<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TikTok PHK 700 Pekerja</title><description>Platform media sosial TikTok melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada 700 tenaga kerjanya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/12/320/3073765/tiktok-phk-700-pekerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/12/320/3073765/tiktok-phk-700-pekerja"/><item><title>TikTok PHK 700 Pekerja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/12/320/3073765/tiktok-phk-700-pekerja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/12/320/3073765/tiktok-phk-700-pekerja</guid><pubDate>Sabtu 12 Oktober 2024 10:49 WIB</pubDate><dc:creator>Anindya Rasya Salsabila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/12/320/3073765/tiktok-phk-700-pekerja-XD5m6Zjzvs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tiktok PHK 700 karyawan (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/12/320/3073765/tiktok-phk-700-pekerja-XD5m6Zjzvs.jpg</image><title>Tiktok PHK 700 karyawan (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Platform media sosial TikTok melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada 700 tenaga kerjanya. Pemberhentian ratusan karyawan ini terjadi kepada tenaga kerja TikTok di seluruh dunia.
Perusahaan TikTok di Malaysia disebut memberhentikan lebih dari 700 pekerjanya. Kemudian hal ini diklarifikasi oleh perusahaan pemilik TikTok, yaitu Bytedance asal China, yang mengatakan bahwa kurang dari 500 karyawan di Malaysia yang terkena dampak dari pemberhentian kerja tersebut, dilansir dari Reuters, Sabtu (12/10/2024).

BACA JUGA:
Pramono Anung: 354 Ribu Warga Jakarta Nganggur, 53 Ribu Kena PHK


Menurut situs web perusahaan, ByteDance sendiri memiliki lebih dari 110 ribu karyawan lebih dari 200 kota di seluruh dunia. PHK besar-besaran ini terjadi lantaran perusahaan TikTok melakukan peningkatan sistem operasi dengan menekankan fokus penggunaan AI yang lebih besar untuk moderasi konten di aplikasinya.
Menurut sumber anonim, informasi tentang pemecatan diberitahu kepada karyawan TikTok yang bekerja dalam bagian operasi konten melalui email pada Rabu malam.

BACA JUGA:
Jaminan Korban PHK Bakal Dinaikkan, Ini Besarannya


TikTok sendiri sudah mengonfirmasi tentang adanya PHK tersebut, dan mengatakan bahwa perkiraan ratusan karyawan akan terkena dampak secara global sebagai rencana dari peningkatan sistem operasi ini. Perusahaan TikTok juga merencanakan jumlah PHK yang lebih banyak pada bulan depan lantaran ingin mengonsolidasikan beberapa operasi regionalnya.
&quot;Kami melakukan perubahan ini sebagai bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk lebih memperkuat model operasi global kami dalam moderasi konten,&quot; ujar juru bicara TikTok.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wMy8xLzE4MjQ0NS81L3g5MWV6cTI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Di Malaysia PHK terjadi akibat perusahaan teknologi global, termasuk  Tiktok, menghadapi tekanan regulasi yang lebih besar dari pemerintah  untuk mengajukan izin operasi paling lambat di bulan Januari.
Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memerangi konten berbahaya di  dunia maya, yang salah satunya terjadi peningkatan tajam di Malaysia  pada awal tahun ini.
Perusahaan TikTok berharap, sistem operasi dengan mengoptimalisasi AI  yang mampu menghapus konten pelanggaran secara otomatis ini bisa terus  meningkatkan efisiensi, dan mampu menginvestasikan sebesar USD2 miliar  secara global kepada perusahaan.</description><content:encoded>JAKARTA - Platform media sosial TikTok melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada 700 tenaga kerjanya. Pemberhentian ratusan karyawan ini terjadi kepada tenaga kerja TikTok di seluruh dunia.
Perusahaan TikTok di Malaysia disebut memberhentikan lebih dari 700 pekerjanya. Kemudian hal ini diklarifikasi oleh perusahaan pemilik TikTok, yaitu Bytedance asal China, yang mengatakan bahwa kurang dari 500 karyawan di Malaysia yang terkena dampak dari pemberhentian kerja tersebut, dilansir dari Reuters, Sabtu (12/10/2024).

BACA JUGA:
Pramono Anung: 354 Ribu Warga Jakarta Nganggur, 53 Ribu Kena PHK


Menurut situs web perusahaan, ByteDance sendiri memiliki lebih dari 110 ribu karyawan lebih dari 200 kota di seluruh dunia. PHK besar-besaran ini terjadi lantaran perusahaan TikTok melakukan peningkatan sistem operasi dengan menekankan fokus penggunaan AI yang lebih besar untuk moderasi konten di aplikasinya.
Menurut sumber anonim, informasi tentang pemecatan diberitahu kepada karyawan TikTok yang bekerja dalam bagian operasi konten melalui email pada Rabu malam.

BACA JUGA:
Jaminan Korban PHK Bakal Dinaikkan, Ini Besarannya


TikTok sendiri sudah mengonfirmasi tentang adanya PHK tersebut, dan mengatakan bahwa perkiraan ratusan karyawan akan terkena dampak secara global sebagai rencana dari peningkatan sistem operasi ini. Perusahaan TikTok juga merencanakan jumlah PHK yang lebih banyak pada bulan depan lantaran ingin mengonsolidasikan beberapa operasi regionalnya.
&quot;Kami melakukan perubahan ini sebagai bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk lebih memperkuat model operasi global kami dalam moderasi konten,&quot; ujar juru bicara TikTok.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wNy8wMy8xLzE4MjQ0NS81L3g5MWV6cTI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Di Malaysia PHK terjadi akibat perusahaan teknologi global, termasuk  Tiktok, menghadapi tekanan regulasi yang lebih besar dari pemerintah  untuk mengajukan izin operasi paling lambat di bulan Januari.
Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memerangi konten berbahaya di  dunia maya, yang salah satunya terjadi peningkatan tajam di Malaysia  pada awal tahun ini.
Perusahaan TikTok berharap, sistem operasi dengan mengoptimalisasi AI  yang mampu menghapus konten pelanggaran secara otomatis ini bisa terus  meningkatkan efisiensi, dan mampu menginvestasikan sebesar USD2 miliar  secara global kepada perusahaan.</content:encoded></item></channel></rss>
