<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>10 Tahun Jokowi: Ini Daftar Infrastruktur yang Dibangun, dari Bendungan hingga PLBN</title><description>Deretan infrastruktur yang dibangun selama 1 dekade Pemerintahan Presiden Jokowi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/04/470/3070842/10-tahun-jokowi-ini-daftar-infrastruktur-yang-dibangun-dari-bendungan-hingga-plbn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/04/470/3070842/10-tahun-jokowi-ini-daftar-infrastruktur-yang-dibangun-dari-bendungan-hingga-plbn"/><item><title>10 Tahun Jokowi: Ini Daftar Infrastruktur yang Dibangun, dari Bendungan hingga PLBN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/04/470/3070842/10-tahun-jokowi-ini-daftar-infrastruktur-yang-dibangun-dari-bendungan-hingga-plbn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/04/470/3070842/10-tahun-jokowi-ini-daftar-infrastruktur-yang-dibangun-dari-bendungan-hingga-plbn</guid><pubDate>Jum'at 04 Oktober 2024 12:04 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/04/470/3070842/10-tahun-jokowi-ini-daftar-infrastruktur-yang-dibangun-dari-bendungan-hingga-plbn-LC6GtAatq5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">10 tahun pembangunan infrastruktur di Pemerintahan Jokowi (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/04/470/3070842/10-tahun-jokowi-ini-daftar-infrastruktur-yang-dibangun-dari-bendungan-hingga-plbn-LC6GtAatq5.jpg</image><title>10 tahun pembangunan infrastruktur di Pemerintahan Jokowi (Foto: PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Deretan infrastruktur yang dibangun selama 1 dekade Pemerintahan Presiden Jokowi. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan berbagai infrastruktur selama 1 dekade Kepemimpinan Presiden Joko Widodo 2014-2024.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan terdapat dua peran utama infrastruktur, pertama infrastruktur sebagai sarana  produksi dan penunjang pertumbuhan ekonomi, seperti jalan, jalan tol, energi, dan bendungan.

BACA JUGA:
Satu Dekade Jokowi, Kementerian PUPR Rampungkan Infrastruktur Strategis Demi Kemajuan Ekonomi

Kedua, infrastruktur sebagai pemenuhan layanan dasar, seperti penyediaan air minum, jalan dan jembatan, perumahan, sanitasi, dan  irigasi. &quot;Infrastruktur dasar sendiri merupakan modal penting untuk mendukung infrastruktur perekonomian,&quot; kata Menteri Basuki.
Di bidang sumber daya air, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air telah berhasil menyelesaikan pembangunan 53 bendungan dari 61 unit bendungan yang dibangun. Bendungan yang telah selesai di antaranya adalah Bendungan Sepaku Semoi, Bendungan Ameroro, bendungan Leuwikeris, Bendungan Way Sekampung dan Bendungan Kuningan.

BACA JUGA:
Menanti Pembangunan Infrastruktur dengan Anggaran Rp433,9 Triliun di 2025

&quot;Pembangunan bendungan juga harus diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena air nya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,&quot; ujar Menteri Basuki dalam keterangan resmi, Kamis (4/10/2024).
Untuk itu pada periode 2014-2024 Kementerian PUPR membangun 1.228.440 ha jaringan irigasi dan merehabilitasi 4.647.547 ha jaringan irigasi. Di samping itu Kementerian PUPR juga menyelesaikan 1.371 embung, 493 buah pengendali sedimen dan lahar, 2.154 km pengendali banjir dan pengaman pantai.
Di bidang konektivitas, Kementerian PUPR bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) telah menyelesaikan 2.432 km pembangunan jalan tol. Salah satunya yang baru diresmikan oleh Presiden Joko Widodo adalah Jalan Tol Stabat - Tanjung Pura dan Tol Tebing Tinggi - Serbelawan - Sinaksak Sepanjang 72 km yang merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera.


&quot;Kehadiran jalan tol yang terhubung dengan kawasan-kawasan produktif  seperti kawasan industri, pariwisata, bandara, dan pelabuhan akan dapat  mengurangi biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk dalam  negeri,&quot; kata Menteri Basuki.
Di samping itu, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina  Marga juga telah menyelesaikan 5.999 km pembangunan jalan baru, 125.904 m  pembangunan jembatan, 583 buah jembatan gantung dan 27.673 m  pembangunan flyover/underpass. Salah satu flyover yang telah diresmikan  oleh Presiden Joko Widodo adalah Flyover Djuanda sepanjang 858 meter di  Sidoarjo, Jawa Timur.
Di bidang permukiman Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal  Cipta Karya telah menyelesaikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)  36.380 ltr/dtk, sehingga akses air minum layak mencapai 93% dari total  populasi. Kemudian, penanganan kawasan permukiman 94.321 ha, penanganan  sampah dan sanitasi 13,7 juta KK, sehingga akses sanitasi layak mencapai  82% dari total populasi. Kemudian pembangunan Pos Lintas Batas Negara  (PLBN) Terpadu 15 kawasan, serta pembangunan, rehabilitasi atau renovasi  sarana pendidikan, olahraga, dan pasar 5.939 unit.
Selain itu, Presiden Jokowi juga telah meresmikan 7 PLBN yakni PLBN  Napan di NTT dengan biaya Rp128 miliar, PLBN Serasan di Natuna Kepri  dengan biaya Rp145 miliar, PLBN Jagoi Babang Kalbar Rp226 miliar, PLBN  Sei Nyamuk Kaltara Rp248 miliar, PLBN Labang Kaltara Rp210 miliar, PLBN  Long Nawang Kaltara Rp243 miliar, dan PLBN Yetetkun Papua Selatan Rp146  miliar.
Di bidang perumahan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal  Perumahan membangun sebanyak 10,2 juta unit rumah dengan kontribusi APBN  melalui Program Sejuta Rumah. Kemudian 1,49 juta unit rumah melalui  program Rumah Swadaya/Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), 40.347  unit rumah khusus dan 71.731 unit rumah susun.
Rusun yang baru saja diresmikan adalah Rusun Universitas Muhammadiyah  Sorong yang terdiri dari 1 tower setinggi 3 lantai dengan 43 unit.  Rusun ini mampu menampung 168 orang mahasiswa.</description><content:encoded>JAKARTA - Deretan infrastruktur yang dibangun selama 1 dekade Pemerintahan Presiden Jokowi. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan berbagai infrastruktur selama 1 dekade Kepemimpinan Presiden Joko Widodo 2014-2024.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan terdapat dua peran utama infrastruktur, pertama infrastruktur sebagai sarana  produksi dan penunjang pertumbuhan ekonomi, seperti jalan, jalan tol, energi, dan bendungan.

