<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>27 Perusahaan Antre Masuk Pasar Modal, Didominasi Sektor Energi</title><description>27 perusahaan yang didominasi sektor energi antre masuk Pasar Modal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/12/278/3073739/27-perusahaan-antre-masuk-pasar-modal-didominasi-sektor-energi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/12/278/3073739/27-perusahaan-antre-masuk-pasar-modal-didominasi-sektor-energi"/><item><title>27 Perusahaan Antre Masuk Pasar Modal, Didominasi Sektor Energi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/12/278/3073739/27-perusahaan-antre-masuk-pasar-modal-didominasi-sektor-energi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/12/278/3073739/27-perusahaan-antre-masuk-pasar-modal-didominasi-sektor-energi</guid><pubDate>Sabtu 12 Oktober 2024 08:45 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/12/278/3073739/27-perusahaan-antre-masuk-pasar-modal-didominasi-sektor-energi-LoENvwpFR5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">27 perusahaan antre IPO (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/12/278/3073739/27-perusahaan-antre-masuk-pasar-modal-didominasi-sektor-energi-LoENvwpFR5.jpg</image><title>27 perusahaan antre IPO (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - 27 perusahaan yang didominasi sektor energi antre masuk Pasar Modal. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat terdapat 27 perusahaan berada dalam pipeline untuk melakukan pencatatan perdana saham atau initial public offering (IPO).
&amp;ldquo;Sementara sampai dengan 11 Oktober 2024 telah tercatat 36 perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dana dihimpun Rp5,42 triliun,&amp;rdquo; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna dalam keterangannya, dikutip Sabtu (12/10/2024).

BACA JUGA:
OJK Pastikan Tak Ada Pejabat Terlibat Kasus Suap IPO di BEI


Ada 2 perusahaan masuk dalam kategori aset berskala kecil atau memiliki total nilai aset di bawah Rp50 miliar. Kemudian, sebanyak 12 perusahaan masuk dalam kategori aset berskala sedang atau antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Serta, 13 perusahaan memiliki aset berskala besar atau di atas Rp250 miliar.
Dari daftar pipeline perusahaan yang akan IPO, sebanyak 5 perusahaan berasal dari sektor energi, Dari sektor konsumer siklikal terdapat 3 perusahaan, dari sektor bahan baku dan sektor non siklikal juga terdapat masing-masing 3 perusahaan.

BACA JUGA:
Target IPO 2024 Sulit Tercapai, Ini Alasannya


Kemudian, terdapat masing-masing tiga perusahaan lainnya dari sektor industri dan sektor properti. Dari sektor keuangan, sektor kesehatan dan sektor infrastruktur masing-masing terdapat 2 perusahaan, serta 1 perusahaan lainnya berasal dari sektor transportasi dan logistik.
Nyoman menyampaikan bahwa BEI senantiasa mendorong perusahaan yang  memiliki rencana IPO dan menjadi perusahaan tercatat untuk tumbuh  bersama pasar modal Indonesia, baik dari sektor teknologi maupun sektor  lainnya. Dalam prosesnya, lanjut dia, BEI juga mengedepankan kesiapan  dan kualitas dari perusahaan yang berencana mencatatkan sahamnya di BEI,  dengan tujuan untuk menjaga kepercayaan investor.
&amp;ldquo;Terkait hal tersebut, kami melibatkan para stakeholder di pasar  modal, seperti penjamin emisi efek, kantor akuntan publik, konsultan  hukum, dan lain-lain,&amp;rdquo; imbuh Nyoman.</description><content:encoded>JAKARTA - 27 perusahaan yang didominasi sektor energi antre masuk Pasar Modal. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat terdapat 27 perusahaan berada dalam pipeline untuk melakukan pencatatan perdana saham atau initial public offering (IPO).
&amp;ldquo;Sementara sampai dengan 11 Oktober 2024 telah tercatat 36 perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dana dihimpun Rp5,42 triliun,&amp;rdquo; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna dalam keterangannya, dikutip Sabtu (12/10/2024).

BACA JUGA:
OJK Pastikan Tak Ada Pejabat Terlibat Kasus Suap IPO di BEI


Ada 2 perusahaan masuk dalam kategori aset berskala kecil atau memiliki total nilai aset di bawah Rp50 miliar. Kemudian, sebanyak 12 perusahaan masuk dalam kategori aset berskala sedang atau antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Serta, 13 perusahaan memiliki aset berskala besar atau di atas Rp250 miliar.
Dari daftar pipeline perusahaan yang akan IPO, sebanyak 5 perusahaan berasal dari sektor energi, Dari sektor konsumer siklikal terdapat 3 perusahaan, dari sektor bahan baku dan sektor non siklikal juga terdapat masing-masing 3 perusahaan.

BACA JUGA:
Target IPO 2024 Sulit Tercapai, Ini Alasannya


Kemudian, terdapat masing-masing tiga perusahaan lainnya dari sektor industri dan sektor properti. Dari sektor keuangan, sektor kesehatan dan sektor infrastruktur masing-masing terdapat 2 perusahaan, serta 1 perusahaan lainnya berasal dari sektor transportasi dan logistik.
Nyoman menyampaikan bahwa BEI senantiasa mendorong perusahaan yang  memiliki rencana IPO dan menjadi perusahaan tercatat untuk tumbuh  bersama pasar modal Indonesia, baik dari sektor teknologi maupun sektor  lainnya. Dalam prosesnya, lanjut dia, BEI juga mengedepankan kesiapan  dan kualitas dari perusahaan yang berencana mencatatkan sahamnya di BEI,  dengan tujuan untuk menjaga kepercayaan investor.
&amp;ldquo;Terkait hal tersebut, kami melibatkan para stakeholder di pasar  modal, seperti penjamin emisi efek, kantor akuntan publik, konsultan  hukum, dan lain-lain,&amp;rdquo; imbuh Nyoman.</content:encoded></item></channel></rss>
