<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bubarnya Kemitraan Gogoro dan Gojek Bikin Heboh Pasar Kendaraan Listrik di RI</title><description>Bubarnya kemitraan Gogoro dan Gojek membuat heboh pasar kendaraan listrik di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/11/320/3073634/bubarnya-kemitraan-gogoro-dan-gojek-bikin-heboh-pasar-kendaraan-listrik-di-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/11/320/3073634/bubarnya-kemitraan-gogoro-dan-gojek-bikin-heboh-pasar-kendaraan-listrik-di-ri"/><item><title>Bubarnya Kemitraan Gogoro dan Gojek Bikin Heboh Pasar Kendaraan Listrik di RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/11/320/3073634/bubarnya-kemitraan-gogoro-dan-gojek-bikin-heboh-pasar-kendaraan-listrik-di-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/11/320/3073634/bubarnya-kemitraan-gogoro-dan-gojek-bikin-heboh-pasar-kendaraan-listrik-di-ri</guid><pubDate>Sabtu 12 Oktober 2024 15:14 WIB</pubDate><dc:creator>Fadhila Khairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/11/320/3073634/bubarnya-kemitraan-gogoro-dan-gojek-bikin-heboh-pasar-kendaraan-listrik-di-ri-6Oh0JQdUZK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bubarnya kemitraan Gogoro dan Gojek bikin heboh industri kendaraan listrik (Foto: Gojek)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/11/320/3073634/bubarnya-kemitraan-gogoro-dan-gojek-bikin-heboh-pasar-kendaraan-listrik-di-ri-6Oh0JQdUZK.jpg</image><title>Bubarnya kemitraan Gogoro dan Gojek bikin heboh industri kendaraan listrik (Foto: Gojek)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bubarnya kemitraan Gogoro dan Gojek membuat heboh pasar kendaraan listrik di Indonesia. Di tengah-tengah dinamika pasar kendaraan listrik (EV) Indonesia, kabar yang sangat mengejutkan datang dari kemitraan antara Gogoro dengan Gojek.

BACA JUGA:
Wujudkan Kota Hijau, DKI Jakarta Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik


Pada tahun 2022, dengan antusiasnya Gogoro mengumumkan kepada publik akan sebuah kolaborasi untuk mempercepat adopsi EV di Indonesia yang di mana GoTo Group ini juga berinvestasi di perusahaan tersebut. Namun dua tahun kemudian, Gogoro mengumumkan pencoretan Indonesia dari rencananya dan kemitraan dengan Gojek juga dinyatakan gagal.
&amp;ldquo;Jika Gogoro benar-benar ingin memasuki Indonesia melalui usaha patungan, saya pikir mereka akan melakukan segala cara untuk mewujudkannya,&amp;rdquo; ujar Direktur pelaksana di Electrum-perusahaan  patungan EV antara Gojek dan perusahaan energi lokal TBS, Patrick Adhiatmaja, Sabtu (12/10/2024).

BACA JUGA:
Dekarbonisasi, AstraZeneca Borong 500 Kendaraan Listrik


Di saat yang sama, pasar kendaraan listrik global juga sedang menghadapi tantangan. Baru-baru ini Uni Eropa memberlakukan tarif yang tinggi pada pada impor kendaraan listrik dari Tiongkok, meningkatnya pajak dari 10% hingga 45% selama lima tahun ke depan. Tentunya hal ini menjadi sebuah tantangan bagi Tiongkok yang saat ini hanya mengandalkan Asia Tenggara sebagai pasar utama ekspor mereka.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOC8wMS84LzE4MzQ2Mi81L3g5M2FwMWc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Meskipun pendapatan dari pasar kendaraan listrik di Asia Tenggara  jika diperkirakan bisa mencapai USD6,5 miliar pada tahun ini, adopsi  untuk kendaraan listrik masih terdapat kendala dengan kualitas suku  cadang yang sangat buruk dan infrastruktur pengisian daya nya juga masih  kurang memadai.
Hal inilah yang menjadi sebuah tantangan bagi pertumbuhan pasar EV  Indonesia, meskipun banyak sekali merek-merek lokal yang mulai  bermunculan.
Tentunya dengan berakhir kemitraan Gogoro dengan Gojek ini, masa  depan kendaraan listrik di Indonesia tampaknya semakin tidak pasti.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bubarnya kemitraan Gogoro dan Gojek membuat heboh pasar kendaraan listrik di Indonesia. Di tengah-tengah dinamika pasar kendaraan listrik (EV) Indonesia, kabar yang sangat mengejutkan datang dari kemitraan antara Gogoro dengan Gojek.

BACA JUGA:
Wujudkan Kota Hijau, DKI Jakarta Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik


Pada tahun 2022, dengan antusiasnya Gogoro mengumumkan kepada publik akan sebuah kolaborasi untuk mempercepat adopsi EV di Indonesia yang di mana GoTo Group ini juga berinvestasi di perusahaan tersebut. Namun dua tahun kemudian, Gogoro mengumumkan pencoretan Indonesia dari rencananya dan kemitraan dengan Gojek juga dinyatakan gagal.
&amp;ldquo;Jika Gogoro benar-benar ingin memasuki Indonesia melalui usaha patungan, saya pikir mereka akan melakukan segala cara untuk mewujudkannya,&amp;rdquo; ujar Direktur pelaksana di Electrum-perusahaan  patungan EV antara Gojek dan perusahaan energi lokal TBS, Patrick Adhiatmaja, Sabtu (12/10/2024).

BACA JUGA:
Dekarbonisasi, AstraZeneca Borong 500 Kendaraan Listrik


Di saat yang sama, pasar kendaraan listrik global juga sedang menghadapi tantangan. Baru-baru ini Uni Eropa memberlakukan tarif yang tinggi pada pada impor kendaraan listrik dari Tiongkok, meningkatnya pajak dari 10% hingga 45% selama lima tahun ke depan. Tentunya hal ini menjadi sebuah tantangan bagi Tiongkok yang saat ini hanya mengandalkan Asia Tenggara sebagai pasar utama ekspor mereka.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wOC8wMS84LzE4MzQ2Mi81L3g5M2FwMWc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Meskipun pendapatan dari pasar kendaraan listrik di Asia Tenggara  jika diperkirakan bisa mencapai USD6,5 miliar pada tahun ini, adopsi  untuk kendaraan listrik masih terdapat kendala dengan kualitas suku  cadang yang sangat buruk dan infrastruktur pengisian daya nya juga masih  kurang memadai.
Hal inilah yang menjadi sebuah tantangan bagi pertumbuhan pasar EV  Indonesia, meskipun banyak sekali merek-merek lokal yang mulai  bermunculan.
Tentunya dengan berakhir kemitraan Gogoro dengan Gojek ini, masa  depan kendaraan listrik di Indonesia tampaknya semakin tidak pasti.</content:encoded></item></channel></rss>
