<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Tarik Utang Baru Rp291,9 Triliun hingga Agustus 2024</title><description>Kementerian Keuangan mencatat realisasi pembiayaan anggaran atau penarikan utang baru mencapai Rp291,9 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/23/320/3066600/jokowi-tarik-utang-baru-rp291-9-triliun-hingga-agustus-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/23/320/3066600/jokowi-tarik-utang-baru-rp291-9-triliun-hingga-agustus-2024"/><item><title>Jokowi Tarik Utang Baru Rp291,9 Triliun hingga Agustus 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/23/320/3066600/jokowi-tarik-utang-baru-rp291-9-triliun-hingga-agustus-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/23/320/3066600/jokowi-tarik-utang-baru-rp291-9-triliun-hingga-agustus-2024</guid><pubDate>Senin 23 September 2024 17:22 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/23/320/3066600/jokowi-tarik-utang-baru-rp291-9-triliun-hingga-agustus-2024-ieUbQt1qHU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI Tarik Utang Baru. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/23/320/3066600/jokowi-tarik-utang-baru-rp291-9-triliun-hingga-agustus-2024-ieUbQt1qHU.jpg</image><title>RI Tarik Utang Baru. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan mencatat realisasi pembiayaan anggaran atau penarikan utang baru mencapai Rp291,9 triliun hingga 31 Agustus 2024.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, pembiayaan anggaran terdiri dari pembiayaan utang yang realisasi sampai dengan 31 Agustus 2024 adalah Rp347,6 triliun atau 53,6% dari target APBN.

BACA JUGA:
Sri Mulyani: APBN Defisit Rp153,7 Triliun per Akhir Agustus 2024

Pembiayaan utang tersebut terdiri dari SBN Rp310,4 triliun atau 46,6% dari target APBN dan pinjaman (neto) Rp37,2 triliun, serta pembiayaan non utang Rp55,7 triliun.
&amp;ldquo;Tentu dengan pendanaan APBN yang lebih besar kita merealisasikan Rp310,4 triliun, kita menerima incoming inflow dari pasar SBN, kita lihat incoming flow ke emerging market sudah pulih, kita bisa memperbaiki yields dan biaya utang kita,&amp;rdquo; ungkap Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi September 2024, Senin (23/9/2024).

BACA JUGA:
Kisah Ibunda Sri Mulyani   Dibuat Repot, Kerap Diminta Sumbangan Lantaran sang Anak Kelola Ribuan Triliun APBN

Wamenkeu I menjelaskan, dengan demikian total pembiayaan anggaran tersebut mencapai Rp291,9 triliun di akhir Agustus 2024.
&quot;Kita terus mengukur supaya pembiayaan 2024 bisa dilakukan secara prudent dan mempertimbangkan outlook defisit APBN serta kondisi likuiditas pemerintah,&quot; ujarnya.Adapun ketika kita nanti memasuki kuartal IV, Kemenkeu akan terus mencermati dinamika pasar serta menyiapkan kewaspadaan untuk pelaksanaan APBN 2025 terutama di kuartal I 2025.
Menurut Suahasil, pemenuhan target pembiayaan akan diupayakan akan terus on track dengan cost of fund yang terkendali.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan mencatat realisasi pembiayaan anggaran atau penarikan utang baru mencapai Rp291,9 triliun hingga 31 Agustus 2024.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, pembiayaan anggaran terdiri dari pembiayaan utang yang realisasi sampai dengan 31 Agustus 2024 adalah Rp347,6 triliun atau 53,6% dari target APBN.

BACA JUGA:
Sri Mulyani: APBN Defisit Rp153,7 Triliun per Akhir Agustus 2024

Pembiayaan utang tersebut terdiri dari SBN Rp310,4 triliun atau 46,6% dari target APBN dan pinjaman (neto) Rp37,2 triliun, serta pembiayaan non utang Rp55,7 triliun.
&amp;ldquo;Tentu dengan pendanaan APBN yang lebih besar kita merealisasikan Rp310,4 triliun, kita menerima incoming inflow dari pasar SBN, kita lihat incoming flow ke emerging market sudah pulih, kita bisa memperbaiki yields dan biaya utang kita,&amp;rdquo; ungkap Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi September 2024, Senin (23/9/2024).

BACA JUGA:
Kisah Ibunda Sri Mulyani   Dibuat Repot, Kerap Diminta Sumbangan Lantaran sang Anak Kelola Ribuan Triliun APBN

Wamenkeu I menjelaskan, dengan demikian total pembiayaan anggaran tersebut mencapai Rp291,9 triliun di akhir Agustus 2024.
&quot;Kita terus mengukur supaya pembiayaan 2024 bisa dilakukan secara prudent dan mempertimbangkan outlook defisit APBN serta kondisi likuiditas pemerintah,&quot; ujarnya.Adapun ketika kita nanti memasuki kuartal IV, Kemenkeu akan terus mencermati dinamika pasar serta menyiapkan kewaspadaan untuk pelaksanaan APBN 2025 terutama di kuartal I 2025.
Menurut Suahasil, pemenuhan target pembiayaan akan diupayakan akan terus on track dengan cost of fund yang terkendali.</content:encoded></item></channel></rss>