BACA JUGA:
Satu Dekade Jokowi, Kementerian PUPR Rampungkan Infrastruktur Strategis Demi Kemajuan Ekonomi

Kedua, infrastruktur sebagai pemenuhan layanan dasar, seperti penyediaan air minum, jalan dan jembatan, perumahan, sanitasi, dan  irigasi. &quot;Infrastruktur dasar sendiri merupakan modal penting untuk mendukung infrastruktur perekonomian,&quot; kata Menteri Basuki.
Di bidang sumber daya air, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air telah berhasil menyelesaikan pembangunan 53 bendungan dari 61 unit bendungan yang dibangun. Bendungan yang telah selesai di antaranya adalah Bendungan Sepaku Semoi, Bendungan Ameroro, bendungan Leuwikeris, Bendungan Way Sekampung dan Bendungan Kuningan.

BACA JUGA:
Menanti Pembangunan Infrastruktur dengan Anggaran Rp433,9 Triliun di 2025

&quot;Pembangunan bendungan juga harus diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena air nya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,&quot; ujar Menteri Basuki dalam keterangan resmi, Kamis (4/10/2024).
Untuk itu pada periode 2014-2024 Kementerian PUPR membangun 1.228.440 ha jaringan irigasi dan merehabilitasi 4.647.547 ha jaringan irigasi. Di samping itu Kementerian PUPR juga menyelesaikan 1.371 embung, 493 buah pengendali sedimen dan lahar, 2.154 km pengendali banjir dan pengaman pantai.
Di bidang konektivitas, Kementerian PUPR bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) telah menyelesaikan 2.432 km pembangunan jalan tol. Salah satunya yang baru diresmikan oleh Presiden Joko Widodo adalah Jalan Tol Stabat - Tanjung Pura dan Tol Tebing Tinggi - Serbelawan - Sinaksak Sepanjang 72 km yang merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera.


&quot;Kehadiran jalan tol yang terhubung dengan kawasan-kawasan produktif  seperti kawasan industri, pariwisata, bandara, dan pelabuhan akan dapat  mengurangi biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk dalam  negeri,&quot; kata Menteri Basuki.
Di samping itu, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina  Marga juga telah menyelesaikan 5.999 km pembangunan jalan baru, 125.904 m  pembangunan jembatan, 583 buah jembatan gantung dan 27.673 m  pembangunan flyover/underpass. Salah satu flyover yang telah diresmikan  oleh Presiden Joko Widodo adalah Flyover Djuanda sepanjang 858 meter di  Sidoarjo, Jawa Timur.
Di bidang permukiman Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal  Cipta Karya telah menyelesaikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)  36.380 ltr/dtk, sehingga akses air minum layak mencapai 93% dari total  populasi. Kemudian, penanganan kawasan permukiman 94.321 ha, penanganan  sampah dan sanitasi 13,7 juta KK, sehingga akses sanitasi layak mencapai  82% dari total populasi. Kemudian pembangunan Pos Lintas Batas Negara  (PLBN) Terpadu 15 kawasan, serta pembangunan, rehabilitasi atau renovasi  sarana pendidikan, olahraga, dan pasar 5.939 unit.
Selain itu, Presiden Jokowi juga telah meresmikan 7 PLBN yakni PLBN  Napan di NTT dengan biaya Rp128 miliar, PLBN Serasan di Natuna Kepri  dengan biaya Rp145 miliar, PLBN Jagoi Babang Kalbar Rp226 miliar, PLBN  Sei Nyamuk Kaltara Rp248 miliar, PLBN Labang Kaltara Rp210 miliar, PLBN  Long Nawang Kaltara Rp243 miliar, dan PLBN Yetetkun Papua Selatan Rp146  miliar.
Di bidang perumahan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal  Perumahan membangun sebanyak 10,2 juta unit rumah dengan kontribusi APBN  melalui Program Sejuta Rumah. Kemudian 1,49 juta unit rumah melalui  program Rumah Swadaya/Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), 40.347  unit rumah khusus dan 71.731 unit rumah susun.
Rusun yang baru saja diresmikan adalah Rusun Universitas Muhammadiyah  Sorong yang terdiri dari 1 tower setinggi 3 lantai dengan 43 unit.  Rusun ini mampu menampung 168 orang mahasiswa.</content:encoded></item></channel></rss>
