<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembatasan BBM Bersubsidi Batal Berlaku 1 Oktober 2024, Pertalite Jebol?</title><description>Kuota BBM subsidi jenis Pertalite aman hingga akhir tahun meski rencana pembatasan BBM bersubsidi batal diterapkan 1 Oktober.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/30/320/3069167/pembatasan-bbm-bersubsidi-batal-berlaku-1-oktober-2024-pertalite-jebol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/09/30/320/3069167/pembatasan-bbm-bersubsidi-batal-berlaku-1-oktober-2024-pertalite-jebol"/><item><title>Pembatasan BBM Bersubsidi Batal Berlaku 1 Oktober 2024, Pertalite Jebol?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/09/30/320/3069167/pembatasan-bbm-bersubsidi-batal-berlaku-1-oktober-2024-pertalite-jebol</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/09/30/320/3069167/pembatasan-bbm-bersubsidi-batal-berlaku-1-oktober-2024-pertalite-jebol</guid><pubDate>Senin 30 September 2024 11:19 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/30/320/3069167/pembatasan-bbm-bersubsidi-batal-berlaku-1-oktober-2024-pertalite-jebol-Lfr3thCXB7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pembatasan BBM Subsidi Batal Berlaku 1 Oktober 2024 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/30/320/3069167/pembatasan-bbm-bersubsidi-batal-berlaku-1-oktober-2024-pertalite-jebol-Lfr3thCXB7.jpg</image><title>Pembatasan BBM Subsidi Batal Berlaku 1 Oktober 2024 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite aman hingga akhir tahun meski rencana pembatasan BBM bersubsidi batal diterapkan 1 Oktober.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agus Cahyono Adi mengakui konsumsi BBM Pertalite hingga akhir tahun cukup mengkhawatirkan.

&quot;Waktu di DPR beberapa itu, kan cukup mengkhawatirkan. Tapi tetap pemerintah kuncinya dan pemerintah tetap menjamin angka kebutuhan masyarakat terpenuhi, sesuai dengan kebutuhannya. Nanti kuncinya nanti sesuai dengan kebutuhannya,&quot; kata Agus di Kementerian ESDM, Jakarta.

BACA JUGA:
Daftar Harga BBM Pertamina Terkini Jelang 1 Oktober 2024


Sementara itu ketika ditanya perihal wacana pemerintahan Prabowo Subianto yang akan mengubah skema penyaluran subsidi energi menjadi uang tunai, Agus juga tidak menampik hal tersebut.

&quot;Targetnya sama, targetnya adalah idealnya subsidi adalah kepada orang langsung untuk meningkatkan daya belinya,&quot; katanya.


BACA JUGA:
Pembatasan BBM Subsidi 1 Oktober 2024 Batal, Ada Kebijakan Baru?

Selanjutnya, Agus juga menyebutkan bahwa hal ini belum dibicarakan dengan tim transisi. Sebab menurutnya, target yang akan disasar pun sama. &quot;Belum, tapi itu kan sama. Jadi dibicarain, nggak bicarain kan memang targetnya sama. Targetnya kesana, pemerintah sekarang targetnya juga ke sana,&quot; pungkas Agus.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOS8wNy80LzE4NDg2NS8zLzhaR3ltdl9JSGRj&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara, Kementerian ESDM mengaku masih melakukan pendalaman soal mekanisme pembatasan penyaluran BBM subsidi agar lebih tepat sasaran yang awalnya direncanakan mulai 1 Oktober 2024.



&quot;Ya, kita sedang didalamin. Untuk melihat bahwa seperti apa sih tujuan pemerintah agar BBM ini diterima oleh yang berhak, sesuai dengan kebutuhannya. Untuk menuju ke sana, sedang dicari mekanisme yang pas,&quot; kata Agus.



Hal ini agar mekanisme pembatasan BBM benar-benar terdistribusi kepada masyarakat yang memang berhak mendapatkannya. &quot;Biar distribusinya rapi lah di lapangan,&quot; imbuhnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite aman hingga akhir tahun meski rencana pembatasan BBM bersubsidi batal diterapkan 1 Oktober.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agus Cahyono Adi mengakui konsumsi BBM Pertalite hingga akhir tahun cukup mengkhawatirkan.

&quot;Waktu di DPR beberapa itu, kan cukup mengkhawatirkan. Tapi tetap pemerintah kuncinya dan pemerintah tetap menjamin angka kebutuhan masyarakat terpenuhi, sesuai dengan kebutuhannya. Nanti kuncinya nanti sesuai dengan kebutuhannya,&quot; kata Agus di Kementerian ESDM, Jakarta.

BACA JUGA:
Daftar Harga BBM Pertamina Terkini Jelang 1 Oktober 2024


Sementara itu ketika ditanya perihal wacana pemerintahan Prabowo Subianto yang akan mengubah skema penyaluran subsidi energi menjadi uang tunai, Agus juga tidak menampik hal tersebut.

&quot;Targetnya sama, targetnya adalah idealnya subsidi adalah kepada orang langsung untuk meningkatkan daya belinya,&quot; katanya.


BACA JUGA:
Pembatasan BBM Subsidi 1 Oktober 2024 Batal, Ada Kebijakan Baru?

Selanjutnya, Agus juga menyebutkan bahwa hal ini belum dibicarakan dengan tim transisi. Sebab menurutnya, target yang akan disasar pun sama. &quot;Belum, tapi itu kan sama. Jadi dibicarain, nggak bicarain kan memang targetnya sama. Targetnya kesana, pemerintah sekarang targetnya juga ke sana,&quot; pungkas Agus.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOS8wNy80LzE4NDg2NS8zLzhaR3ltdl9JSGRj&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara, Kementerian ESDM mengaku masih melakukan pendalaman soal mekanisme pembatasan penyaluran BBM subsidi agar lebih tepat sasaran yang awalnya direncanakan mulai 1 Oktober 2024.



&quot;Ya, kita sedang didalamin. Untuk melihat bahwa seperti apa sih tujuan pemerintah agar BBM ini diterima oleh yang berhak, sesuai dengan kebutuhannya. Untuk menuju ke sana, sedang dicari mekanisme yang pas,&quot; kata Agus.



Hal ini agar mekanisme pembatasan BBM benar-benar terdistribusi kepada masyarakat yang memang berhak mendapatkannya. &quot;Biar distribusinya rapi lah di lapangan,&quot; imbuhnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
