<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ibu Kota Pindah ke IKN, Investasi Properti di Jakarta Tetap Menarik</title><description>Investasi properti di kawasan Jakarta tetap menarik meskipun Ibu Kota pindah ke IKN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/26/470/3067884/ibu-kota-pindah-ke-ikn-investasi-properti-di-jakarta-tetap-menarik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/26/470/3067884/ibu-kota-pindah-ke-ikn-investasi-properti-di-jakarta-tetap-menarik"/><item><title>Ibu Kota Pindah ke IKN, Investasi Properti di Jakarta Tetap Menarik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/26/470/3067884/ibu-kota-pindah-ke-ikn-investasi-properti-di-jakarta-tetap-menarik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/26/470/3067884/ibu-kota-pindah-ke-ikn-investasi-properti-di-jakarta-tetap-menarik</guid><pubDate>Kamis 26 September 2024 15:23 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/26/470/3067884/ibu-kota-pindah-ke-ikn-investasi-properti-di-jakarta-tetap-menarik-6U8yTLBnQg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investasi properti Jakarta tetap menarik meskipun Ibu Kota pindah ke IKN (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/26/470/3067884/ibu-kota-pindah-ke-ikn-investasi-properti-di-jakarta-tetap-menarik-6U8yTLBnQg.jpg</image><title>Investasi properti Jakarta tetap menarik meskipun Ibu Kota pindah ke IKN (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Investasi properti di kawasan Jakarta tetap menarik meskipun Ibu Kota pindah ke IKN. Sebab, pasca pemindahan Ibukota, Jakarta masih akan tetap menjadi pusat bisnis.
Property Influencer Anthony Sudarsono mengatakan sebagai pusat bisnis, geliat aktivitas di Jakarta hingga perkembangan pembangunan yang mengikuti permintaan pergerakan orang.

BACA JUGA:
Anggaran IKN Rp15 Triliun di 2025, Wamenkeu Thomas: Bisa Bertambah Sesuai Diskresi Prabowo


&quot;Kalau seberapa besar (keuntungan investasi properti di Jakarta pasca Ibukota Pindah), tergantung bagaimana pembangunan di daerah di sana,&quot; kata Anthony dalam acara Wealth Xpo CIMB Niaga di Jakarta, Kamis (26/9/2024).
Anthony memaparkan, meskipun ibu kota negara pindah ke IKN, Jakarta masih memiliki daya tarik yang kuat sebagai pusat ekonomi dan bisnis. Stabilitas sektor bisnis, ditambah dengan pengembangan infrastruktur transportasi, memastikan bahwa pasar properti di Jakarta tetap menarik bagi investor, terutama di sektor-sektor komersial dan residensial kelas atas.

BACA JUGA:
Jokowi Pamer Lampu Istana IKN Buatan Boyolali, Bukan Italia


Pada kesempatan yang sama, Assitant Vice President of Sinar Mas Land BSD Residential, Andriany Yutanto menambahkan salah satu aspek yang akan menjadikan Jakarta sebagai pusat bisnis adalah soal kelengkapan infrastruktur, sarana, dan prasarana yang sudah terbangun sebelumnya.
Jakarta memiliki infrastruktur yang sudah berkembang, jaringan transportasi yang kuat, dan menjadi pusat bagi perusahaan multinasional dan perbankan. Faktor-faktor ini membuat kota ini masih sangat relevan bagi para investor properti, terutama di sektor perkantoran swasta, komersial, dan residensial kelas atas.
Salah satu hal yang menjadi daya tarik investasi properti di Jakarta  adalah proyek-proyek infrastruktur yang terus berjalan. Proyek MRT dan  LRT Jakarta akan memperkuat konsep Transit Oriented Development (TOD) di  beberapa wilayah. Dengan pengembangan kawasan-kawasan di sekitar  stasiun transportasi massal, minat investasi properti di Jakarta tetap  tinggi, terutama untuk sektor residensial dan komersial.
&quot;Jadi memang Jakarta ketika dipindah ibukota ke IKN, tetap tidak  berubah menjadi pusat perekonomian, karena bayak bisnis yang sudah  berjalan. Kalau kami melihat, Sinarmas melihat, Jakarta punya potensi,  dan kita masih melihat peluang, sebagai pengembang, kita meluncurkan  produk untuk menjawab kebutuhan market kita,&quot; lanjutnya.
Consumer Banking Marketing Head CIMB Niaga, Deffy Lisa Hardjono  mengungkapkan penyaluran kredit properti pasca pengumuman pemindahan  Ibukota ke IKN relatif tidak berdampak negatif.
Deffy memaparkan, pertumbuhan kredit properti mulai terlihat sejak  April 2024, ketika pertumbuhan mencapai 7,8% YoY. Pada Mei 2024,  pertumbuhan kredit properti meningkat menjadi 8,8% YoY. Tren pertumbuhan  terus terjadi pada Juli 2024, mencapai 9% YoY.
&quot;Kalau dari bank, kita lihat data yang ada, kita melihat bahwa  properti sesudah IKN diumumkan, secara data properti masih menjadi  sektor yang seksi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Investasi properti di kawasan Jakarta tetap menarik meskipun Ibu Kota pindah ke IKN. Sebab, pasca pemindahan Ibukota, Jakarta masih akan tetap menjadi pusat bisnis.
Property Influencer Anthony Sudarsono mengatakan sebagai pusat bisnis, geliat aktivitas di Jakarta hingga perkembangan pembangunan yang mengikuti permintaan pergerakan orang.

