<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Petani Singkong Diusulkan Dapat Subsidi Pupuk</title><description>Petani singkong diusulkan mendapat subsidi pupuk dari pemeritah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/10/320/3072897/petani-singkong-diusulkan-dapat-subsidi-pupuk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/10/320/3072897/petani-singkong-diusulkan-dapat-subsidi-pupuk"/><item><title>Petani Singkong Diusulkan Dapat Subsidi Pupuk</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/10/320/3072897/petani-singkong-diusulkan-dapat-subsidi-pupuk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/10/320/3072897/petani-singkong-diusulkan-dapat-subsidi-pupuk</guid><pubDate>Kamis 10 Oktober 2024 05:42 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/10/320/3072897/petani-singkong-diusulkan-dapat-subsidi-pupuk-70gXXm4ohk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petani singkok diusulkan dapat subsidi pupuk (Foto: Pupuk Indonesia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/10/320/3072897/petani-singkong-diusulkan-dapat-subsidi-pupuk-70gXXm4ohk.jpg</image><title>Petani singkok diusulkan dapat subsidi pupuk (Foto: Pupuk Indonesia)</title></images><description>JAKARTA - Petani singkong diusulkan mendapat subsidi pupuk dari pemeritah. Singkong yang juga dikenal sebagai ubi kayu dapat dikategorikan sebagai komodita alternatif pangan yang memiliki kandungan karbohidrat setara beras.
Indonesia menduduki urutan kelima sebagai negara produsen singkong terbesar di dunia, dengan total produksi 18,3 juta ton (2020). Dari produksi tersebut memasok 87% untuk kebutuhan nasional.

BACA JUGA:
Dear Petani, Stok Masih Tersedia! Beli Pupuk Subsidi Cukup Bawa KTP 


Sebagian besar atau 97% produksi ubi kayu digunakan untuk pangan. Hal ini menunjukkan bahwa ubi kayu mempunyai peran strategis sebagai penyangga pangan nasional. Untuk itu, menurutnya, upaya peningkatan produktivitas singkong harus diwujudkan dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional.
&amp;ldquo;Komponen budidaya yang berperan dalam peningkatan produktivitas singkong adalah penggunaan pupuk yang sesuai dengan kebutuhan tanaman, varietas yang sesuai (tahan cekaman biotik dan abiotik), dan pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan),&amp;rdquo; papar Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Tri Wahyudi Saleh, Kamis (10/10/2024).

BACA JUGA:
Wamentan Usul Pupuk Indonesia di Bawah Kementan, Ini Kata Dirut 


Sejalan dengan hal ini, perseroan berupaya mengoptimalkan penyerapan pupuk bersubsidi dengan mengidentifikasi komoditas pertanian strategis, salah satunya singkong. Tri Wahyudi menjelaskan bahwa dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 1 Tahun 2024 terdapat sembilan komoditas sebagai penerima pupuk bersubsidi, terdiri dari padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kopi, dan kakao. Sementara itu, pada awal tahun 2024 Pemerintah telah menambah alokasi pupuk bersubsidi dari alokasi awal 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yNy8xLzE4MTE1Ni81L3g4ejY3OHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kebijakan penambahan volume ini diperlukan upaya optimalisasi dalam meningkatkan serapannya. Optimalisasi dapat dilakukan dengan mengidentifikasi komoditas-komoditas strategis daerah yang berpotensi mendapatkan pupuk bersubsidi. Harapannya berdampak terhadap optimalisasi serapan pupuk bersubsidi, nilai ekonomi dan peningkatan produktivitas pertanian,&quot; ujar Tri.
Tri Wahyudi mengaku mendapatkan masukan dari stakeholder, salah  satunya Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) yang berharap singkong masuk  menjadi komoditas yang berhak mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi dari  Pemerintah. Dengan demikian kesejahteraan petani meningkat, industri  singkong tanah air dapat berkembang, ketahanan pangan nasional terjaga.
Lebih lanjut Tri Wahyudi mengatakan bahwa Pupuk Indonesia mempunyai  teknologi memformulasikan pupuk NPK sesuai dengan spesifikasi atau  kebutuhan tanaman memiliki NPK khusus tanaman singkong, yaitu NPK  17-6-25. Pupuk ini memiliki kandungan Nitrogen 17%, Phosphatase 6%, dan  KCL 25%.
Berdasarkan hasil uji coba di sejumlah daerah, khususnya di Sumatera  pengaplikasian pupuk ini mampu meningkatkan produktivitas tanaman  singkong. Rata-rata hasil panen petani singkong pada saat pengaplikasian  pupuk tersebut sebesar 45 ton/hektare, dari rata-rata panen sebelumnya  27 hingga 28 ton/hektare.
&quot;Petani singkong yang sebelumnya mendapatkan pupuk bersubsidi bisa  terobati dengan kehadiran NPK singkong. Persoalannya apakah pupuk ini  bisa masuk ke dalam skema subsidi, ini yang harus kita diskusikan dalam  FGD. Pastinya pupuk ini dapat digunakan oleh petani dalam pemupukan  secara efisien dan berimbang sehingga dapat meningkatkan produktivitas  singkong,&quot; pungkas Tri Wahyudi.
&amp;ldquo;Petani singkong membutuhkan pendampingan yang berkesinambungan dan  subsidi pupuk dengan formula NPK 17-6-25, agar produksi tinggi dan  kelestarian lahan pertanian terjaga,&amp;rdquo; pungkas Tri Wahyudi.</description><content:encoded>JAKARTA - Petani singkong diusulkan mendapat subsidi pupuk dari pemeritah. Singkong yang juga dikenal sebagai ubi kayu dapat dikategorikan sebagai komodita alternatif pangan yang memiliki kandungan karbohidrat setara beras.
Indonesia menduduki urutan kelima sebagai negara produsen singkong terbesar di dunia, dengan total produksi 18,3 juta ton (2020). Dari produksi tersebut memasok 87% untuk kebutuhan nasional.

