<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hitung-hitungan Susu Ikan Masuk Program Makan Bergizi Gratis Prabowo</title><description>Menakar hitungan susu ikan masuk dalam Program Makanan Bergizi (MBG) Gratis Prabowo-Gibran.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/10/320/3072915/hitung-hitungan-susu-ikan-masuk-program-makan-bergizi-gratis-prabowo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/10/320/3072915/hitung-hitungan-susu-ikan-masuk-program-makan-bergizi-gratis-prabowo"/><item><title>Hitung-hitungan Susu Ikan Masuk Program Makan Bergizi Gratis Prabowo</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/10/320/3072915/hitung-hitungan-susu-ikan-masuk-program-makan-bergizi-gratis-prabowo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/10/320/3072915/hitung-hitungan-susu-ikan-masuk-program-makan-bergizi-gratis-prabowo</guid><pubDate>Kamis 10 Oktober 2024 07:08 WIB</pubDate><dc:creator>Fadhila Khairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/10/320/3072915/hitung-hitungan-susu-ikan-masuk-program-makan-bergizi-gratis-prabowo-HAkNGd1iCz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hitung-hitungan susu ikan masuk dalam program makan bergizi gratis (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/10/320/3072915/hitung-hitungan-susu-ikan-masuk-program-makan-bergizi-gratis-prabowo-HAkNGd1iCz.jpg</image><title>Hitung-hitungan susu ikan masuk dalam program makan bergizi gratis (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menakar hitungan susu ikan masuk dalam Program Makanan Bergizi (MBG) Gratis Prabowo-Gibran. Susu ikan digadang-gadang masuk dalam program MBG Prabowo-Gibran.
Namun, produksi susu ikan yang masih kecil menjadi tantangan jika susu ikan menjadi salah satu komponen dalam MBG. CEO &amp;amp; Co-Founder Berikan Protein Initiative Maqbulatin Nuha mengatakan dengan skala produksi saat ini, susu ikan belum mampu untuk mengcover kebutuhan nasional.

BACA JUGA:
SPECIAL REPORT: Susu Ikan atau Saripati Ikan?


&quot;Memang tantangan kapasitas produksi, kita baru bisa support untuk di satu daerah kabupaten saja sedangkan ini kebutuhan internasional untuk naik menu tersebut,&quot; kata dia, Rabu (9/10/2024).
Dia pun menegaskan belum ada keputusan dari pemerintah bahwa susu ikan akan masuk dalam program MBG. Saat ini, susu ikan hanya sebatas dipasarkan dan dijual secara online agar semakin dikenal masyarakat.

BACA JUGA:
Tak Hanya Susu Ikan, Berikut Daftar Susu Nabati yang Bisa Jadi Alternatif Sumber Protein


&amp;ldquo;Kita masih belum ada keputusan (masuk program MBG) seperti itu, nah makanya sekarang yang kami lakukan tetap menjalankan bisnis yang sudah berjalan dari tahun sebelumnya dan juga kita pasarkan di online. Tetapi untuk masuk ke dalam program memang masih dalam tahap perumusan dan dari kita sendiri belum ada juga kepastian untuk keputusannya seperti apa,&amp;rdquo; ujar Nuha.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOS8yMS8xLzE4NTQ1NS81L3g5NXprY2k=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dalam kesempatan tersebut, dia bercerita asal mula susu ikan diciptakan. Awalnya, Berikan Protein Initiative pernah melakukan survei ke 65.000 responden dari 300-an kota Kabupaten se Indonesia.
Dari survei tersebut ditemukan bahwa 81% orang Indonesia kekurangan protein. Di mana asupan hariannya itu 40 gram per orang per hari padahal yang direkomendasikan oleh Kemenkes itu ada sekitar 57 gram per orang per hari.
Nuha menekankan bahwa fakta yang terjadi saat ini sangat  memprihatinkan, mengingat Negara Indonesia memiliki kekayaan alam laut  yang melimpah yang seharusnya sumber protein bisa dengan mudah diakses.  Ia juga heran dengan sumber daya alam yang melimpah masih saja terdapat  defisit protein yang sangat jauh di Negara ini. Menurutnya, situasi ini  menunjukkan adanya masalah mendasar yang perlu segera diatasi untuk  memastikan masyarakat Indonesia mendapatkan asupan gizi yang cukup guna  mendukung kesehatan dan kualitas hidup yang lebih baik.
Jika kita perhatikan, Ikan yang merupakan komoditas lokal, memiliki  komponen gizi yang sangat baik, dan dapat berfungsi sebagai komplemen  bahan pangan lain untuk pencukupan gizi masyarakat. Ikan segar ideal  untuk dikonsumsi langsung bila logistik mendukung.  Dengan berbagai  jenis ikan, seperti ikan selar, petek, lemuru, tetelan kakap, dan ikan  kuniran dapat digunakan sebagai bahan baku untuk membuat susu ikan.
Istilah &amp;lsquo;susu ikan&amp;rsquo; yang sudah beredar di masyarakat seolah-olah  memberikan kesan bahwa ikan menghasilkan cairan seperti susu, padahal  produk tersebut pada realitanya merupakan sebuah bubuk dari hasil olahan  ikan yang nantinya bisa digunakan sebagai sumber protein. Hal ini  sangat penting untuk diluruskan kepada masyarakat agar nantinya tidak  terjadi kesalahpahaman mengenai produk yang akan mereka konsumsi.
Bubuk ikan atau fish powder ini dikembangkan oleh sebuah NGO yang  bernama Berikan Protein Initiative. NGO ini bergerak ke arah peningkatan  awareness masyarakat akan sebuah inovasi yang bisa mendorong kecukupan  protein masyarakat Indonesia. Untuk memperkenalkan produk inovasi ini  membutuhkan waktu tujuh tahun dengan menggandeng banyak ahli agar bisa  menghadirkan solusi atas kurangnya gizi masyarakat Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menakar hitungan susu ikan masuk dalam Program Makanan Bergizi (MBG) Gratis Prabowo-Gibran. Susu ikan digadang-gadang masuk dalam program MBG Prabowo-Gibran.
Namun, produksi susu ikan yang masih kecil menjadi tantangan jika susu ikan menjadi salah satu komponen dalam MBG. CEO &amp;amp; Co-Founder Berikan Protein Initiative Maqbulatin Nuha mengatakan dengan skala produksi saat ini, susu ikan belum mampu untuk mengcover kebutuhan nasional.

