<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jadi Negara Maju, RI Hilirisasi Komoditas Rempah</title><description>Teten Masduki menyebut pentingnya Indonesia melakukan hilirisasi komoditas hasil kekayaan alam bangsa.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/13/320/3074081/jadi-negara-maju-ri-hilirisasi-komoditas-rempah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/10/13/320/3074081/jadi-negara-maju-ri-hilirisasi-komoditas-rempah"/><item><title>Jadi Negara Maju, RI Hilirisasi Komoditas Rempah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/10/13/320/3074081/jadi-negara-maju-ri-hilirisasi-komoditas-rempah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/10/13/320/3074081/jadi-negara-maju-ri-hilirisasi-komoditas-rempah</guid><pubDate>Minggu 13 Oktober 2024 15:42 WIB</pubDate><dc:creator> Muhammad Farhan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/13/320/3074081/jadi-negara-maju-ri-hilirisasi-komoditas-rempah-Jnw02kUpYO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkop UKM Teten soal Hilirisasi Rempah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/13/320/3074081/jadi-negara-maju-ri-hilirisasi-komoditas-rempah-Jnw02kUpYO.jpg</image><title>Menkop UKM Teten soal Hilirisasi Rempah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Koperasi dan UMKM (MenkopUKM), Teten Masduki menyebut pentingnya Indonesia melakukan hilirisasi komoditas hasil kekayaan alam bangsa.
Ia menyebutkan komoditas yang dimiliki Indonesia seperti tambang, perkebunan, pertanian, hingga komoditas kelautan, tidak boleh lagi diekspor dalam bentuk bahan mentah, termasuk rempah-rempah.

BACA JUGA:
Menkop Teten: Banyak yang Tertipu Produk Impor Harga Murah


Menkop Teten mengungkapkan kebijakan hilirisasi pada hasil-hasil bumi, utamanya rempah, dapat membuka keran peluang pertumbuhan ekonomi bangsa secara lebih masif.
&quot;Rempah-rempah juga harus kita olah, harus kita hilirisasi, supaya kita mendapat nilai tambah ekonomi dari sumber daya kita, termasuk juga di dalamnya bisa menciptakan lapangan kerja,&quot; kata Teten dikutip dari keterangannya, Minggu (13/10/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMC8xMS8xLzE4NTk3Mi8zL1pfaEpaNXFnbjJv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurut Teten, jika komoditas rempah hanya masih mengandalkan ekspor berbentuk bahan mentah, upaya Indonesia menjadi negara maju di 2045 menjadi angan-angan belaka. Potensi tersebut dapat dicapai guna meningkatkan standar pendapatan masyarakat dari menengah ke tinggi.

BACA JUGA:
Menkop Teten Ungkap Kekuatan UMK Topang Ekonomi RI


&amp;ldquo;Untuk mencapai minimum pendapatan per kapita 13.200 dolar AS sebagai negara maju, Indonesia harus membangun industri yang berkelanjutan, yang mengolah bahan baku yang ada di Indonesia. Hari ini, Indonesia baru mencapai 5000 dolar AS per kapita,&amp;rdquo; tutur Teten.Khusus rempah, Menteri Teten mencontohkan bisa dihilirisasi di industri bumbu, selain juga bisa diolah untuk masuk rantai pasok bagian industri farmasi, makanan-minuman, dan industri kecantikan.
&quot;Kita harus samakan visi semua pihak untuk merancang bangun desain program mengarah ke hilirisasi rempah,&quot; katanya.
Bagi Menteri Teten, teknologi untuk melakukan itu tidaklah sulit. &quot;Kita sudah membangun pabrik-pabrik kecil, lalu mengolah sumber daya yang kita miliki menjadi produk setengah jadi atau jadi,&quot; tegas Teten.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Koperasi dan UMKM (MenkopUKM), Teten Masduki menyebut pentingnya Indonesia melakukan hilirisasi komoditas hasil kekayaan alam bangsa.
Ia menyebutkan komoditas yang dimiliki Indonesia seperti tambang, perkebunan, pertanian, hingga komoditas kelautan, tidak boleh lagi diekspor dalam bentuk bahan mentah, termasuk rempah-rempah.

BACA JUGA:
Menkop Teten: Banyak yang Tertipu Produk Impor Harga Murah


Menkop Teten mengungkapkan kebijakan hilirisasi pada hasil-hasil bumi, utamanya rempah, dapat membuka keran peluang pertumbuhan ekonomi bangsa secara lebih masif.
&quot;Rempah-rempah juga harus kita olah, harus kita hilirisasi, supaya kita mendapat nilai tambah ekonomi dari sumber daya kita, termasuk juga di dalamnya bisa menciptakan lapangan kerja,&quot; kata Teten dikutip dari keterangannya, Minggu (13/10/2024).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMC8xMS8xLzE4NTk3Mi8zL1pfaEpaNXFnbjJv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurut Teten, jika komoditas rempah hanya masih mengandalkan ekspor berbentuk bahan mentah, upaya Indonesia menjadi negara maju di 2045 menjadi angan-angan belaka. Potensi tersebut dapat dicapai guna meningkatkan standar pendapatan masyarakat dari menengah ke tinggi.

BACA JUGA:
Menkop Teten Ungkap Kekuatan UMK Topang Ekonomi RI


&amp;ldquo;Untuk mencapai minimum pendapatan per kapita 13.200 dolar AS sebagai negara maju, Indonesia harus membangun industri yang berkelanjutan, yang mengolah bahan baku yang ada di Indonesia. Hari ini, Indonesia baru mencapai 5000 dolar AS per kapita,&amp;rdquo; tutur Teten.Khusus rempah, Menteri Teten mencontohkan bisa dihilirisasi di industri bumbu, selain juga bisa diolah untuk masuk rantai pasok bagian industri farmasi, makanan-minuman, dan industri kecantikan.
&quot;Kita harus samakan visi semua pihak untuk merancang bangun desain program mengarah ke hilirisasi rempah,&quot; katanya.
Bagi Menteri Teten, teknologi untuk melakukan itu tidaklah sulit. &quot;Kita sudah membangun pabrik-pabrik kecil, lalu mengolah sumber daya yang kita miliki menjadi produk setengah jadi atau jadi,&quot; tegas Teten.
</content:encoded></item></channel></rss>
