<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kelas Menengah RI Jatuh Miskin, Wamenkeu Thomas Sebut PR Besar Prabowo</title><description>Thomas Djiwandono menyebut kelas menengah yang turun adalah dampak pasca pandemi Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/26/320/3067743/kelas-menengah-ri-jatuh-miskin-wamenkeu-thomas-sebut-pr-besar-prabowo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/26/320/3067743/kelas-menengah-ri-jatuh-miskin-wamenkeu-thomas-sebut-pr-besar-prabowo"/><item><title>Kelas Menengah RI Jatuh Miskin, Wamenkeu Thomas Sebut PR Besar Prabowo</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/26/320/3067743/kelas-menengah-ri-jatuh-miskin-wamenkeu-thomas-sebut-pr-besar-prabowo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/26/320/3067743/kelas-menengah-ri-jatuh-miskin-wamenkeu-thomas-sebut-pr-besar-prabowo</guid><pubDate>Kamis 26 September 2024 10:05 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/26/320/3067743/kelas-menengah-ri-jatuh-miskin-wamenkeu-thomas-sebut-pr-besar-prabowo-J85KuV1Kmj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wamenkeu Thomas soal Kelas Menengah (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/26/320/3067743/kelas-menengah-ri-jatuh-miskin-wamenkeu-thomas-sebut-pr-besar-prabowo-J85KuV1Kmj.jpg</image><title>Wamenkeu Thomas soal Kelas Menengah (Foto: MPI)</title></images><description>BANTEN - Wakil Menteri Keuangan II Thomas Djiwandono menyebut kelas menengah yang turun adalah dampak pasca pandemi Covid-19. Menurutnya anjloknya kelompok kelas menengah tersebut adalah tantangan bagi pemerintahan Prabowo Subianto menuju Indonesia Maju.
&quot;Saya rasa ini memang menjadi PR pemerintahan Pak Prabowo yang utama bagaimana supaya kita mencari solusi jangka panjang ya untuk kembali ke level pra pandemi,&quot; kata Thomas dalam media gathering di Anyer, Rabu (25/9/2024).

BACA JUGA:
Heboh Tukin PNS Kemenkeu Naik 300%, Ini Penjelasan Stafsus Sri Mulyani

Thomas menegaskan bahwa pandemi Covid-19 yang terutama terjadi dalam periode 2020-2022 telah membuat aktivitas ekonomi menurun, dan dampaknya menimbulkan pemutusan hubungan kerja (PHK).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOS8yMC82OC8xODU0MzIvMy9MVjA3V2FhbHJncw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sehingga, lanjut Thomas, dampak pandemi merupakan faktor eksternal yang merupakan buntut dari kondisi pandemi, dan itu terlepas dari kebijakan pemerintah.

BACA JUGA:
Sosok Sri Mulyani di Mata Wamenkeu Thomas&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Jadi jangan dianggap (karena) ada kebijakan tertentu tiba-tiba kelas menengah turun terus. Saya garisbawahi bahwa tantangan-tantangan yang dihadapi oleh kelas menengah ini bukan karena kebijakan yang kurang,&quot; ungkap Thomas.Di samping itu, Thomas juga menyampaikan pandangannya mengenai spending atau pengeluaran dari kelompok kalangan menengah. Dia mengkritisi pengeluaran yang besar pada sektor makanan.
&amp;ldquo;Sekarang spendingnya lebih banyak di-shift ke makanan, ini menunjukkan bahwa spending yang tadinya baju, jalan-jalan, sekarang berubah. Ini memang menjadi suatu hal yang dicermati betul,&amp;rdquo; jelasnya.
Thomas memastikan Kementerian Keuangan memiliki konsentrasi pada permasalahan anjloknya kelompok kelas menengah, terutama digodok di Badan Kebijakan Fiskal (BKF).</description><content:encoded>BANTEN - Wakil Menteri Keuangan II Thomas Djiwandono menyebut kelas menengah yang turun adalah dampak pasca pandemi Covid-19. Menurutnya anjloknya kelompok kelas menengah tersebut adalah tantangan bagi pemerintahan Prabowo Subianto menuju Indonesia Maju.
&quot;Saya rasa ini memang menjadi PR pemerintahan Pak Prabowo yang utama bagaimana supaya kita mencari solusi jangka panjang ya untuk kembali ke level pra pandemi,&quot; kata Thomas dalam media gathering di Anyer, Rabu (25/9/2024).

BACA JUGA:
Heboh Tukin PNS Kemenkeu Naik 300%, Ini Penjelasan Stafsus Sri Mulyani

Thomas menegaskan bahwa pandemi Covid-19 yang terutama terjadi dalam periode 2020-2022 telah membuat aktivitas ekonomi menurun, dan dampaknya menimbulkan pemutusan hubungan kerja (PHK).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOS8yMC82OC8xODU0MzIvMy9MVjA3V2FhbHJncw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sehingga, lanjut Thomas, dampak pandemi merupakan faktor eksternal yang merupakan buntut dari kondisi pandemi, dan itu terlepas dari kebijakan pemerintah.

BACA JUGA:
Sosok Sri Mulyani di Mata Wamenkeu Thomas&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Jadi jangan dianggap (karena) ada kebijakan tertentu tiba-tiba kelas menengah turun terus. Saya garisbawahi bahwa tantangan-tantangan yang dihadapi oleh kelas menengah ini bukan karena kebijakan yang kurang,&quot; ungkap Thomas.Di samping itu, Thomas juga menyampaikan pandangannya mengenai spending atau pengeluaran dari kelompok kalangan menengah. Dia mengkritisi pengeluaran yang besar pada sektor makanan.
&amp;ldquo;Sekarang spendingnya lebih banyak di-shift ke makanan, ini menunjukkan bahwa spending yang tadinya baju, jalan-jalan, sekarang berubah. Ini memang menjadi suatu hal yang dicermati betul,&amp;rdquo; jelasnya.
Thomas memastikan Kementerian Keuangan memiliki konsentrasi pada permasalahan anjloknya kelompok kelas menengah, terutama digodok di Badan Kebijakan Fiskal (BKF).</content:encoded></item></channel></rss>