BACA JUGA:
Anggaran IKN Rp15 Triliun di 2025, Wamenkeu Thomas: Bisa Bertambah Sesuai Diskresi Prabowo


&quot;Kalau seberapa besar (keuntungan investasi properti di Jakarta pasca Ibukota Pindah), tergantung bagaimana pembangunan di daerah di sana,&quot; kata Anthony dalam acara Wealth Xpo CIMB Niaga di Jakarta, Kamis (26/9/2024).
Anthony memaparkan, meskipun ibu kota negara pindah ke IKN, Jakarta masih memiliki daya tarik yang kuat sebagai pusat ekonomi dan bisnis. Stabilitas sektor bisnis, ditambah dengan pengembangan infrastruktur transportasi, memastikan bahwa pasar properti di Jakarta tetap menarik bagi investor, terutama di sektor-sektor komersial dan residensial kelas atas.

BACA JUGA:
Jokowi Pamer Lampu Istana IKN Buatan Boyolali, Bukan Italia


Pada kesempatan yang sama, Assitant Vice President of Sinar Mas Land BSD Residential, Andriany Yutanto menambahkan salah satu aspek yang akan menjadikan Jakarta sebagai pusat bisnis adalah soal kelengkapan infrastruktur, sarana, dan prasarana yang sudah terbangun sebelumnya.
Jakarta memiliki infrastruktur yang sudah berkembang, jaringan transportasi yang kuat, dan menjadi pusat bagi perusahaan multinasional dan perbankan. Faktor-faktor ini membuat kota ini masih sangat relevan bagi para investor properti, terutama di sektor perkantoran swasta, komersial, dan residensial kelas atas.
Salah satu hal yang menjadi daya tarik investasi properti di Jakarta  adalah proyek-proyek infrastruktur yang terus berjalan. Proyek MRT dan  LRT Jakarta akan memperkuat konsep Transit Oriented Development (TOD) di  beberapa wilayah. Dengan pengembangan kawasan-kawasan di sekitar  stasiun transportasi massal, minat investasi properti di Jakarta tetap  tinggi, terutama untuk sektor residensial dan komersial.
&quot;Jadi memang Jakarta ketika dipindah ibukota ke IKN, tetap tidak  berubah menjadi pusat perekonomian, karena bayak bisnis yang sudah  berjalan. Kalau kami melihat, Sinarmas melihat, Jakarta punya potensi,  dan kita masih melihat peluang, sebagai pengembang, kita meluncurkan  produk untuk menjawab kebutuhan market kita,&quot; lanjutnya.
Consumer Banking Marketing Head CIMB Niaga, Deffy Lisa Hardjono  mengungkapkan penyaluran kredit properti pasca pengumuman pemindahan  Ibukota ke IKN relatif tidak berdampak negatif.
Deffy memaparkan, pertumbuhan kredit properti mulai terlihat sejak  April 2024, ketika pertumbuhan mencapai 7,8% YoY. Pada Mei 2024,  pertumbuhan kredit properti meningkat menjadi 8,8% YoY. Tren pertumbuhan  terus terjadi pada Juli 2024, mencapai 9% YoY.
&quot;Kalau dari bank, kita lihat data yang ada, kita melihat bahwa  properti sesudah IKN diumumkan, secara data properti masih menjadi  sektor yang seksi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
