<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Punya Lahan Sawit Terbesar di Dunia, Aset PTPN Tembus Rp152,2 Triliun</title><description>Holding Perkebunan Nusantara mencatatkan pertumbuhan aset. Dalam kurun waktu 2020 hingga 2024, aset naik 15,6%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/28/320/3068673/punya-lahan-sawit-terbesar-di-dunia-aset-ptpn-tembus-rp152-2-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/28/320/3068673/punya-lahan-sawit-terbesar-di-dunia-aset-ptpn-tembus-rp152-2-triliun"/><item><title>Punya Lahan Sawit Terbesar di Dunia, Aset PTPN Tembus Rp152,2 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/28/320/3068673/punya-lahan-sawit-terbesar-di-dunia-aset-ptpn-tembus-rp152-2-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/28/320/3068673/punya-lahan-sawit-terbesar-di-dunia-aset-ptpn-tembus-rp152-2-triliun</guid><pubDate>Sabtu 28 September 2024 18:40 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Akbar Malik</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/28/320/3068673/punya-lahan-sawit-terbesar-di-dunia-aset-ptpn-tembus-rp152-2-triliun-HuWm6wLsEQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lahan Sawit Terbesar di Dunia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/28/320/3068673/punya-lahan-sawit-terbesar-di-dunia-aset-ptpn-tembus-rp152-2-triliun-HuWm6wLsEQ.jpg</image><title>Lahan Sawit Terbesar di Dunia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Holding Perkebunan Nusantara mencatatkan pertumbuhan aset. Dalam kurun waktu 2020 hingga 2024, aset naik 15,6%.
Pada tahun 2020, total aset PTPN Group tercatat mencapai Rp131,6 triliun. Kemudian, pada 2021 aset menjadi Rp144,6 triliun, dan kemudian meningkat lagi menjadi Rp149,2 triliun pada 2022.

BACA JUGA:
Bareskrim Usut Dugaan Korupsi Proyek Pabrik Gula, PTPN Buka Suara


Meski pada tahun 2023, PTPN Group mengalami sedikit penurunan aset menjadi Rp143,9 triliun, tetapi kembali naik lagi menjadi Rp152,2 triliun pada semester I-2024.
Kenaikan aset ini ditopang transformasi yang fokus pada peningkatan efisiensi di berbagai aspek dan peningkatan produktivitas. Perlu diingat Holding Perkebunan ini melalui PalmCo mempunyai lahan sawit terbesar di dunia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8yMi8yMC8xODMwNjAvNS94OTJtbWNx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Mohammad Abdul Ghani mengatakan, transformasi yang dilakukan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional.

BACA JUGA:
Ini Syarat agar Sawit RI Diakui Dunia


&amp;ldquo;Kami percaya bahwa fokus pada produktivitas dan inovasi akan mendorong pertumbuhan berkelanjutan. PTPN Group akan terus berinvestasi dalam teknologi dan sumber daya manusia untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan ini,&amp;rdquo; ujarnya di Jakarta, Sabtu (28/9/2024).Selain itu, PTPN Group tetap menerapkan praktik berkelanjutan dalam operasionalnya. Perusahaan ini telah mengadopsi prinsip-prinsip keberlanjutan untuk menjaga lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
&amp;ldquo;Inisiatif ini sejalan dengan tujuan jangka panjang perusahaan untuk menjadi pelopor dalam industri perkebunan yang ramah lingkungan,&amp;rdquo; katanya.
Pihaknya optimis untuk terus tumbuh dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional.
&amp;ldquo;Keberhasilan ini tentunya tidak terlepas dari dedikasi seluruh insan perkebunan dan manajemen yang terus berupaya untuk memajukan perusahaan di masa depan,&amp;rdquo; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Holding Perkebunan Nusantara mencatatkan pertumbuhan aset. Dalam kurun waktu 2020 hingga 2024, aset naik 15,6%.
Pada tahun 2020, total aset PTPN Group tercatat mencapai Rp131,6 triliun. Kemudian, pada 2021 aset menjadi Rp144,6 triliun, dan kemudian meningkat lagi menjadi Rp149,2 triliun pada 2022.

BACA JUGA:
Bareskrim Usut Dugaan Korupsi Proyek Pabrik Gula, PTPN Buka Suara


Meski pada tahun 2023, PTPN Group mengalami sedikit penurunan aset menjadi Rp143,9 triliun, tetapi kembali naik lagi menjadi Rp152,2 triliun pada semester I-2024.
Kenaikan aset ini ditopang transformasi yang fokus pada peningkatan efisiensi di berbagai aspek dan peningkatan produktivitas. Perlu diingat Holding Perkebunan ini melalui PalmCo mempunyai lahan sawit terbesar di dunia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8yMi8yMC8xODMwNjAvNS94OTJtbWNx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Mohammad Abdul Ghani mengatakan, transformasi yang dilakukan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional.

BACA JUGA:
Ini Syarat agar Sawit RI Diakui Dunia


&amp;ldquo;Kami percaya bahwa fokus pada produktivitas dan inovasi akan mendorong pertumbuhan berkelanjutan. PTPN Group akan terus berinvestasi dalam teknologi dan sumber daya manusia untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan ini,&amp;rdquo; ujarnya di Jakarta, Sabtu (28/9/2024).Selain itu, PTPN Group tetap menerapkan praktik berkelanjutan dalam operasionalnya. Perusahaan ini telah mengadopsi prinsip-prinsip keberlanjutan untuk menjaga lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
&amp;ldquo;Inisiatif ini sejalan dengan tujuan jangka panjang perusahaan untuk menjadi pelopor dalam industri perkebunan yang ramah lingkungan,&amp;rdquo; katanya.
Pihaknya optimis untuk terus tumbuh dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional.
&amp;ldquo;Keberhasilan ini tentunya tidak terlepas dari dedikasi seluruh insan perkebunan dan manajemen yang terus berupaya untuk memajukan perusahaan di masa depan,&amp;rdquo; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
