri Mulyani   Dibuat Repot, Kerap Diminta Sumbangan Lantaran sang Anak Kelola Ribuan Triliun APBN

Kemudian PPN dan PPnBM realiasasinya sebesar Rp470,81 triliun atau 58,03 persen dari target APBN dengan pertumbuhan bruto 7,36 persen. Menurutnya, pertumbuhan bruto ini menunjukan sinyal ekonomi Indonesia yang juga sedang mengalami pertumbuhan.Selanjutnya PBB dan Pajak lainnya sebesar Rp15,76 triliun atau 41,78 persen dari target APBN dengan pertumbuhan bruto 34,18 persen.
&quot;PPh Migas realisasinya Rp44,45 triliun atau 58,20 persen dari target dengan pertumbuhan brtuto minus 10,23 peren yang terkontraksi akibat penurunan lifting minyak bumi,&quot; pungkas Tommy.</content:encoded></item></channel></rss>
