<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Semakin Dekat dengan Swasembada Gula 2030</title><description>Indonesia semakit dekat dengan target swasembada gula nasional pada 2030.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/01/320/3069710/ri-semakin-dekat-dengan-swasembada-gula-2030</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/01/320/3069710/ri-semakin-dekat-dengan-swasembada-gula-2030"/><item><title>RI Semakin Dekat dengan Swasembada Gula 2030</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/01/320/3069710/ri-semakin-dekat-dengan-swasembada-gula-2030</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/01/320/3069710/ri-semakin-dekat-dengan-swasembada-gula-2030</guid><pubDate>Selasa 01 Oktober 2024 15:13 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/01/320/3069710/ri-semakin-dekat-dengan-swasembada-gula-2030-cdeWQDfOpL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI Semakin Dekat dengan Swasembada Gula 2030 (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/01/320/3069710/ri-semakin-dekat-dengan-swasembada-gula-2030-cdeWQDfOpL.jpg</image><title>RI Semakin Dekat dengan Swasembada Gula 2030 (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia semakit dekat dengan target swasembada gula nasional pada 2030. Hal ini setelah dua anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), yakni PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) dan PTPN I (SupportingCo) bekerja sama pengelolaan dan pengolahan komoditas tebu.

Holding Perkebunan Nusantara juga telah memfasilitasi kerja sama operasi (KSO) Integrasi on Farm terhadap SGN dan SupportingCo melalui perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani pada 9 Agustus 2024,


BACA JUGA:
Jokowi: Butuh Proses Panjang untuk Swasembada Pangan

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Mohammad Abdul Ghani, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan salah satu aksi korporasi PTPN Group untuk merealisasikan roadmap Swasembada Gula Nasional 2030.

&amp;ldquo;Sejalan dengan Perpres Nomor 40 tahun 2023, dengan mengintegrasikan on farm dan off farm pada bisnis gula, diproyeksikan dapat meningkatkan produktivitas tebu per tahunnya,&amp;rdquo; kata Ghani, Selasa (1/10/2024).

BACA JUGA:
PR Besar Ekonomi Indonesia: Swasembada Pangan dan Energi 


Dia menyebut pasca spin off SGN, operasional pabrik gula dilakukan secara terpisah dari operasional kebun, di mana operasional kebun dikelola oleh SupportingCo.

Wilayah kebun tebu di bawah pengelolaan SupportingCo diantaranya, Regional I (Eks-PTPN II), Regional 3 (Eks-PTPN IX), Regional 4 (Eks-PTPN X dan XI), Regional 5 (Eks-PTPN XII), Regional 7 (Eks-PTPN VII), dan Regional 8 (EksPTPN XIV) dengan total luas areal sebesar 59.301 Ha.


Ghani mencatat, diperlukan sinergi antara kedua perusahaan untuk mencapai tujuan bersama yang lebih besar. Keberlanjutan pabrik gula sangat tergantung dari pasokan bahan baku tebu, sehingga kinerja kebun tebu mempengaruhi kinerja pabrik gula.



&amp;ldquo;Dengan dikelolanya on farm oleh SGN, maka kita dapat mengoptimalkan lahan tersebut untuk meningkatkan produktivitas gula,&quot; ungkap Direktur Utama SGN, Mahmudi.



Kerja Sama Operasional (KSO) pengelolaan kebun tebu PTPN I oleh SGN dilakukan untuk memaksimalkan value capture di setiap rantai nilai. Dengan demikian, pengelolaan bisnis gula akan dilakukan secara terintegrasi oleh SGN.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia semakit dekat dengan target swasembada gula nasional pada 2030. Hal ini setelah dua anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), yakni PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) dan PTPN I (SupportingCo) bekerja sama pengelolaan dan pengolahan komoditas tebu.

Holding Perkebunan Nusantara juga telah memfasilitasi kerja sama operasi (KSO) Integrasi on Farm terhadap SGN dan SupportingCo melalui perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani pada 9 Agustus 2024,


BACA JUGA:
Jokowi: Butuh Proses Panjang untuk Swasembada Pangan

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Mohammad Abdul Ghani, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan salah satu aksi korporasi PTPN Group untuk merealisasikan roadmap Swasembada Gula Nasional 2030.

&amp;ldquo;Sejalan dengan Perpres Nomor 40 tahun 2023, dengan mengintegrasikan on farm dan off farm pada bisnis gula, diproyeksikan dapat meningkatkan produktivitas tebu per tahunnya,&amp;rdquo; kata Ghani, Selasa (1/10/2024).

BACA JUGA:
PR Besar Ekonomi Indonesia: Swasembada Pangan dan Energi 


Dia menyebut pasca spin off SGN, operasional pabrik gula dilakukan secara terpisah dari operasional kebun, di mana operasional kebun dikelola oleh SupportingCo.

Wilayah kebun tebu di bawah pengelolaan SupportingCo diantaranya, Regional I (Eks-PTPN II), Regional 3 (Eks-PTPN IX), Regional 4 (Eks-PTPN X dan XI), Regional 5 (Eks-PTPN XII), Regional 7 (Eks-PTPN VII), dan Regional 8 (EksPTPN XIV) dengan total luas areal sebesar 59.301 Ha.


Ghani mencatat, diperlukan sinergi antara kedua perusahaan untuk mencapai tujuan bersama yang lebih besar. Keberlanjutan pabrik gula sangat tergantung dari pasokan bahan baku tebu, sehingga kinerja kebun tebu mempengaruhi kinerja pabrik gula.



&amp;ldquo;Dengan dikelolanya on farm oleh SGN, maka kita dapat mengoptimalkan lahan tersebut untuk meningkatkan produktivitas gula,&quot; ungkap Direktur Utama SGN, Mahmudi.



Kerja Sama Operasional (KSO) pengelolaan kebun tebu PTPN I oleh SGN dilakukan untuk memaksimalkan value capture di setiap rantai nilai. Dengan demikian, pengelolaan bisnis gula akan dilakukan secara terintegrasi oleh SGN.</content:encoded></item></channel></rss>
