<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengusaha Bocorkan Kabinet Prabowo-Gibran</title><description>Kalangan pengusaha membocorkan Kabinet Presiden terpilih Prabowo Subianto.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/27/320/3068402/pengusaha-bocorkan-kabinet-prabowo-gibran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/27/320/3068402/pengusaha-bocorkan-kabinet-prabowo-gibran"/><item><title>Pengusaha Bocorkan Kabinet Prabowo-Gibran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/27/320/3068402/pengusaha-bocorkan-kabinet-prabowo-gibran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/27/320/3068402/pengusaha-bocorkan-kabinet-prabowo-gibran</guid><pubDate>Jum'at 27 September 2024 20:31 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/27/320/3068402/pengusaha-bocorkan-kabinet-prabowo-gibran-qO6akJKWxS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bocoran kabinet Prabowo-Gibran (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/27/320/3068402/pengusaha-bocorkan-kabinet-prabowo-gibran-qO6akJKWxS.jpg</image><title>Bocoran kabinet Prabowo-Gibran (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kalangan pengusaha membocorkan Kabinet Presiden terpilih Prabowo Subianto. Prabowo berencana menambah jumlah Kementerian dari sebelumnya berjumlah 34 menjadi 44 pos Kementerian.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengatakan berdasarkan diskusi yang sudah dilakukan sebelum dengan Prabowo atau timnya, akan ada pos Kementerian yang akan dipecah menjadi badan atau kementerian sendiri.

BACA JUGA:
Siapa Pengganti Pramono Anung sebagai Menteri Sekretaris Kabinet? Ini Kata Jokowi&amp;nbsp;


Shinta mengungkapkan, beberapa diantaranya seperti Kementerian Perumahan yang dipisah dari sebelumnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
&quot;Kami kebetulan baru juga mengusulkan dan diterima, yaitu akan ada khusus Kementerian Perumahan, karena selama ini sektor perumahan masih seperti anak tiri, dimasukkan ke PUPR,&quot; ujar Shinta di Jakarta, Kamis (26/9/2024).
Kemudian, Shinta melanjutkan dari beberapa diskusi yang sudah dilakukan akan ada pemisahan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sehingga akan ada 2 Kementerian baru, yaitu Kementerian Hutan, dan Kementerian Lingkungan.

BACA JUGA:
Begini Reaksi Jokowi Dengar Isu PDIP Masuk Kabinet Prabowo-Gibran


&quot;Kelihatannya, ini kementerian lingkungan akan berdiri sendiri, usulan kami untuk memisahkan antara Kementerian Kehutanan dengan Kementerian Lingkungan Hidup,&quot; kata Shinta.
Bahkan menurutnya, Prabowo juga akan membentuk Badan Khusus yang menangani carbon trading. &quot;Karena peluang Indonesia terkait penyerapan karbon sangat besar, cuman belum bisa dijalankan,&quot; lanjutnya.
Selain itu, Shinta juga mendapatkan kabar terkait adanya pembentukan Badan Penerimaan Negara, nantinya akan mengurusi pekerjaan yang sebelumnya ditangani oleh Direktorat Bea dan Cukai serta Direktorat Pajak di bawah Kementerian Keuangan.
&quot;Ini ada kaitannya dengan kita semua, pemerintah dari dulu mau  menaikkan rasio pajak, tapi yang dilakukan berburu di kandang sendiri.  Jadi ini akan memperluas pembayar pajaknya, itu yang disampaikan tim  pemerintah yang akan datang,&quot; tambahnya.
Selain itu juga direncanakan Prabowo untuk mengevaluasi Kementerian  BUMN yang akan menjadi Badan atau Lembaga Pemerintah Non-Kementerian  (LPNK). Hal ini bertujuan agar meningkatkan efisiensi perusahaan BUMN  sekaligus mengurangi keterlibatan birokrasi.
&quot;Jadi peran dari swasta dengan BUMN akan dievaluasi kembali,  pemerintah yang akan datang juga berkomitmen untuk melibatkan peran  swasta ke sektor sektor sektor tertentu di Indonesia,&quot; kata Shinta.
&quot;Jadi jangan khawatir kalau sekarang infrastruktur, konstruksi, itu  didominasi sama BUMN, karena nanti di masa pemerintahan yang akan datang  pelaku usaha diberikan kesempatan juga, untuk masuk misalnya ke  pariwisata, jasa, dan lainnya,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kalangan pengusaha membocorkan Kabinet Presiden terpilih Prabowo Subianto. Prabowo berencana menambah jumlah Kementerian dari sebelumnya berjumlah 34 menjadi 44 pos Kementerian.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengatakan berdasarkan diskusi yang sudah dilakukan sebelum dengan Prabowo atau timnya, akan ada pos Kementerian yang akan dipecah menjadi badan atau kementerian sendiri.

