<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tembus 18,9 Juta Pekerja, Program Kartu Prakerja 2025 Tunggu Keputusan Prabowo</title><description>Kemenko Bidang Perekonomian meminta agar program Kartu Prakerja dapat berlanjut di pemerintahan Prabowo-Gibran.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/02/320/3070248/tembus-18-9-juta-pekerja-program-kartu-prakerja-2025-tunggu-keputusan-prabowo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/02/320/3070248/tembus-18-9-juta-pekerja-program-kartu-prakerja-2025-tunggu-keputusan-prabowo"/><item><title>Tembus 18,9 Juta Pekerja, Program Kartu Prakerja 2025 Tunggu Keputusan Prabowo</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/02/320/3070248/tembus-18-9-juta-pekerja-program-kartu-prakerja-2025-tunggu-keputusan-prabowo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/02/320/3070248/tembus-18-9-juta-pekerja-program-kartu-prakerja-2025-tunggu-keputusan-prabowo</guid><pubDate>Rabu 02 Oktober 2024 20:37 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/02/320/3070248/tembus-18-9-juta-pekerja-program-kartu-prakerja-2025-tunggu-keputusan-prabowo-DPvPbPOcGL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kartu Prakerja 2025. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/02/320/3070248/tembus-18-9-juta-pekerja-program-kartu-prakerja-2025-tunggu-keputusan-prabowo-DPvPbPOcGL.jpg</image><title>Kartu Prakerja 2025. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian meminta agar program Kartu Prakerja dapat berlanjut di pemerintahan Prabowo-Gibran.
Namun demikian, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono menyebut keputusan ini tetap ada di tangan Presiden Terpilih Prabowo Subianto.

BACA JUGA:
Jadi Plt Menaker, Airlangga Langsung Bahas UMP 2025

&quot;Semuanya sangat relevan dan mestinya sangat positif untuk kita keberlanjutannya. Tetap saja nanti kita akan di pemerintahan baru kita berharap harap dilanjutkan dan keputusan akhir tetap ada di pemerintahan baru,&quot; jelasnya dalam acara Media Briefing di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (2/10/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOC8xNi8xLzE4NDAyNi8zL2Fra1JQZnhWS1h3&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Susi menuturkan keberlanjutan program Kartu Prakerja ini sejalan dengan capaian yang diperoleh selama lima tahun program ini berjalan. Hal itupun tertuang berdasarkan Riset Presisi Indonesia (2021) yang menemukan penerima perempuan Prakerja mengalami peningkatan pendapatan sebesar 33 persen lebih tinggi dibanding non-penerima perempuan.
Selanjutnya, hasil Studi Svara Institute (2023) menemukan peningkatan pendapatan penerima Prakerja hingga 17,6 persen lebih tinggi dibanding non-penerima.

BACA JUGA:
RI Deflasi 5 Bulan Beruntun karena Daya Beli Lemah? Ini Kata Menko Airlangga

&quot;Jadi secara program kita mendorong kelanjutan program prakerja ini karena seperti yang tadi saya sampaikan capaian-capaian angkanya tadi dan saya kira posisi saat ini akan semakin penting apalagi kalau isunya masalah pembukaan lapangan kerja, isu yang terkait tenaga kerja kita apalagi nanti isu kelas menengah,&quot; pungkas Susiwijono.Sebagai informasi, Program Kartu Prakerja (Prakerja) adalah program pengembangan kompetensi kerja dan kewirausahaan berupa beasiswa pelatihan yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja/buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja, dan/atau pekerja/buruh yang membutuhkan peningkatan kompetensi, termasuk pelaku usaha mikro dan kecil.
Prakerja memberikan akses pelatihan untuk upskilling dan reskilling kepada WNI usia 18-64 tahun agar bisa beradaptasi dengan perubahan dunia kerja. Prakerja juga menjadi bagian dari upaya yang mendorong pendidikan sepanjang hayat khususnya bagi orang dewasa.
Sejak diluncurkan pada April 2020 hingga saat ini, Prakerja telah memberikan akses skilling, reskilling dan upskiling kepada lebih dari 18,9 juta orang penerima. Selama 2020-2022, Prakerja menjadi bagian Program Pemulihan Ekonomi Nasional akibat pandemi COVID-19. Seiring dengan berakhirnya pandemi, mulai tahun 2023 Prakerja diimplementasikan dengan skema normal.
Setiap peserta memperoleh manfaat berupa beasiswa pelatihan sebesar Rp3,5 juta yang bisa dimanfaatkan untuk mengikuti berbagai pelatihan baik moda webinar, tatap muka, maupun pembelajaran mandiri, yang tersedia di ekosistem Prakerja.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian meminta agar program Kartu Prakerja dapat berlanjut di pemerintahan Prabowo-Gibran.
Namun demikian, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono menyebut keputusan ini tetap ada di tangan Presiden Terpilih Prabowo Subianto.

