<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Ungkap Biang Kerok Kelas Menengah Turun Kelas</title><description>Sri Mulyani buka suara perihal jumlah kelas menengah yang turun kasta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/04/320/3071045/sri-mulyani-ungkap-biang-kerok-kelas-menengah-turun-kelas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/04/320/3071045/sri-mulyani-ungkap-biang-kerok-kelas-menengah-turun-kelas"/><item><title>Sri Mulyani Ungkap Biang Kerok Kelas Menengah Turun Kelas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/04/320/3071045/sri-mulyani-ungkap-biang-kerok-kelas-menengah-turun-kelas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/04/320/3071045/sri-mulyani-ungkap-biang-kerok-kelas-menengah-turun-kelas</guid><pubDate>Jum'at 04 Oktober 2024 19:21 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/04/320/3071045/sri-mulyani-ungkap-biang-kerok-kelas-menengah-turun-kelas-1ftOvq530R.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani soal Kelas Menegah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/04/320/3071045/sri-mulyani-ungkap-biang-kerok-kelas-menengah-turun-kelas-1ftOvq530R.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani soal Kelas Menegah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani buka suara perihal jumlah kelas menengah yang turun kasta. Menurutnya hal itu lantaran kelas menengah tertekan dengan kenaikan harga atau inflasi.
&quot;Penurunan kelas menengah biasanya karena inflasi. Dengan inflasi tinggi, maka garis kemiskinan naik, mereka tiba-tiba akan jatuh ke bawah,&quot; jelasnya di kantornya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Jumat (4/10/2024).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Sebut Deflasi Beruntun Bukan Sinyal Negatif

Dia menjelaskan meski sebagian kelas menengah turun, ada juga kelompok miskin yang naik menjadi kelompok menuju kelas menengah atau aspiring middle class.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOS8yMS83MC8xODU0NjUvMy9PXy0xRndXT3dobw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Jadi dalam hal ini kita melihat adanya dua indikator, yang miskin naik, tapi yang kelas menengah turun. Penurunan kelas menengah biasanya karena inflasi,&quot; imbuhnya.
Sri mencontohkan, seperti misalnya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi di satu tempat namun di tempat lain ada penciptaan lapangan kerja.

BACA JUGA:
Pemda Manipulasi Data Inflasi, Sri Mulyani: Harus Akurat!

Hal itu terlihat dalam data statistik dimana ada 11 juta lebih dalam 3 tahun terakhir angkatan kerja baru atau lapangan kerja baru terbuka, tapi tetap ada PHK. Sehingga semuanya harus dilihat secara keseluruhan.&quot;Jadi kita harus melihat ekonomi Indonesia mengalami perubahan karena adanya berbagai faktor. Entah itu adalah karena teknologi, entah karena perubahan dari struktur ekonominya. Kita akan terus memperhatikan agar masyarakat yang paling rentan mendapatkan dukungan,&quot; paparnya.
&quot;Apakah itu dalam bentuk bantuan sosial atau pelatihan. Dan di sisi lain memperbaiki iklim investasi sehingga muncul lapangan kerja baru,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani buka suara perihal jumlah kelas menengah yang turun kasta. Menurutnya hal itu lantaran kelas menengah tertekan dengan kenaikan harga atau inflasi.
&quot;Penurunan kelas menengah biasanya karena inflasi. Dengan inflasi tinggi, maka garis kemiskinan naik, mereka tiba-tiba akan jatuh ke bawah,&quot; jelasnya di kantornya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Jumat (4/10/2024).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Sebut Deflasi Beruntun Bukan Sinyal Negatif

Dia menjelaskan meski sebagian kelas menengah turun, ada juga kelompok miskin yang naik menjadi kelompok menuju kelas menengah atau aspiring middle class.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOS8yMS83MC8xODU0NjUvMy9PXy0xRndXT3dobw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Jadi dalam hal ini kita melihat adanya dua indikator, yang miskin naik, tapi yang kelas menengah turun. Penurunan kelas menengah biasanya karena inflasi,&quot; imbuhnya.
Sri mencontohkan, seperti misalnya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi di satu tempat namun di tempat lain ada penciptaan lapangan kerja.

BACA JUGA:
Pemda Manipulasi Data Inflasi, Sri Mulyani: Harus Akurat!

Hal itu terlihat dalam data statistik dimana ada 11 juta lebih dalam 3 tahun terakhir angkatan kerja baru atau lapangan kerja baru terbuka, tapi tetap ada PHK. Sehingga semuanya harus dilihat secara keseluruhan.&quot;Jadi kita harus melihat ekonomi Indonesia mengalami perubahan karena adanya berbagai faktor. Entah itu adalah karena teknologi, entah karena perubahan dari struktur ekonominya. Kita akan terus memperhatikan agar masyarakat yang paling rentan mendapatkan dukungan,&quot; paparnya.
&quot;Apakah itu dalam bentuk bantuan sosial atau pelatihan. Dan di sisi lain memperbaiki iklim investasi sehingga muncul lapangan kerja baru,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