BACA JUGA:
Siapa Pengganti Pramono Anung sebagai Menteri Sekretaris Kabinet? Ini Kata Jokowi&amp;nbsp;


Shinta mengungkapkan, beberapa diantaranya seperti Kementerian Perumahan yang dipisah dari sebelumnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
&quot;Kami kebetulan baru juga mengusulkan dan diterima, yaitu akan ada khusus Kementerian Perumahan, karena selama ini sektor perumahan masih seperti anak tiri, dimasukkan ke PUPR,&quot; ujar Shinta di Jakarta, Kamis (26/9/2024).
Kemudian, Shinta melanjutkan dari beberapa diskusi yang sudah dilakukan akan ada pemisahan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sehingga akan ada 2 Kementerian baru, yaitu Kementerian Hutan, dan Kementerian Lingkungan.

BACA JUGA:
Begini Reaksi Jokowi Dengar Isu PDIP Masuk Kabinet Prabowo-Gibran


&quot;Kelihatannya, ini kementerian lingkungan akan berdiri sendiri, usulan kami untuk memisahkan antara Kementerian Kehutanan dengan Kementerian Lingkungan Hidup,&quot; kata Shinta.
Bahkan menurutnya, Prabowo juga akan membentuk Badan Khusus yang menangani carbon trading. &quot;Karena peluang Indonesia terkait penyerapan karbon sangat besar, cuman belum bisa dijalankan,&quot; lanjutnya.
Selain itu, Shinta juga mendapatkan kabar terkait adanya pembentukan Badan Penerimaan Negara, nantinya akan mengurusi pekerjaan yang sebelumnya ditangani oleh Direktorat Bea dan Cukai serta Direktorat Pajak di bawah Kementerian Keuangan.
&quot;Ini ada kaitannya dengan kita semua, pemerintah dari dulu mau  menaikkan rasio pajak, tapi yang dilakukan berburu di kandang sendiri.  Jadi ini akan memperluas pembayar pajaknya, itu yang disampaikan tim  pemerintah yang akan datang,&quot; tambahnya.
Selain itu juga direncanakan Prabowo untuk mengevaluasi Kementerian  BUMN yang akan menjadi Badan atau Lembaga Pemerintah Non-Kementerian  (LPNK). Hal ini bertujuan agar meningkatkan efisiensi perusahaan BUMN  sekaligus mengurangi keterlibatan birokrasi.
&quot;Jadi peran dari swasta dengan BUMN akan dievaluasi kembali,  pemerintah yang akan datang juga berkomitmen untuk melibatkan peran  swasta ke sektor sektor sektor tertentu di Indonesia,&quot; kata Shinta.
&quot;Jadi jangan khawatir kalau sekarang infrastruktur, konstruksi, itu  didominasi sama BUMN, karena nanti di masa pemerintahan yang akan datang  pelaku usaha diberikan kesempatan juga, untuk masuk misalnya ke  pariwisata, jasa, dan lainnya,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
