<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Filosofi Hidup Jusuf Hamka: Enggak Boleh Lebih Miskin dari Anak</title><description>Pengusaha Jusuf Hamka membagikan prinsip hidup dipegang dari filosofi orang Tionghoa</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/25/455/3067401/filosofi-hidup-jusuf-hamka-enggak-boleh-lebih-miskin-dari-anak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/25/455/3067401/filosofi-hidup-jusuf-hamka-enggak-boleh-lebih-miskin-dari-anak"/><item><title>Filosofi Hidup Jusuf Hamka: Enggak Boleh Lebih Miskin dari Anak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/25/455/3067401/filosofi-hidup-jusuf-hamka-enggak-boleh-lebih-miskin-dari-anak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/25/455/3067401/filosofi-hidup-jusuf-hamka-enggak-boleh-lebih-miskin-dari-anak</guid><pubDate>Rabu 25 September 2024 13:06 WIB</pubDate><dc:creator>Anindya Rasya Salsabila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/25/455/3067401/filosofi-hidup-jusuf-hamka-enggak-boleh-lebih-miskin-dari-anak-66xaRls6tF.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Prinsip Hidup Jusuf Hamka. (Foto: Okezone.com/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/25/455/3067401/filosofi-hidup-jusuf-hamka-enggak-boleh-lebih-miskin-dari-anak-66xaRls6tF.jfif</image><title>Prinsip Hidup Jusuf Hamka. (Foto: Okezone.com/MPI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pengusaha Jusuf Hamka membagikan prinsip hidup dipegang dari filosofi orang Tionghoa perihal harta kekayaan orang tua yang tidak boleh lebih miskin dibanding anak.
Menurutnya, pandangan ini cukup berbeda dengan pemahaman pola asuh anak oleh kebanyakan masyarakat Indonesia.
Jusuf Hamka menjelaskan bagaimana filosofi hidup orang Tionghoa terkait pola asuh orang tua kepada anak. Pengusaha Muslim Tionghoa ini menegaskan wibawa orang tua akan hilang jika mereka menggantungkan hidup kepada anaknya.

BACA JUGA:
Incar Duit 28.000 Orang Kaya Dunia Masuk Family Office, Luhut Bebaskan Pajak

&amp;ldquo;Orang Tionghoa itu selalu ada diajarkan, Lo nggak boleh lebih miskin dari anak-anak lo, itu kami diajarkan. Karena wibawa lo nggak akan ada nanti, kalau lo sampai minta duit dari anak lo,&amp;rdquo; ungkapnya dalam salah satu podcast di YouTube, Rabu (25/9/2024).
Jusuf merasa hal ini berbanding terbalik dengan pola pikir mayarakat Indonesia yang mayoritas mengharap pada kesuksesan anak untuk membawa kesenangan bagi orang tuanya kelak. Sedangkan orang Tionghoa diajarkan untuk tidak menggantungkan hidup dari anaknya.

BACA JUGA:
Wapres: Pemerintah Bangun Tol-Mal Bukan untuk Orang Kaya

Tak banyak yang tahu bahwa di masa kecilnya, Jusuf Hamka bekerja sebagai pedagang keliling di daerah Pasar Baru. Prinsip hidup untuk terus bekerja keras inilah yang membawanya dirinya kini dikenal sebagai pengusaha jalan tol di Indonesia.Kepada anaknya Faisal, Jusuf Hamka menerapkan ajaran yang sama. Jusuf memperingati anaknya untuk tidak terlena dengan priviledge yang dimilikinya sekarang dan menekankan prinsip untuk orang tua tetap bekerja.
&amp;ldquo;Kamu ingat ya, jangan sampai nanti kamu gabisa kerja, walaupun kamu ada kekakayaan. Anak kamu pasti tidak hormat sama kamu. Ya kan walaupun kamu ada duit, tapi jangan sampai pernah anak kamu lebih pintar, atau kamu minta duit, dia lebih kaya dari pada kamu. Soal lebih kaya sih boleh, tapi kamu jangan pernah minta duit dari dia,&amp;rdquo; Jusuf memperagakan ucapannya kepada Faisal.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pengusaha Jusuf Hamka membagikan prinsip hidup dipegang dari filosofi orang Tionghoa perihal harta kekayaan orang tua yang tidak boleh lebih miskin dibanding anak.
Menurutnya, pandangan ini cukup berbeda dengan pemahaman pola asuh anak oleh kebanyakan masyarakat Indonesia.
Jusuf Hamka menjelaskan bagaimana filosofi hidup orang Tionghoa terkait pola asuh orang tua kepada anak. Pengusaha Muslim Tionghoa ini menegaskan wibawa orang tua akan hilang jika mereka menggantungkan hidup kepada anaknya.

BACA JUGA:
Incar Duit 28.000 Orang Kaya Dunia Masuk Family Office, Luhut Bebaskan Pajak

&amp;ldquo;Orang Tionghoa itu selalu ada diajarkan, Lo nggak boleh lebih miskin dari anak-anak lo, itu kami diajarkan. Karena wibawa lo nggak akan ada nanti, kalau lo sampai minta duit dari anak lo,&amp;rdquo; ungkapnya dalam salah satu podcast di YouTube, Rabu (25/9/2024).
Jusuf merasa hal ini berbanding terbalik dengan pola pikir mayarakat Indonesia yang mayoritas mengharap pada kesuksesan anak untuk membawa kesenangan bagi orang tuanya kelak. Sedangkan orang Tionghoa diajarkan untuk tidak menggantungkan hidup dari anaknya.

BACA JUGA:
Wapres: Pemerintah Bangun Tol-Mal Bukan untuk Orang Kaya

Tak banyak yang tahu bahwa di masa kecilnya, Jusuf Hamka bekerja sebagai pedagang keliling di daerah Pasar Baru. Prinsip hidup untuk terus bekerja keras inilah yang membawanya dirinya kini dikenal sebagai pengusaha jalan tol di Indonesia.Kepada anaknya Faisal, Jusuf Hamka menerapkan ajaran yang sama. Jusuf memperingati anaknya untuk tidak terlena dengan priviledge yang dimilikinya sekarang dan menekankan prinsip untuk orang tua tetap bekerja.
&amp;ldquo;Kamu ingat ya, jangan sampai nanti kamu gabisa kerja, walaupun kamu ada kekakayaan. Anak kamu pasti tidak hormat sama kamu. Ya kan walaupun kamu ada duit, tapi jangan sampai pernah anak kamu lebih pintar, atau kamu minta duit, dia lebih kaya dari pada kamu. Soal lebih kaya sih boleh, tapi kamu jangan pernah minta duit dari dia,&amp;rdquo; Jusuf memperagakan ucapannya kepada Faisal.</content:encoded></item></channel></rss>
