<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anggaran Terbatas, Menhub Minta Revitalisasi Stasiun Sudimara Lewat Skema KPBU</title><description>Budi Karya Sumadi mengajak developer merevitalisasi stasiun Sudimara dan Rawabuntu menggunakan skema KPBU</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/13/320/3074037/anggaran-terbatas-menhub-minta-revitalisasi-stasiun-sudimara-lewat-skema-kpbu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/13/320/3074037/anggaran-terbatas-menhub-minta-revitalisasi-stasiun-sudimara-lewat-skema-kpbu"/><item><title>Anggaran Terbatas, Menhub Minta Revitalisasi Stasiun Sudimara Lewat Skema KPBU</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/13/320/3074037/anggaran-terbatas-menhub-minta-revitalisasi-stasiun-sudimara-lewat-skema-kpbu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/13/320/3074037/anggaran-terbatas-menhub-minta-revitalisasi-stasiun-sudimara-lewat-skema-kpbu</guid><pubDate>Minggu 13 Oktober 2024 11:52 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/13/320/3074037/anggaran-terbatas-menhub-minta-revitalisasi-stasiun-sudimara-lewat-skema-kpbu-FxvqDsF0Fg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menhub Budi Karya soal Stasiun KRL (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/13/320/3074037/anggaran-terbatas-menhub-minta-revitalisasi-stasiun-sudimara-lewat-skema-kpbu-FxvqDsF0Fg.jpg</image><title>Menhub Budi Karya soal Stasiun KRL (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengajak developer merevitalisasi stasiun Sudimara dan Rawabuntu menggunakan skema KPBU (Kerjasma Pemerintah Badan Usaha).
Menhub menjelaskan, creative financing semacam ini dilakukan lantaran APBN maupun uang milik perusahaan negara operator kereta seperti KAI cukup terbatas. Sehingga untuk peningkatan sarana dan prasarana mengharapkan kontribusi dari pihak swasta.

BACA JUGA:
Tukin PNS Kemenhub Bisa Naik 100%


&quot;Saya ingin menyampaikan bahwa APBN, dan dana dari BUMN tidak terlalu banyak, sehingga tidak bisa memenuhi harapan, ekapektasi membangun,&quot; kata Menhub di Stasiun Jurangmangu dikutip, Minggu (13/10/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMC8xMS8xLzE4NTk3Mi8zL1pfaEpaNXFnbjJv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurutnya, revitalisasi stasiun oleh developer berdampak baik untuk mewujudkan konsep TOD (Transit Oriented Development). Pengembang yang memiliki proyek disekitar stasiun diharapkan bisa berkontribusi untuk sekaligus merevitalisasi stasiun.

BACA JUGA:
Cerita Menhub Tak Marahi Sri Mulyani meski Anggaran Kemenhub Terbatas


&quot;Oleh karenanya selanjutnya, stasiun Sudimara, dan Rawabuntu, silahkan swasta apalagi disana dimungkinkan untuk membangun rumah susun,&quot; tambahnya.Menhub menilai konsep TOD merupakan salah satu upaya untuk mengurangi mobilitas masyarakat menggunakan kendaraan pribadi. Sehingga jarak antara hunian masyarakat dengan akses transportasi menjadi dekat.
&quot;TOD menjadi sebuah keharusan, karena disitulah titik jumpa, first mile dengan angkutan masal, lalu di last mile, angkutan perkotaan atau angkutan lain itu digunakan,&quot; kata Menhub.
&quot;Saya anjurkan kepada developer juga melakukan itu, sehingga dari rumah ke stasiun itu tidak kesulitan, dan tidak membuat parkir dan kendaraan di jalan tidak terlalu banyak,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengajak developer merevitalisasi stasiun Sudimara dan Rawabuntu menggunakan skema KPBU (Kerjasma Pemerintah Badan Usaha).
Menhub menjelaskan, creative financing semacam ini dilakukan lantaran APBN maupun uang milik perusahaan negara operator kereta seperti KAI cukup terbatas. Sehingga untuk peningkatan sarana dan prasarana mengharapkan kontribusi dari pihak swasta.

BACA JUGA:
Tukin PNS Kemenhub Bisa Naik 100%


&quot;Saya ingin menyampaikan bahwa APBN, dan dana dari BUMN tidak terlalu banyak, sehingga tidak bisa memenuhi harapan, ekapektasi membangun,&quot; kata Menhub di Stasiun Jurangmangu dikutip, Minggu (13/10/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMC8xMS8xLzE4NTk3Mi8zL1pfaEpaNXFnbjJv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurutnya, revitalisasi stasiun oleh developer berdampak baik untuk mewujudkan konsep TOD (Transit Oriented Development). Pengembang yang memiliki proyek disekitar stasiun diharapkan bisa berkontribusi untuk sekaligus merevitalisasi stasiun.

BACA JUGA:
Cerita Menhub Tak Marahi Sri Mulyani meski Anggaran Kemenhub Terbatas


&quot;Oleh karenanya selanjutnya, stasiun Sudimara, dan Rawabuntu, silahkan swasta apalagi disana dimungkinkan untuk membangun rumah susun,&quot; tambahnya.Menhub menilai konsep TOD merupakan salah satu upaya untuk mengurangi mobilitas masyarakat menggunakan kendaraan pribadi. Sehingga jarak antara hunian masyarakat dengan akses transportasi menjadi dekat.
&quot;TOD menjadi sebuah keharusan, karena disitulah titik jumpa, first mile dengan angkutan masal, lalu di last mile, angkutan perkotaan atau angkutan lain itu digunakan,&quot; kata Menhub.
&quot;Saya anjurkan kepada developer juga melakukan itu, sehingga dari rumah ke stasiun itu tidak kesulitan, dan tidak membuat parkir dan kendaraan di jalan tidak terlalu banyak,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
