<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Impor Baja Murah dari China Ancam Industri dalam Negeri</title><description>Industri baja dalam negeri menghadapi ancaman impor baja murah dari China.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/11/320/3073433/impor-baja-murah-dari-china-ancam-industri-dalam-negeri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/11/320/3073433/impor-baja-murah-dari-china-ancam-industri-dalam-negeri"/><item><title>Impor Baja Murah dari China Ancam Industri dalam Negeri</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/11/320/3073433/impor-baja-murah-dari-china-ancam-industri-dalam-negeri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/11/320/3073433/impor-baja-murah-dari-china-ancam-industri-dalam-negeri</guid><pubDate>Jum'at 11 Oktober 2024 13:26 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Akbar Malik</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/11/320/3073433/impor-baja-murah-dari-china-ancam-industri-dalam-negeri-VenfMbY6aI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Impor baja murah dari China ancam industri dalam negeri (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/11/320/3073433/impor-baja-murah-dari-china-ancam-industri-dalam-negeri-VenfMbY6aI.jpg</image><title>Impor baja murah dari China ancam industri dalam negeri (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Industri baja dalam negeri menghadapi ancaman impor baja murah dari China.  Dengan kelebihan kapasitas global sebesar 632 juta ton pada tahun 2022 dan tambahan 158 juta ton yang diantisipasi pada tahun 2026 ancaman tersebut semakin nyata.
Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA) menyoroti tantangan signifikan yang dihadapi akibat kelebihan kapasitas global. Direktur Eksekutif IISIA Widodo Setiadharmaji, menekankan ancaman dari impor baja murah asal Tiongkok menjadi perhatian utama.

BACA JUGA:
Produk Sampingan Baja Diolah Jadi Penyubur Tanaman


Para pemimpin industri menyerukan perlunya kebijakan dan langkah perlindungan perdagangan yang lebih kuat untuk melindungi industri baja domestik Indonesia dari lonjakan ini.
Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Konstruksi di PUPR Nicodemus Daud menilai penggunaan baja yang sesuai standar dalam proyek infrastruktur nasional, serta dukungan kementerian terhadap industri domestik.

BACA JUGA:
Chief Talk Okezone: Mengintip Prospek Industri Baja di RI


&quot;Produk yang tidak memenuhi standar seharusnya tidak digunakan dalam proyek yang menjamin keselamatan publik. Kami akan terus mempromosikan penggunaan baja dalam negeri di semua proyek konstruksi nasional,&quot; katanya, Jumat (11/10/2024).
Sementara itu, Kepala Kebijakan Standarisasi dan Layanan Industri (PPPPSI) di Kementerian Perindustrian Sri Bimo Pratomo menekankan pentingnya penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk meningkatkan daya saing baja lokal.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMy8xLzE2MDczMS81L3g4ajZtbXk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kepala Bidang Perdagangan di POSCO Kim Jin-joo membahas dampak global  dari Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) serta perlunya produsen  lokal mengadopsi teknologi produksi baja yang berkelanjutan. Yosia dari  Krakatau Posco juga memperkenalkan produk-produk inovatif seperti baja  tahan gempa dan baja tarik tinggi, serta menekankan pentingnya  mengurangi ketergantungan pada impor murah untuk melindungi keselamatan  publik dan mendukung produksi domestik.
Forum ini menekankan bahwa kerja sama erat antara pemerintah dan  perusahaan baja nasional sangat penting untuk menjaga keseimbangan  pasar, mengatasi tantangan masa depan, serta meningkatkan daya saing dan  keberlanjutan industri baja Indonesia. Intervensi pemerintah sangat  diperlukan untuk melindungi industri baja nasional dari serbuan impor  baja murah asal Tiongkok. Tanpa dukungan tersebut, industri baja  domestik menghadapi risiko kerugian dan potensi kebangkrutan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Industri baja dalam negeri menghadapi ancaman impor baja murah dari China.  Dengan kelebihan kapasitas global sebesar 632 juta ton pada tahun 2022 dan tambahan 158 juta ton yang diantisipasi pada tahun 2026 ancaman tersebut semakin nyata.
Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA) menyoroti tantangan signifikan yang dihadapi akibat kelebihan kapasitas global. Direktur Eksekutif IISIA Widodo Setiadharmaji, menekankan ancaman dari impor baja murah asal Tiongkok menjadi perhatian utama.

BACA JUGA:
Produk Sampingan Baja Diolah Jadi Penyubur Tanaman


Para pemimpin industri menyerukan perlunya kebijakan dan langkah perlindungan perdagangan yang lebih kuat untuk melindungi industri baja domestik Indonesia dari lonjakan ini.
Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Konstruksi di PUPR Nicodemus Daud menilai penggunaan baja yang sesuai standar dalam proyek infrastruktur nasional, serta dukungan kementerian terhadap industri domestik.

BACA JUGA:
Chief Talk Okezone: Mengintip Prospek Industri Baja di RI


&quot;Produk yang tidak memenuhi standar seharusnya tidak digunakan dalam proyek yang menjamin keselamatan publik. Kami akan terus mempromosikan penggunaan baja dalam negeri di semua proyek konstruksi nasional,&quot; katanya, Jumat (11/10/2024).
Sementara itu, Kepala Kebijakan Standarisasi dan Layanan Industri (PPPPSI) di Kementerian Perindustrian Sri Bimo Pratomo menekankan pentingnya penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk meningkatkan daya saing baja lokal.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMy8xLzE2MDczMS81L3g4ajZtbXk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kepala Bidang Perdagangan di POSCO Kim Jin-joo membahas dampak global  dari Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) serta perlunya produsen  lokal mengadopsi teknologi produksi baja yang berkelanjutan. Yosia dari  Krakatau Posco juga memperkenalkan produk-produk inovatif seperti baja  tahan gempa dan baja tarik tinggi, serta menekankan pentingnya  mengurangi ketergantungan pada impor murah untuk melindungi keselamatan  publik dan mendukung produksi domestik.
Forum ini menekankan bahwa kerja sama erat antara pemerintah dan  perusahaan baja nasional sangat penting untuk menjaga keseimbangan  pasar, mengatasi tantangan masa depan, serta meningkatkan daya saing dan  keberlanjutan industri baja Indonesia. Intervensi pemerintah sangat  diperlukan untuk melindungi industri baja nasional dari serbuan impor  baja murah asal Tiongkok. Tanpa dukungan tersebut, industri baja  domestik menghadapi risiko kerugian dan potensi kebangkrutan.</content:encoded></item></channel></rss>
