<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Disebut Mrs No dan Menteri Keuangan Pelit, Begini Reaksi Sri Mulyani</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku mendapat julukan Mrs No dan pelit selama menjabat sebagai bendahara negara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/08/320/3072237/disebut-mrs-no-dan-menteri-keuangan-pelit-begini-reaksi-sri-mulyani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/08/320/3072237/disebut-mrs-no-dan-menteri-keuangan-pelit-begini-reaksi-sri-mulyani"/><item><title>Disebut Mrs No dan Menteri Keuangan Pelit, Begini Reaksi Sri Mulyani</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/08/320/3072237/disebut-mrs-no-dan-menteri-keuangan-pelit-begini-reaksi-sri-mulyani</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/08/320/3072237/disebut-mrs-no-dan-menteri-keuangan-pelit-begini-reaksi-sri-mulyani</guid><pubDate>Selasa 08 Oktober 2024 13:02 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/08/320/3072237/disebut-mrs-no-dan-menteri-keuangan-pelit-begini-reaksi-sri-mulyani-J75RpWXkDs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani mengaku dapat julukan menteri pelit (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/08/320/3072237/disebut-mrs-no-dan-menteri-keuangan-pelit-begini-reaksi-sri-mulyani-J75RpWXkDs.jpg</image><title>Sri Mulyani mengaku dapat julukan menteri pelit (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku mendapat julukan Mrs No dan pelit selama menjabat sebagai bendahara negara. Dia pun menanggapi pernyataan mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita saat sulit untuk meminta anggaran.
Menurut Sri Mulyani, pemerintah selalu berupaya melakukan berbagai inovasi agar pelaksanaan anggaran dapat dijalankan dengan beban yang tetap terjangkau.

BACA JUGA:
Pakai Batik, Sri Mulyani Pose Bareng Bos IMF hingga Bank Dunia


&amp;ldquo;Kalau tadi Pak Enggar memberikan persepsi dan membangun reputasi bahwa Menteri Keuangan selalu bilang 'tidak dulu', padahal tidak begitu. Saya ini termasuk pendengar yang baik, seluruh permintaan selalu saya dengarkan sehingga kemudian bisa didudukkan. Kalaupun ada ruangan fiskal kita selalu memberikan afirmasi terhadap program-program yang memang solid dan bisa dijalankan dengan baik, itu adalah aspek kehati-hatian dari bendahara negara,&quot; jelas Sri Mulyani dalam BNI Investor Daily Summit 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Selasa (8/10/2024).
Adapun sebagai Bendahara Negara ia menerapkan sikap kehati-hatian bukan malah dikatakan &amp;lsquo;pelit&amp;rsquo; karena dalam 10 tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo terlihat ada pembangunan.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Prediksi Perputaran Uang Ekosistem Haji dan Umrah Rp194 Triliun di 2030


&amp;ldquo;Jadi jangan sampai nanti saya ditempelin dengan tulisan Mrs. No, karena tidak. Kalau saya no, berarti tidak ada pembangunan dalam hal ini, buktinya ada. Jadi, ini masalah selektivitas dan kualitas. Tentu ini juga menunjukkan bahwa kita semuanya menggunakan uang rakyat secara responsible,&quot; imbuhnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOS8xOC80LzE4NTMwOS8zL2NPZF9FMnRLN2o4&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selain itu, Menkeu mengingatkan bahwa selama pandemi Covid-19, pemerintah harus mengambil langkah-langkah luar biasa, termasuk penggunaan instrumen fiskal yang tidak biasa. Salah satunya adalah ekspansi fiskal yang besar melalui burden sharing dengan Bank Indonesia.
&amp;ldquo;Kami dengan Bank Indonesia melakukan komunikasi secara hati-hati,  konstruktif dan transparan kepada seluruh pelaku pasar dan masyarakat,  termasuk kepada politisi sehingga kita bisa mendesain dan  mengkonstruksikan sebuah effort yang luar biasa, namun tetap prudent dan  memiliki kredibilitas yang terjaga. Indonesia termasuk negara yang  sedikit sekali negara di dunia ini yang mampu melakukan konsolidasi  fiskal pasca pandemi hanya dalam waktu dua tahun, itu tidak terjadi di  banyak negara,&quot; jelas Sri Mulyani.
Sebelumnya, persepsi Menkeu &amp;lsquo;pelit&amp;rsquo; dikatakan oleh mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita.
Dalam sambutan Enggar mengatakan, Sri Mulyani sosok Bendahara Negara  yang sangat ketat untuk mengeluarkan anggaran. Meskipun ia paham jika  tidak begitu maka Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bisa  jebol.
&quot;Sebagai Bendahara Negara, ketat betul beliau. Beliau lebih memilih  tidak disukai termasuk oleh koleganya yaitu saya sendiri, ya agak-agak  sulit kepada Ibu Sri Mulyani karena setiap saya minta uang, sebelum saya  bicara, beliau sudah menyatakan 'tidak dulu'. Tetapi kita bisa  bayangkan kalau Bendahara Negara mengiyakan semua, maka jebol lah APBN  ini,&quot; ungkap Enggar.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku mendapat julukan Mrs No dan pelit selama menjabat sebagai bendahara negara. Dia pun menanggapi pernyataan mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita saat sulit untuk meminta anggaran.
Menurut Sri Mulyani, pemerintah selalu berupaya melakukan berbagai inovasi agar pelaksanaan anggaran dapat dijalankan dengan beban yang tetap terjangkau.

