<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Auto Cuan, Ini Cerita UMKM Batik RI Jualan Online</title><description>Berkembangnya e-commerce membantu banyak Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) dalam memasarkan dagangannya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/02/455/3070170/auto-cuan-ini-cerita-umkm-batik-ri-jualan-online</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/02/455/3070170/auto-cuan-ini-cerita-umkm-batik-ri-jualan-online"/><item><title>Auto Cuan, Ini Cerita UMKM Batik RI Jualan Online</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/02/455/3070170/auto-cuan-ini-cerita-umkm-batik-ri-jualan-online</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/02/455/3070170/auto-cuan-ini-cerita-umkm-batik-ri-jualan-online</guid><pubDate>Rabu 02 Oktober 2024 17:40 WIB</pubDate><dc:creator>Zahra Indah Safira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/02/455/3070170/auto-cuan-ini-cerita-umkm-batik-ri-jualan-online-njTUieNECc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelaku UMKM Batik cuan berkat jualan online (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/02/455/3070170/auto-cuan-ini-cerita-umkm-batik-ri-jualan-online-njTUieNECc.jpg</image><title>Pelaku UMKM Batik cuan berkat jualan online (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Berkembangnya e-commerce membantu banyak Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) dalam memasarkan dagangannya. Salah satunya pada sektor Batik, warisan budaya yang sekarang disebarluaskan melalui platform e-commerce.
Pelaku UMKM batik mengaku cuan semenjak menjajakan dagangannya melalui platform belanja online. Berbagai inisiatif dilakukan untuk membantu pengrajin batik, seperti pelatihan digitalisasi dan promosi eksklusif yang berdampak langsung pada penjualan.

BACA JUGA:
Hari Batik Nasional 2024, Museum Edukasi Pelajar soal Sejarah di RI


&amp;ldquo;Sektor industri tekstil dan pakaian termasuk batik, menyumbang sebesar 1,4% dan 4,3% pada PDB kuartal 3 tahun 2023 di industri pengolahan.&amp;rdquo; Ucap fashion Apparel &amp;amp; Campaign Senior Director Tokopedia dan Tiktok E-commerce, Desey Muharlina Bungsu.
Kisah sukses digitalisasi UMKM batik tercermin pada brand Nona Rara dan Oemah Etnik (OE). Menurut Brand Manager Nona Rara Batik, Yunita Stefani, penjualan Nona Rara mengalami peningkatan sebesar 20% setelah mulai aktif menjual di e-commerce Tokopedia.

BACA JUGA:
Hari Batik Nasional 2024, Ternyata Ada Warisan Budaya RI yang Hampir Punah


Tidak hanya itu, Nona Rara yang awalnya hanya memproduksi batik untuk pelanggan kepada kerabat, sekarang mampu menjangkau pelanggan hingga ke seluruh Indonesia. Founder dan CEO dari OE, Rizki Triana juga menambahkan bahwa penjualan brand OE meningkat 87% setelah memanfaatkan platform belanja online.
&amp;ldquo;Tokopedia menjadi partner yang benar-benar memahami bagaimana mendukung brand kami untuk tumbuh,&amp;rdquo; ucap Rizki Riana yang akrab dipanggil Kiki, Rabu (2/10/2024).
Kampanye &amp;ldquo;Melokal Dengan Batik&amp;rdquo; mempercepat digitalisasi UMKM batik  dan menawarkan dukungan untuk mengencangkan promosi produk. Pengrajin  yang berpartisipasi dalam kampanye ini mengalami lonjakan penjualan  hingga 90%. Beberapa produk batik mencatat peningkatan transaksi hingga  17 kali lipat di beberapa wilayah Indonesia.
Keberhasilan Nona Rara dan OE menunjukkan bahwa digitalisasi tidak  hanya membantu, tetapi mempercepat pertumbuhan brand secara signifikan.  Dengan semakin banyaknya UMKM batik yang bergabung dalam digitalisasi  dan kampanye digital seperti ini diharapkan untuk bisa memperkenalkan  batik secara global dan menjadi produk ekspor kebanggaan Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Berkembangnya e-commerce membantu banyak Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) dalam memasarkan dagangannya. Salah satunya pada sektor Batik, warisan budaya yang sekarang disebarluaskan melalui platform e-commerce.
Pelaku UMKM batik mengaku cuan semenjak menjajakan dagangannya melalui platform belanja online. Berbagai inisiatif dilakukan untuk membantu pengrajin batik, seperti pelatihan digitalisasi dan promosi eksklusif yang berdampak langsung pada penjualan.

BACA JUGA:
Hari Batik Nasional 2024, Museum Edukasi Pelajar soal Sejarah di RI


&amp;ldquo;Sektor industri tekstil dan pakaian termasuk batik, menyumbang sebesar 1,4% dan 4,3% pada PDB kuartal 3 tahun 2023 di industri pengolahan.&amp;rdquo; Ucap fashion Apparel &amp;amp; Campaign Senior Director Tokopedia dan Tiktok E-commerce, Desey Muharlina Bungsu.
Kisah sukses digitalisasi UMKM batik tercermin pada brand Nona Rara dan Oemah Etnik (OE). Menurut Brand Manager Nona Rara Batik, Yunita Stefani, penjualan Nona Rara mengalami peningkatan sebesar 20% setelah mulai aktif menjual di e-commerce Tokopedia.

BACA JUGA:
Hari Batik Nasional 2024, Ternyata Ada Warisan Budaya RI yang Hampir Punah


Tidak hanya itu, Nona Rara yang awalnya hanya memproduksi batik untuk pelanggan kepada kerabat, sekarang mampu menjangkau pelanggan hingga ke seluruh Indonesia. Founder dan CEO dari OE, Rizki Triana juga menambahkan bahwa penjualan brand OE meningkat 87% setelah memanfaatkan platform belanja online.
&amp;ldquo;Tokopedia menjadi partner yang benar-benar memahami bagaimana mendukung brand kami untuk tumbuh,&amp;rdquo; ucap Rizki Riana yang akrab dipanggil Kiki, Rabu (2/10/2024).
Kampanye &amp;ldquo;Melokal Dengan Batik&amp;rdquo; mempercepat digitalisasi UMKM batik  dan menawarkan dukungan untuk mengencangkan promosi produk. Pengrajin  yang berpartisipasi dalam kampanye ini mengalami lonjakan penjualan  hingga 90%. Beberapa produk batik mencatat peningkatan transaksi hingga  17 kali lipat di beberapa wilayah Indonesia.
Keberhasilan Nona Rara dan OE menunjukkan bahwa digitalisasi tidak  hanya membantu, tetapi mempercepat pertumbuhan brand secara signifikan.  Dengan semakin banyaknya UMKM batik yang bergabung dalam digitalisasi  dan kampanye digital seperti ini diharapkan untuk bisa memperkenalkan  batik secara global dan menjadi produk ekspor kebanggaan Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
