<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>ESDM: RI Butuh Investasi Rp239,1 Triliun Kembangkan EBT</title><description>Kementerian ESDM mencatat saat ini hanya 0,3% pemanfaatan EBT yang dilakukan dari total potensi energi yang ada.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/25/320/3067534/esdm-ri-butuh-investasi-rp239-1-triliun-kembangkan-ebt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/25/320/3067534/esdm-ri-butuh-investasi-rp239-1-triliun-kembangkan-ebt"/><item><title>ESDM: RI Butuh Investasi Rp239,1 Triliun Kembangkan EBT</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/25/320/3067534/esdm-ri-butuh-investasi-rp239-1-triliun-kembangkan-ebt</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/25/320/3067534/esdm-ri-butuh-investasi-rp239-1-triliun-kembangkan-ebt</guid><pubDate>Rabu 25 September 2024 17:45 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Akbar Malik</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/25/320/3067534/esdm-ri-butuh-investasi-rp239-1-triliun-kembangkan-ebt-qpIkX5iMJl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemanfaatan EBT membutuhkan investasi besar (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/25/320/3067534/esdm-ri-butuh-investasi-rp239-1-triliun-kembangkan-ebt-qpIkX5iMJl.jpg</image><title>Pemanfaatan EBT membutuhkan investasi besar (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat saat ini hanya 0,3% pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) yang dilakukan dari total potensi energi yang ada.
&amp;ldquo;EBT kita saat ini baru dipakai 0,3% di antara 3,4 TeraWatt potensinya,&amp;rdquo; kata Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi, Rabu (25/9/2024).
Potensi EBT di Indonesia belum sepenuhnya dieksekusi. Potensi EBT yang besar ini menurut Eniya seharusnya dapat digunakan sebaik mungkin untuk dapat menjaga ketahanan energi nasional serta memenuhi target pencapaian bauran EBT.

BACA JUGA:
Kementerian ESDM Sebut RUU EBET Sebentar Lagi Rampung


&amp;ldquo;Potensi dan pemanfaatan EBT menjadi perhatian dari pak Menteri ESDM yang selalu menanyakan berapa banyak EBT kita,&amp;rdquo; ujar Eniya.
Agar pemanfaatan EBT ini dapat direalisasikan secara lebih baik, perlu adanya investasi yang berkualitas. Menurut Eniya investasi di sektor energi terbarukan masih banyak ketinggalan dibanding sektor-sektor lainnya. Padahal hingga tahun 2030 saja, Eniya mengklaim membutuhkan investasi hingga USD15,9 miliar setara Rp239,1 triliun.

BACA JUGA:
Jadi Menteri ESDM, Bahlil Langsung Setujui Proyek Hulu Migas Raksasa di Kaltim Senilai Rp280 Triliun


&amp;ldquo;Tentu saja saat ini untuk investasi kita memerlukan investasi USD15,9 miliar sampai dengan tahun 2030, ini yang masih banyak ketinggalan,&amp;rdquo; ujar Eniya.
Sementara, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui anak usahanya Star Energy Geothermal mendorong pemanfaatan EBT dengan meningkatkan kapasitas.
&amp;ldquo;Ini adalah momen penting bagi kami untuk memajukan infrastruktur  energi terbarukan Indonesia. Dengan melakukan retrofit dan menambah  kapasitas pembangkit eksisting, kami memastikan masa depan yang  berkelanjutan dan efisien untuk energi bersih di negara ini,&amp;rdquo; kata CEO  BREN Hendra Tan.
Secara total, kapasitas terpasang Star Energy Geothermal akan  meningkat sebesar 102,6 MW, sehingga memperkuat posisinya sebagai salah  satu perusahaan energi geothermal terkemuka di dunia. Total investasi  diperkirakan mencapai USD346 juta.
Selain penambahan kapasitas terpasang pada Star Energy Geothermal,  BREN juga telah mengumumkan kemitraan strategis dengan ACEN, perusahaan  energi yang terdaftar secara publik dari grup Ayala. Kemitraan ini akan  dilaksanakan melalui anak perusahaan ACEN, ACEN Indonesia Investment  Holdings Pte. Ltd., dan anak perusahaan Barito Renewables, PT Barito  Wind Energy.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat saat ini hanya 0,3% pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) yang dilakukan dari total potensi energi yang ada.
&amp;ldquo;EBT kita saat ini baru dipakai 0,3% di antara 3,4 TeraWatt potensinya,&amp;rdquo; kata Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi, Rabu (25/9/2024).
Potensi EBT di Indonesia belum sepenuhnya dieksekusi. Potensi EBT yang besar ini menurut Eniya seharusnya dapat digunakan sebaik mungkin untuk dapat menjaga ketahanan energi nasional serta memenuhi target pencapaian bauran EBT.

BACA JUGA:
Kementerian ESDM Sebut RUU EBET Sebentar Lagi Rampung


&amp;ldquo;Potensi dan pemanfaatan EBT menjadi perhatian dari pak Menteri ESDM yang selalu menanyakan berapa banyak EBT kita,&amp;rdquo; ujar Eniya.
Agar pemanfaatan EBT ini dapat direalisasikan secara lebih baik, perlu adanya investasi yang berkualitas. Menurut Eniya investasi di sektor energi terbarukan masih banyak ketinggalan dibanding sektor-sektor lainnya. Padahal hingga tahun 2030 saja, Eniya mengklaim membutuhkan investasi hingga USD15,9 miliar setara Rp239,1 triliun.

BACA JUGA:
Jadi Menteri ESDM, Bahlil Langsung Setujui Proyek Hulu Migas Raksasa di Kaltim Senilai Rp280 Triliun


&amp;ldquo;Tentu saja saat ini untuk investasi kita memerlukan investasi USD15,9 miliar sampai dengan tahun 2030, ini yang masih banyak ketinggalan,&amp;rdquo; ujar Eniya.
Sementara, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui anak usahanya Star Energy Geothermal mendorong pemanfaatan EBT dengan meningkatkan kapasitas.
&amp;ldquo;Ini adalah momen penting bagi kami untuk memajukan infrastruktur  energi terbarukan Indonesia. Dengan melakukan retrofit dan menambah  kapasitas pembangkit eksisting, kami memastikan masa depan yang  berkelanjutan dan efisien untuk energi bersih di negara ini,&amp;rdquo; kata CEO  BREN Hendra Tan.
Secara total, kapasitas terpasang Star Energy Geothermal akan  meningkat sebesar 102,6 MW, sehingga memperkuat posisinya sebagai salah  satu perusahaan energi geothermal terkemuka di dunia. Total investasi  diperkirakan mencapai USD346 juta.
Selain penambahan kapasitas terpasang pada Star Energy Geothermal,  BREN juga telah mengumumkan kemitraan strategis dengan ACEN, perusahaan  energi yang terdaftar secara publik dari grup Ayala. Kemitraan ini akan  dilaksanakan melalui anak perusahaan ACEN, ACEN Indonesia Investment  Holdings Pte. Ltd., dan anak perusahaan Barito Renewables, PT Barito  Wind Energy.</content:encoded></item></channel></rss>
