<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahan Bakar Pesawat hingga Kapal Pakai Minyak Sawit</title><description>Bahan bakar pesawat hingga kapal bakal menggunakan minyak sawit.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/10/320/3072931/bahan-bakar-pesawat-hingga-kapal-pakai-minyak-sawit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/10/320/3072931/bahan-bakar-pesawat-hingga-kapal-pakai-minyak-sawit"/><item><title>Bahan Bakar Pesawat hingga Kapal Pakai Minyak Sawit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/10/320/3072931/bahan-bakar-pesawat-hingga-kapal-pakai-minyak-sawit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/10/320/3072931/bahan-bakar-pesawat-hingga-kapal-pakai-minyak-sawit</guid><pubDate>Kamis 10 Oktober 2024 08:23 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/10/320/3072931/bahan-bakar-pesawat-hingga-kapal-pakai-minyak-sawit-4MsDfvHrKr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pesawat dan kapal bakal pakai bahan bakar minyak sawit (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/10/320/3072931/bahan-bakar-pesawat-hingga-kapal-pakai-minyak-sawit-4MsDfvHrKr.jpg</image><title>Pesawat dan kapal bakal pakai bahan bakar minyak sawit (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Bahan bakar pesawat hingga kapal bakal menggunakan minyak sawit. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah mendukung hilirisasi sawit untuk menciptakan industri penerbangan dan perkapalan yang lebih ramah lingkungan.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, saat ini Indonesia sedang berbicara dengan International Civil Aviation Organization (ICAO) untuk pembuatan bioavtur.

BACA JUGA:
Siapkan B50, Produksi Minyak Sawit RI Sudah Aman?


&quot;Kita ditargetkan pada 2060 sudah full bioavtur. Oleh karenanya sejak awal dilakukan hilirisasi saya apresiasi dan kita harus berpikir ke arah situ. Tapi memang tidak hanya di dunia industri, di sektor transportasi kita mengalami banyak tantangan,&quot; ujar Menhub dalam keterangan resmi, Kamis (10/10/2024).
Lebih lanjut, Menhub menyatakan, sejalan dengan upaya penggunaan bioavtur pada industri penerbangan, pada dunia pelayaran telah digunakan biodiesel 30 persen (B30). Harapannya, ke depan akan digunakan juga B100 sehingga bahan bakar lebih murah dan program tol laut dapat terbantu.

BACA JUGA:
China Barter Panda, Malaysia Tawarkan Diplomasi Tukar Orang Utan dengan Minyak Sawit


&quot;Kita melakukan suatu pergerakan di mana pada awal mengumumkan Tol Laut, itu kurang dari 5 trayek. Sekarang sudah 39 trayek. Jadi ide Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla kami tindak lanjuti. Saudara kita di Timur sangat membutuhkan tol laut. Kalau bahan bakarnya lebih murah, pasti lebih baik. Karena Lebih dari 59% cost kapal adalah solar,&quot; kata Menhub.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla menyampaikan pentingnya hilirisasi sawit karena dapat menghasilkan nilai tambah yang lebih baik dan tinggi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8yMS80LzE0MDY5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Ada rumusan sederhana bahwa untuk maju kita harus tanam, petik,  olah, dan jual. Empat langkah ini harus berjalan. Jangan hanya 3 langkah  tanam, petik, jual. Harus ada olahnya. Terima kasih Pak Saleh Husin  atas bukunya yang baik untuk dijalankan,&amp;rdquo; sebut Jusuf Kalla.
Sementara itu, Saleh Husin mengatakan, buku &quot;Hilirisasi Sawit, Cegah  Middle Income Trap&quot; berasal dari disertasi miliknya yang berjudul  Hilirisasi Indonesia, Sawit untuk Memperkuat Perekonomian Nasional dan  Meningkatkan Posisi Tawar Indonesia dalam Perdagangan Dunia. Ia  berharap, adanya buku ini bisa dimanfaatkan dengan baik.
&quot;Jangan sampai sawit yang menjadi tulang punggung kita nanti hanya  tinggal nama. Kami sangat yakin di kemudian hari dengan 42% lahan milik  petani mandiri, kalau dipelihara dengan baik bisa ditingkatkan  produksinya dan kita bisa capai target 100 juta ton pada Indonesia  Emas,&quot; pungkas Menhub.</description><content:encoded>JAKARTA - Bahan bakar pesawat hingga kapal bakal menggunakan minyak sawit. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah mendukung hilirisasi sawit untuk menciptakan industri penerbangan dan perkapalan yang lebih ramah lingkungan.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, saat ini Indonesia sedang berbicara dengan International Civil Aviation Organization (ICAO) untuk pembuatan bioavtur.

BACA JUGA:
Siapkan B50, Produksi Minyak Sawit RI Sudah Aman?


&quot;Kita ditargetkan pada 2060 sudah full bioavtur. Oleh karenanya sejak awal dilakukan hilirisasi saya apresiasi dan kita harus berpikir ke arah situ. Tapi memang tidak hanya di dunia industri, di sektor transportasi kita mengalami banyak tantangan,&quot; ujar Menhub dalam keterangan resmi, Kamis (10/10/2024).
Lebih lanjut, Menhub menyatakan, sejalan dengan upaya penggunaan bioavtur pada industri penerbangan, pada dunia pelayaran telah digunakan biodiesel 30 persen (B30). Harapannya, ke depan akan digunakan juga B100 sehingga bahan bakar lebih murah dan program tol laut dapat terbantu.

BACA JUGA:
China Barter Panda, Malaysia Tawarkan Diplomasi Tukar Orang Utan dengan Minyak Sawit


&quot;Kita melakukan suatu pergerakan di mana pada awal mengumumkan Tol Laut, itu kurang dari 5 trayek. Sekarang sudah 39 trayek. Jadi ide Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla kami tindak lanjuti. Saudara kita di Timur sangat membutuhkan tol laut. Kalau bahan bakarnya lebih murah, pasti lebih baik. Karena Lebih dari 59% cost kapal adalah solar,&quot; kata Menhub.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla menyampaikan pentingnya hilirisasi sawit karena dapat menghasilkan nilai tambah yang lebih baik dan tinggi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMC8yMS80LzE0MDY5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Ada rumusan sederhana bahwa untuk maju kita harus tanam, petik,  olah, dan jual. Empat langkah ini harus berjalan. Jangan hanya 3 langkah  tanam, petik, jual. Harus ada olahnya. Terima kasih Pak Saleh Husin  atas bukunya yang baik untuk dijalankan,&amp;rdquo; sebut Jusuf Kalla.
Sementara itu, Saleh Husin mengatakan, buku &quot;Hilirisasi Sawit, Cegah  Middle Income Trap&quot; berasal dari disertasi miliknya yang berjudul  Hilirisasi Indonesia, Sawit untuk Memperkuat Perekonomian Nasional dan  Meningkatkan Posisi Tawar Indonesia dalam Perdagangan Dunia. Ia  berharap, adanya buku ini bisa dimanfaatkan dengan baik.
&quot;Jangan sampai sawit yang menjadi tulang punggung kita nanti hanya  tinggal nama. Kami sangat yakin di kemudian hari dengan 42% lahan milik  petani mandiri, kalau dipelihara dengan baik bisa ditingkatkan  produksinya dan kita bisa capai target 100 juta ton pada Indonesia  Emas,&quot; pungkas Menhub.</content:encoded></item></channel></rss>
