<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perang Dagang AS-China, Malaysia Kecipratan Untung</title><description>Perang dagang yang terjadi antara AS dan China memberi keuntungan bagi produsen sarung tangan Malaysia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/08/320/3072192/perang-dagang-as-china-malaysia-kecipratan-untung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/08/320/3072192/perang-dagang-as-china-malaysia-kecipratan-untung"/><item><title>Perang Dagang AS-China, Malaysia Kecipratan Untung</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/08/320/3072192/perang-dagang-as-china-malaysia-kecipratan-untung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/08/320/3072192/perang-dagang-as-china-malaysia-kecipratan-untung</guid><pubDate>Selasa 08 Oktober 2024 11:24 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Akbar Malik</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/08/320/3072192/perang-dagang-as-china-malaysia-kecipratan-untung-FHV2pdpQpI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perang dagang AS-China bikin untung Malaysia (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/08/320/3072192/perang-dagang-as-china-malaysia-kecipratan-untung-FHV2pdpQpI.jpg</image><title>Perang dagang AS-China bikin untung Malaysia (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash;  Perang dagang yang terjadi antara AS dan China memberi keuntungan bagi produsen sarung tangan Malaysia. Tarif AS atas impor China yang meningkat hingga 50% dan 100% masing-masing pada tahun 2025 dan 2026, menjadikan produsen sarung tangan Malaysia sebagai penerima manfaat utama.
Dengan meningkatnya produksi di Malaysia, produsen cetakan sarung tangan di Indonesia bisa mendapatkan keuntungan. Selama ini, penjualan terbesar PT Mark Dynamic Indonesia Tbk (MARK) berasal dari negara Malaysia yang memang produsen terbesar sarung tangan di dunia.

BACA JUGA:
10 Tahun Jokowi Dihantam Perang Dagang, Covid-19 hingga Krisis


Emiten ini memproyeksikan penjualan cetakan sarung tangan sampai akhir tahun 2024 bisa tumbuh hampir 40% jika dibandingkan dengan penjualan tahun 2023. Secara historis, AS menyumbang 30% sampai 50% dari volume penjualan pembuat sarung tangan Malaysia Hartalega, Kossan, Top Glove Corporation Berhad, dan Supermax Corporation Berhad.

BACA JUGA:
Cerita Jokowi Ambil Keputusan Cepat di Tengah Perang Dagang AS-China


Sebagai ilustrasi, kenaikan tarif sebesar 50% diperkirakan akan menaikkan harga jual rata-rata produsen sarung tangan Tiongkok menjadi USD24/1.000 lembar (dengan asumsi harga jual rata-rata dasar sebesar USD16/1.000 lembar) maka akan lebih mahal dibandingkan dengan harga jual rata-rata pemain Malaysia yang saat ini berada pada USD19-USD20/1.000 lembar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MARK mendukung kebutuhan kualitas  yang semakin meningkat, membantu produsen sarung tangan untuk tetap  kompetitif di pasar global. Terlebih lagi, laporan terbaru  mengindikasikan pemulihan permintaan yang kuat untuk para produsen  sarung tangan, yang akan mendorong peningkatan kebutuhan akan produk  glove former berkualitas tinggi.
Presiden Direktur MARK Ridwan Goh mengatakan, inovasi-inovasi ini  tidak hanya meningkatkan efisiensi dan masa pakai glove former, tetapi  juga memungkinkan desain khusus yang lebih baik untuk melayani berbagai  sektor penggunaan akhir, termasuk sektor kesehatan, industri, dan rumah  tangga.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash;  Perang dagang yang terjadi antara AS dan China memberi keuntungan bagi produsen sarung tangan Malaysia. Tarif AS atas impor China yang meningkat hingga 50% dan 100% masing-masing pada tahun 2025 dan 2026, menjadikan produsen sarung tangan Malaysia sebagai penerima manfaat utama.
Dengan meningkatnya produksi di Malaysia, produsen cetakan sarung tangan di Indonesia bisa mendapatkan keuntungan. Selama ini, penjualan terbesar PT Mark Dynamic Indonesia Tbk (MARK) berasal dari negara Malaysia yang memang produsen terbesar sarung tangan di dunia.

BACA JUGA:
10 Tahun Jokowi Dihantam Perang Dagang, Covid-19 hingga Krisis


Emiten ini memproyeksikan penjualan cetakan sarung tangan sampai akhir tahun 2024 bisa tumbuh hampir 40% jika dibandingkan dengan penjualan tahun 2023. Secara historis, AS menyumbang 30% sampai 50% dari volume penjualan pembuat sarung tangan Malaysia Hartalega, Kossan, Top Glove Corporation Berhad, dan Supermax Corporation Berhad.

BACA JUGA:
Cerita Jokowi Ambil Keputusan Cepat di Tengah Perang Dagang AS-China


Sebagai ilustrasi, kenaikan tarif sebesar 50% diperkirakan akan menaikkan harga jual rata-rata produsen sarung tangan Tiongkok menjadi USD24/1.000 lembar (dengan asumsi harga jual rata-rata dasar sebesar USD16/1.000 lembar) maka akan lebih mahal dibandingkan dengan harga jual rata-rata pemain Malaysia yang saat ini berada pada USD19-USD20/1.000 lembar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MARK mendukung kebutuhan kualitas  yang semakin meningkat, membantu produsen sarung tangan untuk tetap  kompetitif di pasar global. Terlebih lagi, laporan terbaru  mengindikasikan pemulihan permintaan yang kuat untuk para produsen  sarung tangan, yang akan mendorong peningkatan kebutuhan akan produk  glove former berkualitas tinggi.
Presiden Direktur MARK Ridwan Goh mengatakan, inovasi-inovasi ini  tidak hanya meningkatkan efisiensi dan masa pakai glove former, tetapi  juga memungkinkan desain khusus yang lebih baik untuk melayani berbagai  sektor penggunaan akhir, termasuk sektor kesehatan, industri, dan rumah  tangga.</content:encoded></item></channel></rss>
