<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Mentah RI Turun Jadi USD72,5 per Barel</title><description>Harga minyak mentah Indonesia turun pada bulan September 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/03/320/3070568/harga-minyak-mentah-ri-turun-jadi-usd72-5-per-barel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/03/320/3070568/harga-minyak-mentah-ri-turun-jadi-usd72-5-per-barel"/><item><title>Harga Minyak Mentah RI Turun Jadi USD72,5 per Barel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/03/320/3070568/harga-minyak-mentah-ri-turun-jadi-usd72-5-per-barel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/03/320/3070568/harga-minyak-mentah-ri-turun-jadi-usd72-5-per-barel</guid><pubDate>Kamis 03 Oktober 2024 16:35 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/03/320/3070568/harga-minyak-mentah-ri-turun-jadi-usd72-5-per-barel-rreiIiV8k4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak mentah Indonesia turun (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/03/320/3070568/harga-minyak-mentah-ri-turun-jadi-usd72-5-per-barel-rreiIiV8k4.jpg</image><title>Harga minyak mentah Indonesia turun (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Harga minyak mentah Indonesia turun pada bulan September 2024. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menetapkan Indonesia Crude Price (ICP) untuk bulan September 2024 sebesar USD72,54 per barrel.
Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 353.K/MG.03/DJM/2024 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan September 2024. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi mengungkapkan bahwa penurunan ini dipengaruhi oleh turunnya harga minyak mentah global, terutama karena penurunan permintaan dari Tiongkok. Selain itu, sentimen negatif pasar terhadap ekonomi Tiongkok mempengaruhi penurunan permintaan minyak mentah.

BACA JUGA:
Harga Minyak Meroket Usai Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh Tewas Terbunuh di Iran


&quot;Caixin Purchasing Manager Index (PMI) Jasa Tiongkok pada bulan September 2024 mengalami penurunan lebih tajam dari estimasi pasar, menjadi 51,6,&quot; jelas Agus, Kamis (3/10/2024).
Selain itu, kapasitas pengolahan minyak dari 35 kilang di Tiongkok juga turun 0,9% m-o-m pada September 2024, menjadi 80,8% dari total kapasitas 8,4 juta barel per hari.

BACA JUGA:
Harga Minyak Goreng Naik Jadi Rp15.700 per Liter


Agus menambahkan, harga rata-rata minyak mentah utama dunia juga menurun dibandingkan Agustus 2024. Faktor lainnya termasuk stabilnya ekspor dan produksi minyak Libya setelah adanya persetujuan penunjukan pimpinan Bank Sentral Libya, serta ekspor minyak Irak yang mencapai titik tertinggi dalam delapan bulan terakhir. &quot;Ekspor Irak mencapai titik tertinggi selama 8 bulan terakhir, di tengah komitmen untuk mematuhi kuota penurunan produksi OPEC+,&quot; jelas Agus.
Proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global untuk 2024 juga mengalami penurunan. OPEC menurunkan estimasi permintaan sebesar 80 ribu barel per hari (bph), menjadi 2 juta bph dalam publikasi September 2024, dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOS8xMy80LzE4NTExOC8zL21tS0xwVy1FUExJ&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara itu, International Energy Agency (IEA) melaporkan bahwa  pasokan minyak dunia pada Agustus 2024 naik 80 ribu bph m-o-m, menjadi  103,5 juta bph. OPEC juga merevisi estimasi pasokan Non-OPEC+ naik  sebesar 70 ribu bph, menjadi 53,07 juta bph untuk tahun 2024.
Di kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak juga dipengaruhi oleh  turunnya tingkat pengolahan kilang di Taiwan, dari 760 ribu bph (69,7%  kapasitas) pada akhir Agustus 2024 menjadi 580 ribu bph (53,2%  kapasitas) pada akhir September 2024.
Perkembangan harga minyak mentah utama pada September 2024 dibandingkan Agustus 2024 adalah sebagai berikut:
Dated Brent turun USD6,58/bbl, dari USD80,91/bbl menjadi USD74,33/bbl.
WTI (Nymex) turun USD6,06/bbl, dari USD75,43/bbl menjadi USD69,37/bbl.
Brent (ICE) turun USD6,00/bbl, dari USD78,88/bbl menjadi USD72,87/bbl.
Basket OPEC turun USD4,79/bbl, dari USD78,41/bbl menjadi USD73,62/bbl.
ICP minyak mentah Indonesia turun USD5,96/bbl, dari USD78,51/bbl menjadi USD72,54/bbl.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Harga minyak mentah Indonesia turun pada bulan September 2024. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menetapkan Indonesia Crude Price (ICP) untuk bulan September 2024 sebesar USD72,54 per barrel.
Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 353.K/MG.03/DJM/2024 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan September 2024. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi mengungkapkan bahwa penurunan ini dipengaruhi oleh turunnya harga minyak mentah global, terutama karena penurunan permintaan dari Tiongkok. Selain itu, sentimen negatif pasar terhadap ekonomi Tiongkok mempengaruhi penurunan permintaan minyak mentah.

