<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahlil Khawatir Harga Minyak Dunia Makin Mahal Imbas Perang Timur Tengah</title><description>Menteri ESDM Bahlil Lahadalia khawatir jika konflik di Timur Tengah membuat harga minyak dunia makin mahal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/08/320/3072160/bahlil-khawatir-harga-mintak-dunia-makin-mahal-imbas-perang-timur-tengah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/08/320/3072160/bahlil-khawatir-harga-mintak-dunia-makin-mahal-imbas-perang-timur-tengah"/><item><title>Bahlil Khawatir Harga Minyak Dunia Makin Mahal Imbas Perang Timur Tengah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/08/320/3072160/bahlil-khawatir-harga-mintak-dunia-makin-mahal-imbas-perang-timur-tengah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/08/320/3072160/bahlil-khawatir-harga-mintak-dunia-makin-mahal-imbas-perang-timur-tengah</guid><pubDate>Selasa 08 Oktober 2024 09:57 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/08/320/3072160/bahlil-khawatir-harga-mintak-dunia-makin-mahal-imbas-perang-timur-tengah-v59K4HBqrH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bahlil khawatir harga minyak dunia makin mahal (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/08/320/3072160/bahlil-khawatir-harga-mintak-dunia-makin-mahal-imbas-perang-timur-tengah-v59K4HBqrH.jpg</image><title>Bahlil khawatir harga minyak dunia makin mahal (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri ESDM Bahlil Lahadalia khawatir jika konflik di Timur Tengah membuat harga minyak dunia makin mahal.
&quot;Ya kita melihat bahwa sudah ada tanda-tanda kan, ada tanda-tanda kalau perang ini terus terjadi tidak menutup kemungkinan harga minyak dunia akan terkoreksi,&quot; jelasnya ketika ditemui di Hotel JS Luwansa, Senin (7/10/2024) malam.

BACA JUGA:
Harga Minyak Mentah RI Turun Jadi USD72,5 per Barel

Oleh karena itu Bahlil berdoa agar harga  harga minyak dunia tidak sampai terkoreksi. Sebab menurutnya, kalau ini sampai terjadi maka pasti akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
&quot;Karena kita kan masih impornya kurang lebih 900 sampai 1 juta barel per day. dan impor memakai harga dunia gitu. Jadi itu kita doakan lah mudah-mudahan tidak terjadi ya,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
Harga Minyakita Naik Jadi Rp15.700 per Liter, Pedagang: Sekarang Susah Didapat

Namun demikian diakuinya, apabila harga minyak terkoreksi masih dalam batas APBN maka tidak akan terpengaruh. Seperti diketahui, harga minyak mentah atau Indonesia Crude Price (ICP) untuk bulan September 2024 ini masih sebesar USD72,54 per barel, turun USD5,96 dari bulan sebelumnya yang mencapai USD78,51 per barel.
&quot;Artinya kalau perang terjadi dan harga minyak dunia tidak bergerak itu tidak apa-apa tapi kalau perang terjadi tapi harga minyak dunia naik, itu berdampak pada perekonomian dan beban keuangan APB  kita ya,&quot; pungkas Bahlil.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi  Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agus Cahyono Adi  mengungkapkan bahwa pihaknya masih terus memantau perkembangan harga  minyak dunia di tengah memanasnya konflik timur tengah. Pasalnya diakui  Agus, harga komoditas ini cukup sensitif terhadap keadaan geopolitik  dunia.
&quot;Harga minyak bergejolak itu kan gak hari-hari ini. Sudah cukup  panjang ya. Harga minyak itu sangat sensitif terhadap geopolitik. Gak  sekedar kayak komoditas biasa itu hanya terkait supply demand,&quot; jelas  Agus ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta.
Meski demikian, Agus tetap menegaskan bahwa belum terjadi kelangkaan  pasokan. Namun diakuinya, dengan isu potensi gangguan pasokan, maka hal  tersebut dapat pula mempengaruhi kenaikan harga minyak dunia tersebut.
&quot;Kalau minyak itu belum terjadi shorted aja Isu aja udah menjadi  mengkhawatirkan akan kurang pasok. Jadi ya gimana ya, perilakunya  seperti itu,&quot; tutup Agus.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri ESDM Bahlil Lahadalia khawatir jika konflik di Timur Tengah membuat harga minyak dunia makin mahal.
&quot;Ya kita melihat bahwa sudah ada tanda-tanda kan, ada tanda-tanda kalau perang ini terus terjadi tidak menutup kemungkinan harga minyak dunia akan terkoreksi,&quot; jelasnya ketika ditemui di Hotel JS Luwansa, Senin (7/10/2024) malam.

BACA JUGA:
Harga Minyak Mentah RI Turun Jadi USD72,5 per Barel

Oleh karena itu Bahlil berdoa agar harga  harga minyak dunia tidak sampai terkoreksi. Sebab menurutnya, kalau ini sampai terjadi maka pasti akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
&quot;Karena kita kan masih impornya kurang lebih 900 sampai 1 juta barel per day. dan impor memakai harga dunia gitu. Jadi itu kita doakan lah mudah-mudahan tidak terjadi ya,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
Harga Minyakita Naik Jadi Rp15.700 per Liter, Pedagang: Sekarang Susah Didapat

Namun demikian diakuinya, apabila harga minyak terkoreksi masih dalam batas APBN maka tidak akan terpengaruh. Seperti diketahui, harga minyak mentah atau Indonesia Crude Price (ICP) untuk bulan September 2024 ini masih sebesar USD72,54 per barel, turun USD5,96 dari bulan sebelumnya yang mencapai USD78,51 per barel.
&quot;Artinya kalau perang terjadi dan harga minyak dunia tidak bergerak itu tidak apa-apa tapi kalau perang terjadi tapi harga minyak dunia naik, itu berdampak pada perekonomian dan beban keuangan APB  kita ya,&quot; pungkas Bahlil.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi  Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agus Cahyono Adi  mengungkapkan bahwa pihaknya masih terus memantau perkembangan harga  minyak dunia di tengah memanasnya konflik timur tengah. Pasalnya diakui  Agus, harga komoditas ini cukup sensitif terhadap keadaan geopolitik  dunia.
&quot;Harga minyak bergejolak itu kan gak hari-hari ini. Sudah cukup  panjang ya. Harga minyak itu sangat sensitif terhadap geopolitik. Gak  sekedar kayak komoditas biasa itu hanya terkait supply demand,&quot; jelas  Agus ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta.
Meski demikian, Agus tetap menegaskan bahwa belum terjadi kelangkaan  pasokan. Namun diakuinya, dengan isu potensi gangguan pasokan, maka hal  tersebut dapat pula mempengaruhi kenaikan harga minyak dunia tersebut.
&quot;Kalau minyak itu belum terjadi shorted aja Isu aja udah menjadi  mengkhawatirkan akan kurang pasok. Jadi ya gimana ya, perilakunya  seperti itu,&quot; tutup Agus.</content:encoded></item></channel></rss>