BACA JUGA:
Jadi Plt Menaker, Airlangga Langsung Bahas UMP 2025

&quot;Semuanya sangat relevan dan mestinya sangat positif untuk kita keberlanjutannya. Tetap saja nanti kita akan di pemerintahan baru kita berharap harap dilanjutkan dan keputusan akhir tetap ada di pemerintahan baru,&quot; jelasnya dalam acara Media Briefing di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (2/10/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOC8xNi8xLzE4NDAyNi8zL2Fra1JQZnhWS1h3&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Susi menuturkan keberlanjutan program Kartu Prakerja ini sejalan dengan capaian yang diperoleh selama lima tahun program ini berjalan. Hal itupun tertuang berdasarkan Riset Presisi Indonesia (2021) yang menemukan penerima perempuan Prakerja mengalami peningkatan pendapatan sebesar 33 persen lebih tinggi dibanding non-penerima perempuan.
Selanjutnya, hasil Studi Svara Institute (2023) menemukan peningkatan pendapatan penerima Prakerja hingga 17,6 persen lebih tinggi dibanding non-penerima.

BACA JUGA:
RI Deflasi 5 Bulan Beruntun karena Daya Beli Lemah? Ini Kata Menko Airlangga

&quot;Jadi secara program kita mendorong kelanjutan program prakerja ini karena seperti yang tadi saya sampaikan capaian-capaian angkanya tadi dan saya kira posisi saat ini akan semakin penting apalagi kalau isunya masalah pembukaan lapangan kerja, isu yang terkait tenaga kerja kita apalagi nanti isu kelas menengah,&quot; pungkas Susiwijono.Sebagai informasi, Program Kartu Prakerja (Prakerja) adalah program pengembangan kompetensi kerja dan kewirausahaan berupa beasiswa pelatihan yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja/buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja, dan/atau pekerja/buruh yang membutuhkan peningkatan kompetensi, termasuk pelaku usaha mikro dan kecil.
Prakerja memberikan akses pelatihan untuk upskilling dan reskilling kepada WNI usia 18-64 tahun agar bisa beradaptasi dengan perubahan dunia kerja. Prakerja juga menjadi bagian dari upaya yang mendorong pendidikan sepanjang hayat khususnya bagi orang dewasa.
Sejak diluncurkan pada April 2020 hingga saat ini, Prakerja telah memberikan akses skilling, reskilling dan upskiling kepada lebih dari 18,9 juta orang penerima. Selama 2020-2022, Prakerja menjadi bagian Program Pemulihan Ekonomi Nasional akibat pandemi COVID-19. Seiring dengan berakhirnya pandemi, mulai tahun 2023 Prakerja diimplementasikan dengan skema normal.
Setiap peserta memperoleh manfaat berupa beasiswa pelatihan sebesar Rp3,5 juta yang bisa dimanfaatkan untuk mengikuti berbagai pelatihan baik moda webinar, tatap muka, maupun pembelajaran mandiri, yang tersedia di ekosistem Prakerja.</content:encoded></item></channel></rss>