BACA JUGA:
Harga Minyak Meroket Usai Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh Tewas Terbunuh di Iran


&quot;Caixin Purchasing Manager Index (PMI) Jasa Tiongkok pada bulan September 2024 mengalami penurunan lebih tajam dari estimasi pasar, menjadi 51,6,&quot; jelas Agus, Kamis (3/10/2024).
Selain itu, kapasitas pengolahan minyak dari 35 kilang di Tiongkok juga turun 0,9% m-o-m pada September 2024, menjadi 80,8% dari total kapasitas 8,4 juta barel per hari.

BACA JUGA:
Harga Minyak Goreng Naik Jadi Rp15.700 per Liter


Agus menambahkan, harga rata-rata minyak mentah utama dunia juga menurun dibandingkan Agustus 2024. Faktor lainnya termasuk stabilnya ekspor dan produksi minyak Libya setelah adanya persetujuan penunjukan pimpinan Bank Sentral Libya, serta ekspor minyak Irak yang mencapai titik tertinggi dalam delapan bulan terakhir. &quot;Ekspor Irak mencapai titik tertinggi selama 8 bulan terakhir, di tengah komitmen untuk mematuhi kuota penurunan produksi OPEC+,&quot; jelas Agus.
Proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global untuk 2024 juga mengalami penurunan. OPEC menurunkan estimasi permintaan sebesar 80 ribu barel per hari (bph), menjadi 2 juta bph dalam publikasi September 2024, dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOS8xMy80LzE4NTExOC8zL21tS0xwVy1FUExJ&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara itu, International Energy Agency (IEA) melaporkan bahwa  pasokan minyak dunia pada Agustus 2024 naik 80 ribu bph m-o-m, menjadi  103,5 juta bph. OPEC juga merevisi estimasi pasokan Non-OPEC+ naik  sebesar 70 ribu bph, menjadi 53,07 juta bph untuk tahun 2024.
Di kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak juga dipengaruhi oleh  turunnya tingkat pengolahan kilang di Taiwan, dari 760 ribu bph (69,7%  kapasitas) pada akhir Agustus 2024 menjadi 580 ribu bph (53,2%  kapasitas) pada akhir September 2024.
Perkembangan harga minyak mentah utama pada September 2024 dibandingkan Agustus 2024 adalah sebagai berikut:
Dated Brent turun USD6,58/bbl, dari USD80,91/bbl menjadi USD74,33/bbl.
WTI (Nymex) turun USD6,06/bbl, dari USD75,43/bbl menjadi USD69,37/bbl.
Brent (ICE) turun USD6,00/bbl, dari USD78,88/bbl menjadi USD72,87/bbl.
Basket OPEC turun USD4,79/bbl, dari USD78,41/bbl menjadi USD73,62/bbl.
ICP minyak mentah Indonesia turun USD5,96/bbl, dari USD78,51/bbl menjadi USD72,54/bbl.</content:encoded></item></channel></rss>
