<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dirut BRI Sunarso: Ketahanan Pangan jadi Kunci Agar Indonesia Keluar dari Middle Income Trap</title><description>Direktur Utama BRI  Sunarso mengungkapkan kunci agar Indonesia bisa keluar dari middle income trap&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/12/11/3073826/dirut-bri-sunarso-ketahanan-pangan-jadi-kunci-agar-indonesia-keluar-dari-middle-income-trap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/12/11/3073826/dirut-bri-sunarso-ketahanan-pangan-jadi-kunci-agar-indonesia-keluar-dari-middle-income-trap"/><item><title>Dirut BRI Sunarso: Ketahanan Pangan jadi Kunci Agar Indonesia Keluar dari Middle Income Trap</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/12/11/3073826/dirut-bri-sunarso-ketahanan-pangan-jadi-kunci-agar-indonesia-keluar-dari-middle-income-trap</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/12/11/3073826/dirut-bri-sunarso-ketahanan-pangan-jadi-kunci-agar-indonesia-keluar-dari-middle-income-trap</guid><pubDate>Sabtu 12 Oktober 2024 15:17 WIB</pubDate><dc:creator>Fitria Dwi Astuti </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/12/11/3073826/bri-SEZj_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Direktur Utama BRI  Sunarso mengungkapkan kunci agar Indonesia bisa keluar dari middle income trap (Foto: Dok BRI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/12/11/3073826/bri-SEZj_large.jpg</image><title>Direktur Utama BRI  Sunarso mengungkapkan kunci agar Indonesia bisa keluar dari middle income trap (Foto: Dok BRI)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;&amp;ndash; Direktur Utama PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso mengungkapkan kunci agar Indonesia bisa keluar dari middle income trap (perangkap pendapatan menengah).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Berdasarkan kajian&amp;nbsp;Bappenas, Indonesia diperkirakan akan keluar dari jebakan kelas pendapatan menengah pada tahun 2041 jika asumsi rata-rata pertumbuhan ekonomi minimal 6% terpenuhi,&amp;rdquo; kata Sunarso dalam acara Katadata Forum bertajuk Indonesia Future Policy Dialogue di Jakarta, Rabu (10/9). Untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah, menurut Sunarso, pendapatan per kapita Indonesia harus berada di atas US$ 4.465 (sumber: World Bank).&#13;
&#13;
Terkait hal tersebut, Sunarso mengungkapkan dalam kajian BRI faktor yang paling menentukan pertumbuhan ekonomi 6% adalah investasi pada human capital&amp;nbsp;atau nilai ekonomi dari pengalaman dan keterampilan pekerja. Pembentukan human capital&amp;nbsp; juga perlu didorong oleh tiga faktor.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pertama, Indonesia harus fokus dalam memaksimalkan kebutuhan nutrisi dan pangan. &amp;ldquo;Maka menjadi penting, kita fokus untuk memiliki strategi yang khusus, spesifik, dan visioner untuk masalah ketahanan pangan,&amp;rdquo; ujar Sunarso.&#13;
&#13;
Kedua, negara punya tugas untuk menyejahterakan rakyat dan ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi.&amp;nbsp;Dia mengatakan, cara terbaik untuk menyejahterakan rakyat adalah dengan memberikan mereka pekerjaan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi semua orang pada usia produktif memang harus bekerja. Kalau begitu, pemerataan kesempatan kerja itu menjadi penting,&amp;rdquo; kata Sunarso.&#13;
&#13;
Untuk mendapatkan pemerataan kesempatan kerja dibutuhkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, di mana di dalamnya juga ada unsur pemerataan serta partisipasi masyarakat untuk ikut tumbuh dan berkembang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Investasi yang penting adalah human capital, dan kalau mau memperbaiki human capital, perbaiki dulu nutrisi dan pangan. Dan kemudian kita tunggu, untuk pemerataan butuh inklusivitas pertumbuhan,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;&amp;ndash; Direktur Utama PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso mengungkapkan kunci agar Indonesia bisa keluar dari middle income trap (perangkap pendapatan menengah).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Berdasarkan kajian&amp;nbsp;Bappenas, Indonesia diperkirakan akan keluar dari jebakan kelas pendapatan menengah pada tahun 2041 jika asumsi rata-rata pertumbuhan ekonomi minimal 6% terpenuhi,&amp;rdquo; kata Sunarso dalam acara Katadata Forum bertajuk Indonesia Future Policy Dialogue di Jakarta, Rabu (10/9). Untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah, menurut Sunarso, pendapatan per kapita Indonesia harus berada di atas US$ 4.465 (sumber: World Bank).&#13;
&#13;
Terkait hal tersebut, Sunarso mengungkapkan dalam kajian BRI faktor yang paling menentukan pertumbuhan ekonomi 6% adalah investasi pada human capital&amp;nbsp;atau nilai ekonomi dari pengalaman dan keterampilan pekerja. Pembentukan human capital&amp;nbsp; juga perlu didorong oleh tiga faktor.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pertama, Indonesia harus fokus dalam memaksimalkan kebutuhan nutrisi dan pangan. &amp;ldquo;Maka menjadi penting, kita fokus untuk memiliki strategi yang khusus, spesifik, dan visioner untuk masalah ketahanan pangan,&amp;rdquo; ujar Sunarso.&#13;
&#13;
Kedua, negara punya tugas untuk menyejahterakan rakyat dan ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi.&amp;nbsp;Dia mengatakan, cara terbaik untuk menyejahterakan rakyat adalah dengan memberikan mereka pekerjaan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi semua orang pada usia produktif memang harus bekerja. Kalau begitu, pemerataan kesempatan kerja itu menjadi penting,&amp;rdquo; kata Sunarso.&#13;
&#13;
Untuk mendapatkan pemerataan kesempatan kerja dibutuhkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, di mana di dalamnya juga ada unsur pemerataan serta partisipasi masyarakat untuk ikut tumbuh dan berkembang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Investasi yang penting adalah human capital, dan kalau mau memperbaiki human capital, perbaiki dulu nutrisi dan pangan. Dan kemudian kita tunggu, untuk pemerataan butuh inklusivitas pertumbuhan,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
