<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Jokowi Tingkat Kepuasan Turun Jadi 43% karena Pangkas Subsidi BBM</title><description>Jokowi) mengenang tingkat kepuasan terhadap dirinya yang turun saat memotong subsidi BBM pada saat awal pemerintahannya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/11/320/3073572/cerita-jokowi-tingkat-kepuasan-turun-jadi-43-karena-pangkas-subsidi-bbm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/11/320/3073572/cerita-jokowi-tingkat-kepuasan-turun-jadi-43-karena-pangkas-subsidi-bbm"/><item><title>Cerita Jokowi Tingkat Kepuasan Turun Jadi 43% karena Pangkas Subsidi BBM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/11/320/3073572/cerita-jokowi-tingkat-kepuasan-turun-jadi-43-karena-pangkas-subsidi-bbm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/11/320/3073572/cerita-jokowi-tingkat-kepuasan-turun-jadi-43-karena-pangkas-subsidi-bbm</guid><pubDate>Jum'at 11 Oktober 2024 17:30 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/11/320/3073572/cerita-jokowi-tingkat-kepuasan-turun-jadi-43-karena-pangkas-subsidi-bbm-LaT5cJLEEV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi soal Kepuasaan Masyarakat (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/11/320/3073572/cerita-jokowi-tingkat-kepuasan-turun-jadi-43-karena-pangkas-subsidi-bbm-LaT5cJLEEV.jpg</image><title>Presiden Jokowi soal Kepuasaan Masyarakat (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenang tingkat kepuasan terhadap dirinya yang turun saat memotong subsidi BBM pada saat awal pemerintahannya.
Jokowi bercerita saat itu tingkat kepuasan dirinya 72% dan turun menjadi 43%.

BACA JUGA:
Jokowi: Setoran PNBP Tembus Rp1.800 Triliun dalam 10 Tahun

&quot;Kembali ke 10 tahun yang lalu saya ingat dulu saat pengalihan subsidi BBM subsidinya kita potong tapi harganya tentu naik. Saat itu saya ingat approval rating saya 72% karena menaikkan BBM jatuh melorot menjadi 43%,&quot; kata Jokowi dalam Kompas 100 CEO Forum di IKN, Kalimantan Timur, Jumat (11/10/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMC8xMS8xLzE4NTk2Ny8zLy16Wkk0MjQ3TzZB&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Jokowi mengaku sudah menghitung resiko yang diambilnya saat memotong subsidi BBM, meski harus menurunkan tingkat kepuasan terhadap dirinya.
&quot;Tapi sudah saya hitung ya itu sebuah risiko yang memang harus saya ambil, memutuskan sesuatu yang memang kita rencanakan, kita ukur, dan berani atau tidak. Saya putuskan berani jatuh 72 jatuh ke 43,&quot; kata Jokowi.

BACA JUGA:
Investasi Asing Swasta di Groundbreaking IKN Tahap 8

Jokowi menjelaskan, dari pemotongan subsidi tersebut Indonesia memiliki ruang fiskal yang lebih besar dengan tambahan kurang lebih Rp 170 triliun.&quot;Dari situ lah kita berangkat yang namanya membangun infrastruktur. Dan selama 10 tahun ini jelas dari anggaran yang ada sekarang kita telah memiliki jalan desa baru. Ini saya mulai dari jalan desa. Karena orang selalu berbicaranya kalau ketemu jalan tol, jalan tol,&quot; kata Jokowi.
Padahal, lanjut dia, jalan desa yang telah kita bangun selama 10 tahun itu ada 366.000 km. Namun, hal tersebut masih dipertanyakan banyak pihak.
&quot;Banyak yang bertanya pada saya ga percaya.  Masa pak segitu panjangnya 366.000 km? Coba kita lihat jumlah desa di Indonesia itu ada 74.800 desa,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;ldquo;Kalau yg dibangun 366.000 artinya satu desa itu hanya 4 kilo 5 kilo. Logis ga? Justru kurang kalau menurut saya harusnya tidak segitu, harusnya bisa dua kali atau tiga kali. Itu adalah jalan-jalan produksi yang penting bagi petani, jalan-jalan produksi yang sangat penting dari para pekebun yang kita miliki,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenang tingkat kepuasan terhadap dirinya yang turun saat memotong subsidi BBM pada saat awal pemerintahannya.
Jokowi bercerita saat itu tingkat kepuasan dirinya 72% dan turun menjadi 43%.

BACA JUGA:
Jokowi: Setoran PNBP Tembus Rp1.800 Triliun dalam 10 Tahun

&quot;Kembali ke 10 tahun yang lalu saya ingat dulu saat pengalihan subsidi BBM subsidinya kita potong tapi harganya tentu naik. Saat itu saya ingat approval rating saya 72% karena menaikkan BBM jatuh melorot menjadi 43%,&quot; kata Jokowi dalam Kompas 100 CEO Forum di IKN, Kalimantan Timur, Jumat (11/10/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMC8xMS8xLzE4NTk2Ny8zLy16Wkk0MjQ3TzZB&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Jokowi mengaku sudah menghitung resiko yang diambilnya saat memotong subsidi BBM, meski harus menurunkan tingkat kepuasan terhadap dirinya.
&quot;Tapi sudah saya hitung ya itu sebuah risiko yang memang harus saya ambil, memutuskan sesuatu yang memang kita rencanakan, kita ukur, dan berani atau tidak. Saya putuskan berani jatuh 72 jatuh ke 43,&quot; kata Jokowi.

BACA JUGA:
Investasi Asing Swasta di Groundbreaking IKN Tahap 8

Jokowi menjelaskan, dari pemotongan subsidi tersebut Indonesia memiliki ruang fiskal yang lebih besar dengan tambahan kurang lebih Rp 170 triliun.&quot;Dari situ lah kita berangkat yang namanya membangun infrastruktur. Dan selama 10 tahun ini jelas dari anggaran yang ada sekarang kita telah memiliki jalan desa baru. Ini saya mulai dari jalan desa. Karena orang selalu berbicaranya kalau ketemu jalan tol, jalan tol,&quot; kata Jokowi.
Padahal, lanjut dia, jalan desa yang telah kita bangun selama 10 tahun itu ada 366.000 km. Namun, hal tersebut masih dipertanyakan banyak pihak.
&quot;Banyak yang bertanya pada saya ga percaya.  Masa pak segitu panjangnya 366.000 km? Coba kita lihat jumlah desa di Indonesia itu ada 74.800 desa,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;ldquo;Kalau yg dibangun 366.000 artinya satu desa itu hanya 4 kilo 5 kilo. Logis ga? Justru kurang kalau menurut saya harusnya tidak segitu, harusnya bisa dua kali atau tiga kali. Itu adalah jalan-jalan produksi yang penting bagi petani, jalan-jalan produksi yang sangat penting dari para pekebun yang kita miliki,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