BACA JUGA:
Dear Petani, Stok Masih Tersedia! Beli Pupuk Subsidi Cukup Bawa KTP 


Sebagian besar atau 97% produksi ubi kayu digunakan untuk pangan. Hal ini menunjukkan bahwa ubi kayu mempunyai peran strategis sebagai penyangga pangan nasional. Untuk itu, menurutnya, upaya peningkatan produktivitas singkong harus diwujudkan dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional.
&amp;ldquo;Komponen budidaya yang berperan dalam peningkatan produktivitas singkong adalah penggunaan pupuk yang sesuai dengan kebutuhan tanaman, varietas yang sesuai (tahan cekaman biotik dan abiotik), dan pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan),&amp;rdquo; papar Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Tri Wahyudi Saleh, Kamis (10/10/2024).

BACA JUGA:
Wamentan Usul Pupuk Indonesia di Bawah Kementan, Ini Kata Dirut 


Sejalan dengan hal ini, perseroan berupaya mengoptimalkan penyerapan pupuk bersubsidi dengan mengidentifikasi komoditas pertanian strategis, salah satunya singkong. Tri Wahyudi menjelaskan bahwa dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 1 Tahun 2024 terdapat sembilan komoditas sebagai penerima pupuk bersubsidi, terdiri dari padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kopi, dan kakao. Sementara itu, pada awal tahun 2024 Pemerintah telah menambah alokasi pupuk bersubsidi dari alokasi awal 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNS8yNy8xLzE4MTE1Ni81L3g4ejY3OHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kebijakan penambahan volume ini diperlukan upaya optimalisasi dalam meningkatkan serapannya. Optimalisasi dapat dilakukan dengan mengidentifikasi komoditas-komoditas strategis daerah yang berpotensi mendapatkan pupuk bersubsidi. Harapannya berdampak terhadap optimalisasi serapan pupuk bersubsidi, nilai ekonomi dan peningkatan produktivitas pertanian,&quot; ujar Tri.
Tri Wahyudi mengaku mendapatkan masukan dari stakeholder, salah  satunya Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) yang berharap singkong masuk  menjadi komoditas yang berhak mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi dari  Pemerintah. Dengan demikian kesejahteraan petani meningkat, industri  singkong tanah air dapat berkembang, ketahanan pangan nasional terjaga.
Lebih lanjut Tri Wahyudi mengatakan bahwa Pupuk Indonesia mempunyai  teknologi memformulasikan pupuk NPK sesuai dengan spesifikasi atau  kebutuhan tanaman memiliki NPK khusus tanaman singkong, yaitu NPK  17-6-25. Pupuk ini memiliki kandungan Nitrogen 17%, Phosphatase 6%, dan  KCL 25%.
Berdasarkan hasil uji coba di sejumlah daerah, khususnya di Sumatera  pengaplikasian pupuk ini mampu meningkatkan produktivitas tanaman  singkong. Rata-rata hasil panen petani singkong pada saat pengaplikasian  pupuk tersebut sebesar 45 ton/hektare, dari rata-rata panen sebelumnya  27 hingga 28 ton/hektare.
&quot;Petani singkong yang sebelumnya mendapatkan pupuk bersubsidi bisa  terobati dengan kehadiran NPK singkong. Persoalannya apakah pupuk ini  bisa masuk ke dalam skema subsidi, ini yang harus kita diskusikan dalam  FGD. Pastinya pupuk ini dapat digunakan oleh petani dalam pemupukan  secara efisien dan berimbang sehingga dapat meningkatkan produktivitas  singkong,&quot; pungkas Tri Wahyudi.
&amp;ldquo;Petani singkong membutuhkan pendampingan yang berkesinambungan dan  subsidi pupuk dengan formula NPK 17-6-25, agar produksi tinggi dan  kelestarian lahan pertanian terjaga,&amp;rdquo; pungkas Tri Wahyudi.</content:encoded></item></channel></rss>
