<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Singgung Ekonomi Melambat, Jokowi Minta Ekspor Indonesia Lebih Tinggi Lagi</title><description>Jokowi membuka Trade Expo Indonesia ke 39 Indonesia di Hall Nusantara ICE BSD City, Tangerang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/09/320/3072585/singgung-ekonomi-melambat-jokowi-minta-ekspor-indonesia-lebih-tinggi-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/09/320/3072585/singgung-ekonomi-melambat-jokowi-minta-ekspor-indonesia-lebih-tinggi-lagi"/><item><title>Singgung Ekonomi Melambat, Jokowi Minta Ekspor Indonesia Lebih Tinggi Lagi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/09/320/3072585/singgung-ekonomi-melambat-jokowi-minta-ekspor-indonesia-lebih-tinggi-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/09/320/3072585/singgung-ekonomi-melambat-jokowi-minta-ekspor-indonesia-lebih-tinggi-lagi</guid><pubDate>Rabu 09 Oktober 2024 11:03 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/09/320/3072585/singgung-ekonomi-melambat-jokowi-minta-ekspor-indonesia-lebih-tinggi-lagi-PQcMp8ywlN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi soal Ekspor RI (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/09/320/3072585/singgung-ekonomi-melambat-jokowi-minta-ekspor-indonesia-lebih-tinggi-lagi-PQcMp8ywlN.jpg</image><title>Presiden Jokowi soal Ekspor RI (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Trade Expo Indonesia ke 39 Indonesia  di Hall Nusantara ICE BSD City, Tangerang, pada hari ini Rabu (9/10/2024).
&quot;Saya menyambut baik trade Expo Indonesia yang ke-39 ini sebagai pameran produk ekspor terbesar di Indonesia yang dilakukan secara hybrid by offline dan virtual untuk memasarkan produk-produk unggulan kita ke pasar dunia,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya.

BACA JUGA:
Jokowi ke IKN, Resmikan Istana Presiden hingga 3 Rumah Sakit

&quot;Kita harus mampu memanfaatkan momentum ini untuk mendorong pertumbuhan ekspor yang lebih tinggi lagi dan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk-produk kita serta bisa merambah ke pasar yang lebih luas lagi,&quot; sambungnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8wMS8xLzE4MTMxMi81L3g4emc0cGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Jokowi juga menyebut bahwa saat ini dunia masih belum pulih sepenuhnya. Ekonomi global, katanya, juga masih tumbuh lambat dikisaran 2,6%--2,7%, serta inflasi yang masih menghantui banyak Negara.

BACA JUGA:
Investasi di IKN Baru Rp58,4 Triliun dari Target Rp100 Triliun, Jokowi: Itu Duit Gede Banget

&quot;Perkiraan inflasi global dikisaran 5,9%, ditambah perang konvensional dan perang dagang masih terus berlangsung yang membuat Negara-Negara terus membuat kebijakan restriksi perdagangan. Saat ini setidaknya ada 19 Negara yang melakukannya, semua itu membuat volume perdagangan global menjadi lesu,&quot; kata Jokowi.Jokowi menyoroti banyak negara sudah mulai khawatir dan bersiap melindungi pasar domestiknya dari masuknya produk impor dari China yang masif dengan harga yang jauh lebih murah.
&quot;Dan kita sebagai negara dengan pasar yang besar, dengan jumlah penduduk terbesar keempat dunia 280 juta jiwa harus mampu melindungi pasar domestik kita, harus mampu memasarkan produk-produk kita agar kita mampu menguasai pasar di dalam negeri dan juga terus merambah secara luas di pasar luar negeri,&quot; kata Jokowi.
Menurutnya, pemasaran saat ini tidak perlu lagi menggunakan cara-cara konvensional tapi juga harus memanfaatkan digitalisasi. Jokowi berharap Indonesia dapat masuk secara masif secara digital untuk memasarkan produk-produk Negara kita Indonesia.
&quot;Saat banyak negara melakukan restriksi akibat perang dagang menurut saya di situ ada peluang. Saat banyak negara mengalami inflasi tinggi menurut saya di situ juga ada peluang,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Trade Expo Indonesia ke 39 Indonesia  di Hall Nusantara ICE BSD City, Tangerang, pada hari ini Rabu (9/10/2024).
&quot;Saya menyambut baik trade Expo Indonesia yang ke-39 ini sebagai pameran produk ekspor terbesar di Indonesia yang dilakukan secara hybrid by offline dan virtual untuk memasarkan produk-produk unggulan kita ke pasar dunia,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya.

BACA JUGA:
Jokowi ke IKN, Resmikan Istana Presiden hingga 3 Rumah Sakit

&quot;Kita harus mampu memanfaatkan momentum ini untuk mendorong pertumbuhan ekspor yang lebih tinggi lagi dan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk-produk kita serta bisa merambah ke pasar yang lebih luas lagi,&quot; sambungnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNi8wMS8xLzE4MTMxMi81L3g4emc0cGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Jokowi juga menyebut bahwa saat ini dunia masih belum pulih sepenuhnya. Ekonomi global, katanya, juga masih tumbuh lambat dikisaran 2,6%--2,7%, serta inflasi yang masih menghantui banyak Negara.

BACA JUGA:
Investasi di IKN Baru Rp58,4 Triliun dari Target Rp100 Triliun, Jokowi: Itu Duit Gede Banget

&quot;Perkiraan inflasi global dikisaran 5,9%, ditambah perang konvensional dan perang dagang masih terus berlangsung yang membuat Negara-Negara terus membuat kebijakan restriksi perdagangan. Saat ini setidaknya ada 19 Negara yang melakukannya, semua itu membuat volume perdagangan global menjadi lesu,&quot; kata Jokowi.Jokowi menyoroti banyak negara sudah mulai khawatir dan bersiap melindungi pasar domestiknya dari masuknya produk impor dari China yang masif dengan harga yang jauh lebih murah.
&quot;Dan kita sebagai negara dengan pasar yang besar, dengan jumlah penduduk terbesar keempat dunia 280 juta jiwa harus mampu melindungi pasar domestik kita, harus mampu memasarkan produk-produk kita agar kita mampu menguasai pasar di dalam negeri dan juga terus merambah secara luas di pasar luar negeri,&quot; kata Jokowi.
Menurutnya, pemasaran saat ini tidak perlu lagi menggunakan cara-cara konvensional tapi juga harus memanfaatkan digitalisasi. Jokowi berharap Indonesia dapat masuk secara masif secara digital untuk memasarkan produk-produk Negara kita Indonesia.
&quot;Saat banyak negara melakukan restriksi akibat perang dagang menurut saya di situ ada peluang. Saat banyak negara mengalami inflasi tinggi menurut saya di situ juga ada peluang,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
