<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Negara Paling Dermawan di Dunia, Jokowi: Peringkat Satu</title><description>Indonesia menempati peringkat satu negara paling dermawan di dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/25/320/3067455/indonesia-negara-paling-dermawan-di-dunia-jokowi-peringkat-satu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/25/320/3067455/indonesia-negara-paling-dermawan-di-dunia-jokowi-peringkat-satu"/><item><title>Indonesia Negara Paling Dermawan di Dunia, Jokowi: Peringkat Satu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/25/320/3067455/indonesia-negara-paling-dermawan-di-dunia-jokowi-peringkat-satu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/25/320/3067455/indonesia-negara-paling-dermawan-di-dunia-jokowi-peringkat-satu</guid><pubDate>Rabu 25 September 2024 14:48 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/25/320/3067455/indonesia-negara-paling-dermawan-di-dunia-jokowi-peringkat-satu-7F8Db2GRc0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia negara paling dermawan di dunia (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/25/320/3067455/indonesia-negara-paling-dermawan-di-dunia-jokowi-peringkat-satu-7F8Db2GRc0.jpg</image><title>Indonesia negara paling dermawan di dunia (Foto: Setpres)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia menempati peringkat satu negara paling dermawan di dunia. Presiden Jokowi mengungkapkan ranking satu ini diperoleh Indonesia berdasarkan survei Internasional.
Sementara, menurut laporan World Giving Index 2023 dari Charities Aid Foundation (CAF) Indonesia sudah 6 tahun berturut-turut menjadi negara paling dermawan.

BACA JUGA:
Gagasan Pindah Ibukota dari Soekarno dan Soeharto, Jokowi: Saya Hanya Mengeksekusi


&amp;ldquo;Dan Indonesia menurut survei internasional yang terakhir itu adalah negara yang paling dermawan di seluruh dunia, paling dermawan ranking satu. Itu luar biasa Alhamdulillah,&amp;rdquo; kata Jokowi saat membuka Rakornas Baznas Tahun 2024, Istana Negara IKN, Rabu (25/9/2024).
Pada kesempatan itu, Jokowi juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan zakat, infaq, dan sedekah di Indonesia rata-rata naik 30% per tahun. Kenaikan ini semakin signifikan ketika gerakan cinta zakat di tahun 2021 digaungkan.

BACA JUGA:
Pesan Semangat Presiden Jokowi di Hari Pertama Kampanye Pilkada Serentak&amp;nbsp;


&amp;ldquo;Sejak dimulainya gerakan cinta zakat di 2021, pertumbuhan zakat infaq dan sedekah di Indonesia rata-rata naik kurang lebih 30% per tahun. Ini angka pertumbuhan yang cukup besar,&amp;rdquo; ungkapnya.
Untuk itu Jokowi mengapresiasi dan menghargai kerja keras seluruh jajaran di Baznas sehingga pertumbuhan tersebut mampu terus dicapai. Apalagi, Indonesia memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Dengan begitu, potensi zakat masih sangat besar untuk digali dan dikelola.
&amp;ldquo;Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, sekarang  penduduk kita 236 penduduk muslim kita 236 juta, sebuah jumlah yang  sangat besar, tentu saja potensi zakat kita masih sangat besar untuk  bisa kita gali dan kita kelola dengan baik,&amp;rdquo; paparnya.
Oleh sebab itu, Jokowi berharap Baznas ke depan dapat melakukan  terobosan-terobosan baik melalui edukasi kepada masyarakat, khususnya  meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk membangun sebuah tata  profesional.
&amp;ldquo;Dan kalau masyarakat percaya semuanya zakat akan disalurkan lewat  Baznas itu tujuan kita. Kalau sudah dipercaya itu enak. Semua itu sudah,  mau zakat, mau infaq, mau sedekah semuanya lewat Baznas ini yang kita  inginkan karena memang potensinya, terakhir dihitung berapa pak? Rp300an  triliun rupiah, sangat besar sekali,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia menempati peringkat satu negara paling dermawan di dunia. Presiden Jokowi mengungkapkan ranking satu ini diperoleh Indonesia berdasarkan survei Internasional.
Sementara, menurut laporan World Giving Index 2023 dari Charities Aid Foundation (CAF) Indonesia sudah 6 tahun berturut-turut menjadi negara paling dermawan.

BACA JUGA:
Gagasan Pindah Ibukota dari Soekarno dan Soeharto, Jokowi: Saya Hanya Mengeksekusi


&amp;ldquo;Dan Indonesia menurut survei internasional yang terakhir itu adalah negara yang paling dermawan di seluruh dunia, paling dermawan ranking satu. Itu luar biasa Alhamdulillah,&amp;rdquo; kata Jokowi saat membuka Rakornas Baznas Tahun 2024, Istana Negara IKN, Rabu (25/9/2024).
Pada kesempatan itu, Jokowi juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan zakat, infaq, dan sedekah di Indonesia rata-rata naik 30% per tahun. Kenaikan ini semakin signifikan ketika gerakan cinta zakat di tahun 2021 digaungkan.

BACA JUGA:
Pesan Semangat Presiden Jokowi di Hari Pertama Kampanye Pilkada Serentak&amp;nbsp;


&amp;ldquo;Sejak dimulainya gerakan cinta zakat di 2021, pertumbuhan zakat infaq dan sedekah di Indonesia rata-rata naik kurang lebih 30% per tahun. Ini angka pertumbuhan yang cukup besar,&amp;rdquo; ungkapnya.
Untuk itu Jokowi mengapresiasi dan menghargai kerja keras seluruh jajaran di Baznas sehingga pertumbuhan tersebut mampu terus dicapai. Apalagi, Indonesia memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Dengan begitu, potensi zakat masih sangat besar untuk digali dan dikelola.
&amp;ldquo;Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, sekarang  penduduk kita 236 penduduk muslim kita 236 juta, sebuah jumlah yang  sangat besar, tentu saja potensi zakat kita masih sangat besar untuk  bisa kita gali dan kita kelola dengan baik,&amp;rdquo; paparnya.
Oleh sebab itu, Jokowi berharap Baznas ke depan dapat melakukan  terobosan-terobosan baik melalui edukasi kepada masyarakat, khususnya  meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk membangun sebuah tata  profesional.
&amp;ldquo;Dan kalau masyarakat percaya semuanya zakat akan disalurkan lewat  Baznas itu tujuan kita. Kalau sudah dipercaya itu enak. Semua itu sudah,  mau zakat, mau infaq, mau sedekah semuanya lewat Baznas ini yang kita  inginkan karena memang potensinya, terakhir dihitung berapa pak? Rp300an  triliun rupiah, sangat besar sekali,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
