<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Ungkap Alasan The Fed Bakal Pangkas Suku Bunga Lagi hingga 1%</title><description>Bank Indonesia (BI) mengungkap alasan The Fed memangkas suku bunga acuan hingga 1% pada akhir tahun 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/24/320/3067205/bi-ungkap-alasan-the-fed-bakal-pangkas-suku-bunga-lagi-hingga-1</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/24/320/3067205/bi-ungkap-alasan-the-fed-bakal-pangkas-suku-bunga-lagi-hingga-1"/><item><title>BI Ungkap Alasan The Fed Bakal Pangkas Suku Bunga Lagi hingga 1%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/24/320/3067205/bi-ungkap-alasan-the-fed-bakal-pangkas-suku-bunga-lagi-hingga-1</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/24/320/3067205/bi-ungkap-alasan-the-fed-bakal-pangkas-suku-bunga-lagi-hingga-1</guid><pubDate>Selasa 24 September 2024 20:46 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/24/320/3067205/bi-ungkap-alasan-the-fed-bakal-pangkas-suku-bunga-lagi-hingga-1-c7dBHisk2M.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BI ungkap kemungkinan the fed turunkan suku bunga acuan hingga 1% (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/24/320/3067205/bi-ungkap-alasan-the-fed-bakal-pangkas-suku-bunga-lagi-hingga-1-c7dBHisk2M.jpg</image><title>BI ungkap kemungkinan the fed turunkan suku bunga acuan hingga 1% (Foto: Reuters)</title></images><description> 
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengungkap alasan The Fed memangkas suku bunga acuan hingga 1% pada akhir tahun 2024. Direktur Departemen Kebijakan dan Ekonomi Moneter BI, Juli Budi Winantya mengatakan, berdasarkan ekspektasi pasar The Fed bisa menurunkan suku bunga sampai dengan 100 basis poin.
&quot;Meskipun perkiraan kita kalau kita bandingkan dengan ekspektasi market. Market pada waktu itu memperkirakan bahwa penurunan FFR ini bisa sampai 100 bps sampai akhir 2024,&quot; kata Juli dalam Taklimat Media di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (24/9/2024).

BACA JUGA:
Bank Sentral Italia Susun Regulasi Kripto, Bitcoin Jadi Alat Pembayaran?


Menurut Juli, ada tiga hal yang mendasari asesmen Fed Fund Rate (FFR) akan lebih cepat turun yakni, pertumbuhan ekonomi AS yang melambat, inflasi turun dan tenaga kerja yang melemah.
Sebagaimana pernyataan Gubernur BI Perry Warjiyo, kejelasan pergerakan FFR ini sesuai dengan waktunya. Padahal jika dilihat ke pada Rapat Dewan Gubernur sebelumnya, BI memproyeksikan penurunan suku bunga The Fed akan berlangsung lama.

