<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PUPR Ungkap Alasan Penurunan Tanah di Jawa Tengah Lebih Parah dari Jakarta</title><description>PUPR menilai pembangunan Giant Sea Wall Jakarta - Gresik merupakan rencana yang rasional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/25/470/3067077/pupr-ungkap-alasan-penurunan-tanah-di-jawa-tengah-lebih-parah-dari-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/25/470/3067077/pupr-ungkap-alasan-penurunan-tanah-di-jawa-tengah-lebih-parah-dari-jakarta"/><item><title>PUPR Ungkap Alasan Penurunan Tanah di Jawa Tengah Lebih Parah dari Jakarta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/25/470/3067077/pupr-ungkap-alasan-penurunan-tanah-di-jawa-tengah-lebih-parah-dari-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/25/470/3067077/pupr-ungkap-alasan-penurunan-tanah-di-jawa-tengah-lebih-parah-dari-jakarta</guid><pubDate>Rabu 25 September 2024 08:07 WIB</pubDate><dc:creator>Anindya Rasya Salsabila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/24/470/3067077/pupr-ungkap-alasan-penurunan-tanah-di-jawa-tengah-lebih-parah-dari-jakarta-y7c7Yux3x9.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Giant Sea Wall Bakal Dibangun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/24/470/3067077/pupr-ungkap-alasan-penurunan-tanah-di-jawa-tengah-lebih-parah-dari-jakarta-y7c7Yux3x9.jpeg</image><title>Giant Sea Wall Bakal Dibangun (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menilai pembangunan Giant Sea Wall Jakarta - Gresik merupakan rencana yang rasional. Di mana penurunan muka tanah di Jawa Tengah lebih parah jika dibandingkan dengan penurunan muka tanah yang ada di Jakarta.
Direktur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bob Arthur Lombogia menegaskan tingkat penurunan muka tanah di Jawa Tengah bisa mencapai 14 cm per tahun. Hal ini dinilai lebih parah dibandingkan dengan penurunan muka tanah di Jakarta, yaitu 10 cm per tahun.

BACA JUGA:
Jawa Tengah-Jakarta Terancam Tenggelam, Seberapa Penting Bangun Giant Sea Wall?

&quot;Saya kira ada pertimbangan, salah satunya itu ada penurunan muka tanah juga di Jawa Tengah, bahkan di sana lebih tinggi (dari Jakarta), ada yang sampai 14 cm per tahun, itu di daerah Semarang dan Demak,&quot; ujarnya saat dihubungi MNC Portal.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOC8yNy8xLzE4NDQyNi81L3g5NG90Y2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Rencana pembangunan Giant Sea Wall Jakarta - Gresik dinilai cukup realistis melihat dari kondisi yang terjadi saat ini.

BACA JUGA:
Bangun Giant Sea Wall Banten-Ancol Rp91 Triliun, RI Dapat Hibah dari Belanda dan Korsel

&quot;Kalau ide untuk (bangun Giant Sea Wall Jakarta - Gresik), itu satu hal yang rasional juga, karena disana turun juga, jadi Jakarta dan Jawa Tengah itu turunnya parah (permukaan muka tanah),&quot; tambah Bob.Kondisi penurunan muka tanah ini dapat mengundang banjir rob pada wilayah pesisir utara Jawa. Pembangunan Giant Sea Wall Jakarta - Gresik diharapkan dapat menahan dan mengantisipasi ini.
Selain itu, pembangunan Giant Sea Wall Jakarta - Gresik memberikan ketersediaan lahan baru yang dapat dimanfaatkan berbagai macam kegiatan usaha.
&quot;Selain penguasaan jalan, daerah yang di belakang tanggul kan bisa untuk land development, bisa dimanfaatkan lainnya, permukiman, industri, dan lainnya, itu sudah ada dalam desain biasanya,&quot; pungkasnya.
Baca Selengkapnya: Tenggelam! Penurunan Tanah di Jawa Tengah Lebih Parah dari Jakarta

</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menilai pembangunan Giant Sea Wall Jakarta - Gresik merupakan rencana yang rasional. Di mana penurunan muka tanah di Jawa Tengah lebih parah jika dibandingkan dengan penurunan muka tanah yang ada di Jakarta.
Direktur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bob Arthur Lombogia menegaskan tingkat penurunan muka tanah di Jawa Tengah bisa mencapai 14 cm per tahun. Hal ini dinilai lebih parah dibandingkan dengan penurunan muka tanah di Jakarta, yaitu 10 cm per tahun.

BACA JUGA:
Jawa Tengah-Jakarta Terancam Tenggelam, Seberapa Penting Bangun Giant Sea Wall?

&quot;Saya kira ada pertimbangan, salah satunya itu ada penurunan muka tanah juga di Jawa Tengah, bahkan di sana lebih tinggi (dari Jakarta), ada yang sampai 14 cm per tahun, itu di daerah Semarang dan Demak,&quot; ujarnya saat dihubungi MNC Portal.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOC8yNy8xLzE4NDQyNi81L3g5NG90Y2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Rencana pembangunan Giant Sea Wall Jakarta - Gresik dinilai cukup realistis melihat dari kondisi yang terjadi saat ini.

BACA JUGA:
Bangun Giant Sea Wall Banten-Ancol Rp91 Triliun, RI Dapat Hibah dari Belanda dan Korsel

&quot;Kalau ide untuk (bangun Giant Sea Wall Jakarta - Gresik), itu satu hal yang rasional juga, karena disana turun juga, jadi Jakarta dan Jawa Tengah itu turunnya parah (permukaan muka tanah),&quot; tambah Bob.Kondisi penurunan muka tanah ini dapat mengundang banjir rob pada wilayah pesisir utara Jawa. Pembangunan Giant Sea Wall Jakarta - Gresik diharapkan dapat menahan dan mengantisipasi ini.
Selain itu, pembangunan Giant Sea Wall Jakarta - Gresik memberikan ketersediaan lahan baru yang dapat dimanfaatkan berbagai macam kegiatan usaha.
&quot;Selain penguasaan jalan, daerah yang di belakang tanggul kan bisa untuk land development, bisa dimanfaatkan lainnya, permukiman, industri, dan lainnya, itu sudah ada dalam desain biasanya,&quot; pungkasnya.
Baca Selengkapnya: Tenggelam! Penurunan Tanah di Jawa Tengah Lebih Parah dari Jakarta

</content:encoded></item></channel></rss>
