<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo Bangun 3 Juta Rumah, Anggaran Harus Ditambah Rp50 Triliun per Tahun</title><description>Presiden Terpilih Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 3 juta rumah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/24/470/3067200/prabowo-bangun-3-juta-rumah-anggaran-harus-ditambah-rp50-triliun-per-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/24/470/3067200/prabowo-bangun-3-juta-rumah-anggaran-harus-ditambah-rp50-triliun-per-tahun"/><item><title>Prabowo Bangun 3 Juta Rumah, Anggaran Harus Ditambah Rp50 Triliun per Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/24/470/3067200/prabowo-bangun-3-juta-rumah-anggaran-harus-ditambah-rp50-triliun-per-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/24/470/3067200/prabowo-bangun-3-juta-rumah-anggaran-harus-ditambah-rp50-triliun-per-tahun</guid><pubDate>Selasa 24 September 2024 21:01 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/24/470/3067200/prabowo-bangun-3-juta-rumah-anggaran-harus-ditambah-rp50-triliun-per-tahun-saEvhKwP7v.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Prabowo harus menambah anggaran untuk mewujudkan program 3 juta rumah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/24/470/3067200/prabowo-bangun-3-juta-rumah-anggaran-harus-ditambah-rp50-triliun-per-tahun-saEvhKwP7v.jpeg</image><title>Prabowo harus menambah anggaran untuk mewujudkan program 3 juta rumah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Terpilih Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 3 juta rumah. Untuk mewujudkan target tersebut, Prabowo dinilai harus menambah anggaran Rp50 triliun per tahun.
Pengamat Properti dari CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menjelaskan, rencananya program 3 juta rumah tersebut akan terbagi menjadi 2 bagian. Pertama adalah membangun 1 juta rumah baru, dan bagian kedua melakukan renovasi terhadap 2 juta rumah tidak layak huni yang berlokasi di pedesaan. Menurutnya, diperlukan sekitar Rp50 triliun per tahun untuk mendanai renovasi 2 juta rumah di pedesaan setiap tahunnya.

BACA JUGA:
Prabowo-Gibran Mau Bangun 3 Juta Rumah, Pengusaha Properti Bilang Begini

&quot;Yang harus dipikirkan masalah pembiayaannya, meskipun perbaikan rumah tidak layak huni, namun tetap harus ada biaya minimal Rp50 triliun per tahun,&quot; ujarnya saat dihubungi MNC Portal Selasa (24/9/2024).
Sehingga menurutnya, ada tujuan atau harapan yang berbeda dengan adanya program 3 juta rumah. Bukan cuma untuk pengentasan backlog perumahan yang angkanya saat ini mencapai 9,9 juta, tapi punya tujuan lain yaitu pengentasan kemiskinan di desa.

BACA JUGA:
Basuki: Program 3 Juta Rumah Prabowo Butuh Rp60 Triliun

&quot;Program 3 juta rumah agak berbeda visinya karena bukan semata-mata untuk mengurangi backlog. Karena terbagi, 1 juta rumah tetap seperti program sejuta rumah yang sudah ada, dan yang 2 juta lebih pada perbaikan rumah tidak layak di pedesaan,&quot; kata Ali.&quot;Jadi pada program 3 juta rumah ini lebih pada pengentasan kemiskinan  di pedesaan. Memang agak berbeda sudut pandangnya,&quot; tambahnya.
Sehingga menurutnya jika program yang dikerjakan sama yaitu membangun  sebanyak 1 juta rumah per tahun, maka akan sulit untuk mengentaskan  backlog sebanyak 9,9 juta, di samping pertumbuhan populasi serta  pertumbuhan rumah tangga baru. Berdasarkan data dari Kementerian  Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), setidaknya ada 740 ribu  keluarga baru setiap tahunnya, yang selanjutnya membutuhkan hunian.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Terpilih Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 3 juta rumah. Untuk mewujudkan target tersebut, Prabowo dinilai harus menambah anggaran Rp50 triliun per tahun.
Pengamat Properti dari CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menjelaskan, rencananya program 3 juta rumah tersebut akan terbagi menjadi 2 bagian. Pertama adalah membangun 1 juta rumah baru, dan bagian kedua melakukan renovasi terhadap 2 juta rumah tidak layak huni yang berlokasi di pedesaan. Menurutnya, diperlukan sekitar Rp50 triliun per tahun untuk mendanai renovasi 2 juta rumah di pedesaan setiap tahunnya.

BACA JUGA:
Prabowo-Gibran Mau Bangun 3 Juta Rumah, Pengusaha Properti Bilang Begini

&quot;Yang harus dipikirkan masalah pembiayaannya, meskipun perbaikan rumah tidak layak huni, namun tetap harus ada biaya minimal Rp50 triliun per tahun,&quot; ujarnya saat dihubungi MNC Portal Selasa (24/9/2024).
Sehingga menurutnya, ada tujuan atau harapan yang berbeda dengan adanya program 3 juta rumah. Bukan cuma untuk pengentasan backlog perumahan yang angkanya saat ini mencapai 9,9 juta, tapi punya tujuan lain yaitu pengentasan kemiskinan di desa.

BACA JUGA:
Basuki: Program 3 Juta Rumah Prabowo Butuh Rp60 Triliun

&quot;Program 3 juta rumah agak berbeda visinya karena bukan semata-mata untuk mengurangi backlog. Karena terbagi, 1 juta rumah tetap seperti program sejuta rumah yang sudah ada, dan yang 2 juta lebih pada perbaikan rumah tidak layak di pedesaan,&quot; kata Ali.&quot;Jadi pada program 3 juta rumah ini lebih pada pengentasan kemiskinan  di pedesaan. Memang agak berbeda sudut pandangnya,&quot; tambahnya.
Sehingga menurutnya jika program yang dikerjakan sama yaitu membangun  sebanyak 1 juta rumah per tahun, maka akan sulit untuk mengentaskan  backlog sebanyak 9,9 juta, di samping pertumbuhan populasi serta  pertumbuhan rumah tangga baru. Berdasarkan data dari Kementerian  Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), setidaknya ada 740 ribu  keluarga baru setiap tahunnya, yang selanjutnya membutuhkan hunian.</content:encoded></item></channel></rss>