BACA JUGA:
Bank Sentral AS Diramal Tahan Suku Bunga


&amp;ldquo;Ini yang disampaikan pak Gubernur ini salah satu alasan BI-rate diturunkan. Alasan yang pertama ada kejelasan pergerakan FFR, sesuai dengan timingnya dan juga terkait dengan usahanya. Di RDG bulan lalu kita kalau lihat tidak ada kepastian namun pada RDG September ini semakin jelas terkait dengan penurunan suku bunga,&amp;rdquo; jelas Juli.
Indikator kedua, BI melihat bahwa inflasi global cenderung menurun, utamanya inflasi yang terjadi di negara maju, termasuk Amerika Serikat.
&amp;ldquo;Inflasinya cenderung menurun. Ini menggambarkan inflasi di negara maju menurun utamanya di Amerika Serikat dan mengarah pada sasaran jangka panjang,&amp;rdquo; ujar Juli.
Selanjutnya, indikator penilaian Bank Indonesia terhadap penurunan  suku bunga The Fed yakni dia melihat penyerapan tenaga kerja di Amerika  Serikat yang cenderung turun.
&quot;Tiga hal tadi yang mendasari asesmen kita bahwa FFR ini akan turun  lebih cepat dan lebih besar dimulai September ini,&quot; pungkasnya.
Sebelumnya, The Fed memutuskan untuk memangkas suku bunga 50 bps di  kisaran 4,75 persen - 5,00 persen pada September 2024. Melihat hal  tersebut, BI semakin yakin bahwa The Fed akan terus memangkas suku bunga  lebih cepat dan lebih besar hingga akhir 2024.
&quot;FFR ini akan turun lebih cepat dan lebih besar dibandingkan perkiraan kita sebelumnya,&quot; ujar Juli.
Bahkan, kata Juli, Gubernur Bank Indonesia telah menyampaikan dalam  Rapat Dewan Gubernur 17-18 September 2024 lalu, bahwa The Fed  diproyeksikan akan menurunkan suku bunga sebanyak 3 kali pada tahun 2024  ini yakni September, November, dan Desember.</description><content:encoded> 
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengungkap alasan The Fed memangkas suku bunga acuan hingga 1% pada akhir tahun 2024. Direktur Departemen Kebijakan dan Ekonomi Moneter BI, Juli Budi Winantya mengatakan, berdasarkan ekspektasi pasar The Fed bisa menurunkan suku bunga sampai dengan 100 basis poin.
&quot;Meskipun perkiraan kita kalau kita bandingkan dengan ekspektasi market. Market pada waktu itu memperkirakan bahwa penurunan FFR ini bisa sampai 100 bps sampai akhir 2024,&quot; kata Juli dalam Taklimat Media di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (24/9/2024).

BACA JUGA:
Bank Sentral Italia Susun Regulasi Kripto, Bitcoin Jadi Alat Pembayaran?


Menurut Juli, ada tiga hal yang mendasari asesmen Fed Fund Rate (FFR) akan lebih cepat turun yakni, pertumbuhan ekonomi AS yang melambat, inflasi turun dan tenaga kerja yang melemah.
Sebagaimana pernyataan Gubernur BI Perry Warjiyo, kejelasan pergerakan FFR ini sesuai dengan waktunya. Padahal jika dilihat ke pada Rapat Dewan Gubernur sebelumnya, BI memproyeksikan penurunan suku bunga The Fed akan berlangsung lama.

BACA JUGA:
Bank Sentral AS Diramal Tahan Suku Bunga


&amp;ldquo;Ini yang disampaikan pak Gubernur ini salah satu alasan BI-rate diturunkan. Alasan yang pertama ada kejelasan pergerakan FFR, sesuai dengan timingnya dan juga terkait dengan usahanya. Di RDG bulan lalu kita kalau lihat tidak ada kepastian namun pada RDG September ini semakin jelas terkait dengan penurunan suku bunga,&amp;rdquo; jelas Juli.
Indikator kedua, BI melihat bahwa inflasi global cenderung menurun, utamanya inflasi yang terjadi di negara maju, termasuk Amerika Serikat.
&amp;ldquo;Inflasinya cenderung menurun. Ini menggambarkan inflasi di negara maju menurun utamanya di Amerika Serikat dan mengarah pada sasaran jangka panjang,&amp;rdquo; ujar Juli.
Selanjutnya, indikator penilaian Bank Indonesia terhadap penurunan  suku bunga The Fed yakni dia melihat penyerapan tenaga kerja di Amerika  Serikat yang cenderung turun.
&quot;Tiga hal tadi yang mendasari asesmen kita bahwa FFR ini akan turun  lebih cepat dan lebih besar dimulai September ini,&quot; pungkasnya.
Sebelumnya, The Fed memutuskan untuk memangkas suku bunga 50 bps di  kisaran 4,75 persen - 5,00 persen pada September 2024. Melihat hal  tersebut, BI semakin yakin bahwa The Fed akan terus memangkas suku bunga  lebih cepat dan lebih besar hingga akhir 2024.
&quot;FFR ini akan turun lebih cepat dan lebih besar dibandingkan perkiraan kita sebelumnya,&quot; ujar Juli.
Bahkan, kata Juli, Gubernur Bank Indonesia telah menyampaikan dalam  Rapat Dewan Gubernur 17-18 September 2024 lalu, bahwa The Fed  diproyeksikan akan menurunkan suku bunga sebanyak 3 kali pada tahun 2024  ini yakni September, November, dan Desember.</content:encoded></item></channel></rss>