BACA JUGA:
Pakai Batik, Sri Mulyani Pose Bareng Bos IMF hingga Bank Dunia


&amp;ldquo;Kalau tadi Pak Enggar memberikan persepsi dan membangun reputasi bahwa Menteri Keuangan selalu bilang 'tidak dulu', padahal tidak begitu. Saya ini termasuk pendengar yang baik, seluruh permintaan selalu saya dengarkan sehingga kemudian bisa didudukkan. Kalaupun ada ruangan fiskal kita selalu memberikan afirmasi terhadap program-program yang memang solid dan bisa dijalankan dengan baik, itu adalah aspek kehati-hatian dari bendahara negara,&quot; jelas Sri Mulyani dalam BNI Investor Daily Summit 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Selasa (8/10/2024).
Adapun sebagai Bendahara Negara ia menerapkan sikap kehati-hatian bukan malah dikatakan &amp;lsquo;pelit&amp;rsquo; karena dalam 10 tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo terlihat ada pembangunan.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Prediksi Perputaran Uang Ekosistem Haji dan Umrah Rp194 Triliun di 2030


&amp;ldquo;Jadi jangan sampai nanti saya ditempelin dengan tulisan Mrs. No, karena tidak. Kalau saya no, berarti tidak ada pembangunan dalam hal ini, buktinya ada. Jadi, ini masalah selektivitas dan kualitas. Tentu ini juga menunjukkan bahwa kita semuanya menggunakan uang rakyat secara responsible,&quot; imbuhnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOS8xOC80LzE4NTMwOS8zL2NPZF9FMnRLN2o4&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selain itu, Menkeu mengingatkan bahwa selama pandemi Covid-19, pemerintah harus mengambil langkah-langkah luar biasa, termasuk penggunaan instrumen fiskal yang tidak biasa. Salah satunya adalah ekspansi fiskal yang besar melalui burden sharing dengan Bank Indonesia.
&amp;ldquo;Kami dengan Bank Indonesia melakukan komunikasi secara hati-hati,  konstruktif dan transparan kepada seluruh pelaku pasar dan masyarakat,  termasuk kepada politisi sehingga kita bisa mendesain dan  mengkonstruksikan sebuah effort yang luar biasa, namun tetap prudent dan  memiliki kredibilitas yang terjaga. Indonesia termasuk negara yang  sedikit sekali negara di dunia ini yang mampu melakukan konsolidasi  fiskal pasca pandemi hanya dalam waktu dua tahun, itu tidak terjadi di  banyak negara,&quot; jelas Sri Mulyani.
Sebelumnya, persepsi Menkeu &amp;lsquo;pelit&amp;rsquo; dikatakan oleh mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita.
Dalam sambutan Enggar mengatakan, Sri Mulyani sosok Bendahara Negara  yang sangat ketat untuk mengeluarkan anggaran. Meskipun ia paham jika  tidak begitu maka Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bisa  jebol.
&quot;Sebagai Bendahara Negara, ketat betul beliau. Beliau lebih memilih  tidak disukai termasuk oleh koleganya yaitu saya sendiri, ya agak-agak  sulit kepada Ibu Sri Mulyani karena setiap saya minta uang, sebelum saya  bicara, beliau sudah menyatakan 'tidak dulu'. Tetapi kita bisa  bayangkan kalau Bendahara Negara mengiyakan semua, maka jebol lah APBN  ini,&quot; ungkap Enggar.</content:encoded></item></channel></rss>
