<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siap-Siap, Harga Properti di Indonesia Bakal Makin Mahal Efek Ekonomi China Anjlok</title><description>Siap-siap harga properti di Indonesia bakal makin mahal efek ekonomi China anjlok.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/26/470/3067968/siap-siap-harga-properti-di-indonesia-bakal-makin-mahal-efek-ekonomi-china-anjlok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/26/470/3067968/siap-siap-harga-properti-di-indonesia-bakal-makin-mahal-efek-ekonomi-china-anjlok"/><item><title>Siap-Siap, Harga Properti di Indonesia Bakal Makin Mahal Efek Ekonomi China Anjlok</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/26/470/3067968/siap-siap-harga-properti-di-indonesia-bakal-makin-mahal-efek-ekonomi-china-anjlok</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/26/470/3067968/siap-siap-harga-properti-di-indonesia-bakal-makin-mahal-efek-ekonomi-china-anjlok</guid><pubDate>Kamis 26 September 2024 18:25 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/26/470/3067968/siap-siap-harga-properti-di-indonesia-bakal-makin-mahal-efek-ekonomi-china-anjlok-IssQuLGDKI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga properti Indonesia diprediksi makin mahal (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/26/470/3067968/siap-siap-harga-properti-di-indonesia-bakal-makin-mahal-efek-ekonomi-china-anjlok-IssQuLGDKI.jpg</image><title>Harga properti Indonesia diprediksi makin mahal (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Siap-siap harga properti di Indonesia bakal makin mahal efek ekonomi China anjlok. Property Influencer Anthony Sudarsono memproyeksikan harga properti di Indonesia khususnya di Jakarta bakal mengalami lonjakan.
Hal ini dipengaruhi oleh faktor pelemahan ekonomi China yang berimbas ke sektor properti di negara tirai bambu tersebut. Anthony menjelaskan, pelemahan ekonomi China akan membuat para pelaku usaha atau investor mencari pasar yang lebih potensial dengan melihat pertumbuhan ekonomi secara nasional. Menurutnya, wilayah yang paling potensial di kawasan Asia Tenggara adalah Indonesia.

BACA JUGA:
Ibu Kota Pindah ke IKN, Investasi Properti di Jakarta Tetap Menarik


&quot;Sekarang ramai orang China ke Indonesia, ekonomi China lagi berat dan susah, sehingga mereka pilih instrumen atau wilayah yang gampang mendapatkan uang, kalau di Asia, Indonesia pilihan tepat, karena masyarakatnya konsumtif,&quot; ujarnya dalam acara Wealth Xpo CIMB Niaga di Jakarta, Kamis (26/9/2024).

BACA JUGA:
5 Fakta Bangun Rumah Sendiri Kena Pajak 2,4% hingga Beli Properti Baru Bebas PPN 100%


Menurutnya, situasi ini akan menyebabkan mekanisme pasar, di mana harga properti akan naik secara perlahan karena permintaan yang cukup besar dari para pelaku usaha asal China dan ditambah lagi dari negara negara lainnya.
Sebab, Anthony menyebut dukungan insentif pemerintah seperti pemberian label Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibaliknya ada ada berbagai macam insentif khusus akan meningkatkan ketertarikan investor menanamkan modalnya ke dalam negeri.
Bahkan menurutnya 5-10 tahun mendatang populasi keturunan Tionghoa di  Indonesia akan semakin besar. Hal ini dikarenakan investor China yang  mengembangkan usahanya enggan untuk kembali ke negara asal karena  bisnisnya telah berjalan dengan baik di Indonesia.
&quot;5-10 tahun ke depan kita akan bersaing dengan orang China tersebut.  Karena mereka rerata tidak berminat untuk kembali ke negaranya. Ini  sangat potensial kalau mau membeli properti di KEK, karena kebutuhan  mereka (investor China) sangat besar,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Siap-siap harga properti di Indonesia bakal makin mahal efek ekonomi China anjlok. Property Influencer Anthony Sudarsono memproyeksikan harga properti di Indonesia khususnya di Jakarta bakal mengalami lonjakan.
Hal ini dipengaruhi oleh faktor pelemahan ekonomi China yang berimbas ke sektor properti di negara tirai bambu tersebut. Anthony menjelaskan, pelemahan ekonomi China akan membuat para pelaku usaha atau investor mencari pasar yang lebih potensial dengan melihat pertumbuhan ekonomi secara nasional. Menurutnya, wilayah yang paling potensial di kawasan Asia Tenggara adalah Indonesia.

BACA JUGA:
Ibu Kota Pindah ke IKN, Investasi Properti di Jakarta Tetap Menarik


&quot;Sekarang ramai orang China ke Indonesia, ekonomi China lagi berat dan susah, sehingga mereka pilih instrumen atau wilayah yang gampang mendapatkan uang, kalau di Asia, Indonesia pilihan tepat, karena masyarakatnya konsumtif,&quot; ujarnya dalam acara Wealth Xpo CIMB Niaga di Jakarta, Kamis (26/9/2024).

BACA JUGA:
5 Fakta Bangun Rumah Sendiri Kena Pajak 2,4% hingga Beli Properti Baru Bebas PPN 100%


Menurutnya, situasi ini akan menyebabkan mekanisme pasar, di mana harga properti akan naik secara perlahan karena permintaan yang cukup besar dari para pelaku usaha asal China dan ditambah lagi dari negara negara lainnya.
Sebab, Anthony menyebut dukungan insentif pemerintah seperti pemberian label Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibaliknya ada ada berbagai macam insentif khusus akan meningkatkan ketertarikan investor menanamkan modalnya ke dalam negeri.
Bahkan menurutnya 5-10 tahun mendatang populasi keturunan Tionghoa di  Indonesia akan semakin besar. Hal ini dikarenakan investor China yang  mengembangkan usahanya enggan untuk kembali ke negara asal karena  bisnisnya telah berjalan dengan baik di Indonesia.
&quot;5-10 tahun ke depan kita akan bersaing dengan orang China tersebut.  Karena mereka rerata tidak berminat untuk kembali ke negaranya. Ini  sangat potensial kalau mau membeli properti di KEK, karena kebutuhan  mereka (investor China) sangat besar,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