BACA JUGA:
SPECIAL REPORT: Susu Ikan atau Saripati Ikan?


&quot;Memang tantangan kapasitas produksi, kita baru bisa support untuk di satu daerah kabupaten saja sedangkan ini kebutuhan internasional untuk naik menu tersebut,&quot; kata dia, Rabu (9/10/2024).
Dia pun menegaskan belum ada keputusan dari pemerintah bahwa susu ikan akan masuk dalam program MBG. Saat ini, susu ikan hanya sebatas dipasarkan dan dijual secara online agar semakin dikenal masyarakat.

BACA JUGA:
Tak Hanya Susu Ikan, Berikut Daftar Susu Nabati yang Bisa Jadi Alternatif Sumber Protein


&amp;ldquo;Kita masih belum ada keputusan (masuk program MBG) seperti itu, nah makanya sekarang yang kami lakukan tetap menjalankan bisnis yang sudah berjalan dari tahun sebelumnya dan juga kita pasarkan di online. Tetapi untuk masuk ke dalam program memang masih dalam tahap perumusan dan dari kita sendiri belum ada juga kepastian untuk keputusannya seperti apa,&amp;rdquo; ujar Nuha.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOS8yMS8xLzE4NTQ1NS81L3g5NXprY2k=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dalam kesempatan tersebut, dia bercerita asal mula susu ikan diciptakan. Awalnya, Berikan Protein Initiative pernah melakukan survei ke 65.000 responden dari 300-an kota Kabupaten se Indonesia.
Dari survei tersebut ditemukan bahwa 81% orang Indonesia kekurangan protein. Di mana asupan hariannya itu 40 gram per orang per hari padahal yang direkomendasikan oleh Kemenkes itu ada sekitar 57 gram per orang per hari.
Nuha menekankan bahwa fakta yang terjadi saat ini sangat  memprihatinkan, mengingat Negara Indonesia memiliki kekayaan alam laut  yang melimpah yang seharusnya sumber protein bisa dengan mudah diakses.  Ia juga heran dengan sumber daya alam yang melimpah masih saja terdapat  defisit protein yang sangat jauh di Negara ini. Menurutnya, situasi ini  menunjukkan adanya masalah mendasar yang perlu segera diatasi untuk  memastikan masyarakat Indonesia mendapatkan asupan gizi yang cukup guna  mendukung kesehatan dan kualitas hidup yang lebih baik.
Jika kita perhatikan, Ikan yang merupakan komoditas lokal, memiliki  komponen gizi yang sangat baik, dan dapat berfungsi sebagai komplemen  bahan pangan lain untuk pencukupan gizi masyarakat. Ikan segar ideal  untuk dikonsumsi langsung bila logistik mendukung.  Dengan berbagai  jenis ikan, seperti ikan selar, petek, lemuru, tetelan kakap, dan ikan  kuniran dapat digunakan sebagai bahan baku untuk membuat susu ikan.
Istilah &amp;lsquo;susu ikan&amp;rsquo; yang sudah beredar di masyarakat seolah-olah  memberikan kesan bahwa ikan menghasilkan cairan seperti susu, padahal  produk tersebut pada realitanya merupakan sebuah bubuk dari hasil olahan  ikan yang nantinya bisa digunakan sebagai sumber protein. Hal ini  sangat penting untuk diluruskan kepada masyarakat agar nantinya tidak  terjadi kesalahpahaman mengenai produk yang akan mereka konsumsi.
Bubuk ikan atau fish powder ini dikembangkan oleh sebuah NGO yang  bernama Berikan Protein Initiative. NGO ini bergerak ke arah peningkatan  awareness masyarakat akan sebuah inovasi yang bisa mendorong kecukupan  protein masyarakat Indonesia. Untuk memperkenalkan produk inovasi ini  membutuhkan waktu tujuh tahun dengan menggandeng banyak ahli agar bisa  menghadirkan solusi atas kurangnya gizi masyarakat Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
